TRIMESTER 2
5 Oktober 2020

21+ Fakta Seputar Stretch Mark pada Ibu Hamil, Sudah Tahu?

Siapa saja bisa mengalami stretch mark saat hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Stretch mark sering timbul pada ibu hamil dan sering membuat wanita merasa malu dan tidak percaya diri. Tentu saja, siapa yang tidak ingin memiliki kulit cantik dan halus setelah melahirkan nanti?

Stretch mark berkembang pada sembilan dari sepuluh kehamilan, biasanya timbul pada bulan keenam atau ketujuh. Moms akan mulai melihat tanda kecantikan ini saat usia kehamilan menca sekitar 13 minggu hingga 21 minggu.

Garis-garis merah muda di sekitar perut, payudara, atau pinggul ini terjadi ketika kolagen dan elastin (serat yang menjaga kulit tetap kencang) meregang dan patah selama kehamilan karena tekanan kenaikan berat badan yang cepat.

Menurut dr. Monica Chrisilla, dari klinik ZAP,  stretch mark pada ibu hamil terjadi karena adanya peregangan kulit yang relatif cepat dan melebihi kemampuan elastisitas kulit, sehingga beberapa lapisan kulit menjadi pecah.

Baca Juga: 3 Manfaat Serum Vitamin C untuk Kulit Ibu Hamil

Munculnya stretch mark pada ibu hamil juga dipengaruhi oleh faktor hormonal seperti pada kehamilan, masa pertumbuhan dan penggunaan obat-obatan yang mengandung steroid.

"Apakah ibu hamil akan akan mendapatkan stretch mark sangat bergantung pada kehamilan dan genetika kita," kata dokter kulit Dendy Engelman.

Jika ibu atau nenek Moms ada yang mengalami stretch mark, kemungkinan besar kita juga akan mendapatkannya saat hamil.

Namun sebenarnya Moms tidak perlu terlalu khawatir. Stretch mark sebenarnya adalah robekan kecil di lapisan pendukung jaringan di bawah kulit kita yang ditarik hingga batasnya selama kehamilan. Selain karena genetik, peningkatan berat badan saat hamil yang cepat juga dapat membuat kita lebih rentan mengalami stretch mark.

Wanita pemiliki warna kulit gelap cenderung tidak mengalami hal ini dibandingkan mereka yang berkulit putih (ditambah lagi tanda ini tidak akan terlalu terlihat pada kulit gelap).

Meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah stretch mark, namun ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir selama kehamilan kita.

Penasaran dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan stretch mark pada ibu hamil? Baca beberapa faktanya berikut ini yuk Moms.

Fakta Stretch Mark pada Ibu Hamil

Apa saja informasi yang perlu Moms ketahui mengenai stretch mark pada ibu hamil? Disimak yuk, Moms.

1. Pengaruh Kadar Hormon

stretch mark pada ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Fakta stretch mark pada ibu hamil yang pertama adalah dipengaruhi kadar hormon. Hormon kehamilan bertanggung jawab menciptakan serat elastin dan kolagen di lapisan tengah kulit, yang memungkinkannya meregang.

Karena perubahan hormon pada ibu hamil, elastisitas pada kulit bisa menurun, sehingga lebih rentan terhadap timbulnya stretch mark ibu hamil.

2. Bisa Terjadi karena Faktor Genetika

Fakta stretch mark pada ibu hamil yang selanjutnya adalah bisa terjadi karena faktor genetika. Jika keluarga Moms secara turun-temurun cenderung memiliki stretch mark pada ibu hamil, maka risiko ini juga dapat tidak dapat dihindari, terlepas dari berat badan atau hormon kehamilan

3. Harus Banyak Minum Air Putih

stretch mark pada ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Fakta stretch mark pada ibu hamil yang selanjutnya adalah Moms harus banyak minum air putih. Karena cairan sangat penting dalam menjaga elastisitas kulit, minum banyak air putih dapat membantu mencegah pembentukan stretch mark.

Menurut Dr. Howard Murad, MD, seorang ahli dermatologi dan pengarang buku The Cellulite Solution, konsumsi buah yang mengandung banyak air akan sangat membantu kulit tetap sehat dan terjaga.

4. Makan Makanan yang Kaya Nutrisi

Fakta stretch mark pada ibu hamil yang selanjutnya adalah Moms harus makan makanan yang kaya nutrisi. Stretch mark juga dapat terjadi jika Moms kekurangan nutrisi di area tertentu.

Makan makanan yang meningkatkan kesehatan kulit dapat membantu. Pastikan diet Moms mencakup makanan yang kaya:

Salah satu cara untuk memastikan kita mendapatkan beragam nutrisi adalah dengan memilih makanan yang belum diolah dalam berbagai warna. Misalnya, sarapan telur, roti panggang gandum, dan buah beri menambahkan banyak warna ke piring sambil mengemas berbagai nutrisi.

Baca juga: Stretch Mark Setelah Melahirkan? Ini Cara Alami Menghilangkannya

5. Sertakan Vitamin C dalam Makanan

stretch mark pada ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Fakta stretch mark pada ibu hamil yang selanjutnya adalah Moms wajib konsumsi vitamin C. Kolagen berperan dalam menjaga kulit Moms tetap kuat dan elastis. Ini membantu mengurangi munculnya stretch mark, tetapi mungkin juga penting untuk mencegah stretch mark.

Vitamin C merupakan nutrisi penting untuk perkembangan kolagen. Vitamin C dapat ditemukan di banyak buah dan sayuran. Buah jeruk, seperti jeruk dan lemon, merupakan sumber vitamin C.

6. Oleskan Pelembap sejak Awal Kehamilan

Fakta stretch mark pada ibu hamil yang selanjutnya adalah oleskan pelembap sejak awal kehamilan. Setelah hasil tes kehamilan menunjukkan bahwa Moms positif hamil, mulailah melembapkan area di mana ada kemungkinan besar timbulnya stretch mark, seperti daerah perut, punggung bawah, payudara, dan pinggul.

Stretch mark terjadi ketika serat di bawah permukaan kulit pecah karena tekanan penambahan berat badan yang cepat. Menurut Debra Jaliman, dokter kulit di New York City, pelembap akan membantu menjaga elastisitas kulit, sehingga tidak mudah robek saat tubuh Moms mulai membesar.

Cocoa butter bisa digunakan sebagai pelembapnya, meski tidak ada krim stretch mark yang pasti akan menyembuhkannya, setidaknya ini bisa digunakan. Melembapkan setiap hari akan membantu mengatasi kulit kering dan gatal yang terkait dengan kehamilan.

7. Jaga Supaya Berat Badan Tetap Ideal

mengatasi stretch mark saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Fakta stretch mark pada ibu hamil yang selanjutnya adalah jaga berat badan tetap ideal. Jaga berat badan Moms agar tetap ideal. Mendapatkan jumlah berat kehamilan yang sehat (11-15 kilogram untuk wanita dengan berat badan normal) dapat membantu meminimalkan stretch mark, karena ini mencegah kulit kita dari peregangan berlebihan.

Ingatlah bahwa makan untuk dua orang tidak berarti makan dua kali lebih banyak ya Moms, jadi jika memungkinkan, cobalah mengikuti anjuran umum untuk asupan makanan dan kalori selama kehamilan.

Baca Juga: 11 Tips Melahirkan Lancar untuk Ibu Hamil 9 Bulan, Yuk Coba!

8. Olahraga yang Cukup

Fakta stretch mark pada ibu hamil yang selanjutnya adalah olahraga yang cukup. Berolahraga dengan kecepatan sedang secara teratur adalah cara yang lebih baik untuk mencegah stretch mark. Otot yang tumbuh dengan cepat juga bisa menyebabkan berkembangnya stretch mark.

9. Moms yang Kurus, Tetap Bisa Memiliki Stretch Mark

timbul stretch mark pada ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Fakta stretch mark pada ibu hamil yang selanjutnya adalah Moms yang kurus tetap bisa memiliki stretch mark. Tidak peduli seberapa kurus seseorang, mereka masih bisa berisiko mengalami stretch mark.

Entah itu karena fluktuasi hormon atau latar belakang genetik stretch mark, hal ini bisa menimpa siapa pun tanpa memperhatikan berat badan mereka.

10. Bisa Disebabkan oleh Penyakit Tertentu

Fakta stretch mark pada ibu hamil yang selanjutnya adalah bisa disebabkan oleh penyakit tertentu. Stretch mark dapat disebabkan oleh penyakit seperti sindrom Cushing, sindrom Marfan atau sindrom Ehlers-Danlos (EDS).

Sindrom Cushing menyebabkan produksi hormon terlalu berlebihan, yang bisa melemahkan kulit. Sindrom Marfan juga melemahkan kulit karena gen yang cacat. EDS mempengaruhi protein di kulit, sehingga rentan terhadap peregangan.

11. Karena Kulit Kurang Elastis

stretch mark karena kulit kurang elastis

Foto: Orami Photo Stock

Fakta stretch mark pada ibu hamil yang selanjutnya adalah bisa terjadi karena kulit kurang elastis. Menurut penelitian yang dipublikasikan di British Journal of Dermatology, sekitar 75 sampai 90 persen stretch mark akan berkembang pada ibu hamil.

Hal ini disebabkan oleh banyaknya peregangan yang dialami kulit dan kurangnya elastisitas selama kehamilan.

12. Muncul pada Bulan-bulan Tua

Fakta stretch mark pada ibu hamil yang selanjutnya adalah muncul pada bulan-bulan tua. Menurut jurnal Pregnancy and Skin, sekitar 90 persen wanita akan mendapatkannya setelah bulan keenam atau ketujuh kehamilan mereka.

13. Membutuhkan Perawatan Khusus

stretch mark pada ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Fakta stretch mark pada ibu hamil yang selanjutnya adalah membutuhkan perawatan khusus. Meski menurunkan berat badan pada tahap awal stretch mark bisa membantu menguranginya, olahraga tidak akan membuat stretch mark hilang.

Hanya dengan perawatan khusus, maka stretch mark dapat berangsur-angsur berkurang.

Baca Juga: 7 Jenis Gendongan Bayi Sesuai Usia dan Berat Badan Serta Plus Minusnya

14. Rawat Stretch Mark Baru saat Muncul

Fakta stretch mark pada ibu hamil yang selanjutnya adalah segera rawat stretch mark saat baru muncul. Jika Moms tidak dapat sepenuhnya mencegah stretch mark pada kulit kita, Moms dapat bekerja untuk meminimalkan penampilannya agar tidak terlalu terlihat dalam jangka panjang.

Buatlah janji dengan dokter atau dokter kulit untuk mendiskusikan pilihan jika Moms memiliki stretch mark baru. Dokter dapat membantu menentukan apa yang menyebabkan tanda tersebut, dan mereka mungkin dapat menyarankan pilihan pengobatan yang bekerja paling baik pada bekas luka baru.

15. Bisa Diatasi Menggunakan Teknik Pemijatan

mengurangi stretch mark

Foto: Orami Photo Stock

Fakta stretch mark pada ibu hamil yang selanjutnya adalah dapat diatasi dengan teknik pijatan. Teknik pemijatan umum pada area stretch mark juga akan membantu memecah jaringan parut yang telah terakumulasi dan juga meningkatkan sirkulasi darah, yang akan membantu mengurangi tampilan stretch mark.

Moms bisa menggunakan minyak esensial atau krim khusus untuk membantu pemijatan.

16. Pengelupasan Kulit Bisa Membantu

Fakta stretch mark pada ibu hamil yang selanjutnya adalah pengelupasan kulit bisa membantu. Karena pengelupasan kulit atau yang lebih dikenal dengan exfoliating atau scrub dapat membantu menghilangkan sel-sel kulit lama dan menggantinya dengan jaringan baru, cara ini juga bagus untuk membantu menghilangkan bekas stretch mark.

17. Bisa Oleskan Krim Retinoid

krim untuk stretch mark

Foto: Orami Photo Stock

Fakta stretch mark pada ibu hamil yang selanjutnya adalah oleskan krim retinoid. Krim retinoid adalah obat topikal yang berasal dari vitamin A. Penampilan kulit bisa membaik setelah menggunakan retinoid, terutama jika stretch mark relatif baru.

Krimnya membantu membangun kembali kolagen di kulit kita dan membuat bekasnya terlihat lebih seperti bagian kulit yang lain.

Bicarakan dengan dokter tentang perawatan ini jika Moms sedang hamil atau menyusui, karena sebagian besar dokter setuju bahwa retinoid topikal tidak boleh digunakan selama kehamilan atau saat menyusui karena rasio risiko-manfaatnya masih dipertanyakan.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Aloe Vera Gel Korea yang Bebas Alkohol

18. Bisa Diatasi dengan Mengoleskan Aloe Vera

Fakta stretch mark pada ibu hamil yang selanjutnya adalah bisa diatasi dengan mengoleskan aloe vera. Aloe vera adalah tanaman yang membantu meregenerasi jaringan kulit dan memiliki khasiat penyembuhan yang ajaib.

Ambil gel segar dari daunnya dan pijat ke area yang mengalami stretch mark dan biarkan selama 20-30 menit. Lakukan setiap hari dan bersihkan dengan air hangat.

19. Timun dan Jus Lemon Bisa Membantu

mengatasi stretch mark

Foto: Orami Photo Stock

Fakta stretch mark pada ibu hamil yang selanjutnya adalah timun dan jus lemon bisa membantu. Keasaman alami jus lemon membantu menyembuhkan dan mengurangi bekas luka dan jus mentimun memberikan efek menenangkan yang membuat kulit kita segar.

Campur air jeruk nipis dan jus mentimun di bagian yang sama, dan oleskan campuran tersebut pada area yang terkena hingga terserap oleh kulit. Biarkan di kulit kita selama kira-kira. 10 menit setelah itu Moms bisa membilasnya menggunakan air hangat.

20. Gunakan Masker dan Minyak Aprikot

Fakta stretch mark pada ibu hamil yang selanjutnya adalah gunakan masker dan minyak aprikot. Aprikot memiliki kecenderungan pengelupasan yang hebat, yang membuatnya sangat efektif untuk menyembuhkan stretch mark.

Ambil 2-3 buah aprikot, potong dan buang bijinya. Hancurkan buah menjadi pasta dan oleskan masker ini pada area yang terkena stretch mark dan biarkan selama 15 menit.

Dengan air hangat, cuci bersih dan ulangi prosesnya setiap hari selama sebulan untuk melihat hasilnya. Minyak aprikot murni memiliki khasiat peremajaan kulit dan karena itu membantu mengurangi stretch mark. Pijat ke kulit dengan jus lemon untuk hasil yang efektif.

21. Akan Memudar setalah Melahirkan

menghilangkan stretch mark

Foto: Orami Photo Stock

Fakta stretch mark pada ibu hamil yang selanjutnya adalah akan memudar setelah melahirkan. Setelah melahirkan, stretch mark biasanya memudar menjadi warna keperakan, dan mungkin hampir tidak terlihat dari seiring dengan berjalannya waktu. Tetapi jika Moms masih tidak senang dengan penampilan mereka, dokter kulit mungkin bisa membantu.

Krim Retin-A atau Renova adalah resep yang mungkin akan diberikan untuk meminimalkan munculnya stretch mark. Namun, ini paling efektif jika tanda tersebut masih baru, jadi jika Moms tertarik, bicarakan dengan dokter kulit Moms segera setelah bayi lahir ya.

Baca Juga: Sindrom Baby Blues: Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

22. Stretch Mark Tidak Bisa Dicegah

Meskipun Moms berusaha sebisa mungkin untuk menghindari stretch mark, tidak ada cara yang terbukti ampuh untuk mencegah atau menghentikannya dari seluruh tubuh kita. Jadi, jangan menghabiskan banyak uang untuk terapi yang belum terbukti ampuh dan berhasil ya Moms.

Menjaga kulit tetap terhidrasi dengan losion atau krim yang kaya selalu merupakan ide yang bagus, terutama jika krim tersebut membuat kulit Moms terasa lebih baik, terlihat lebih halus dan lebih kencang, dan membantu rasa gatal yang bisa menyertai perut yang membesar. Sebaiknya simpan saja uang Moms untuk perawatan pasca melahirkan.

Bagaimana cara Moms mengatasi stretch mark pada ibu hamil? Apakah ada cara turun-temurun dari orang tua?

Artikel Terkait