COVID-19
1 September 2020

Tepat 100 Dokter Meninggal karena Covid, Ini Penyebabnya

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat bahwa sebanyak 100 dokter meninggal dunia setelah berjuang melawan COVID-19.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Dina Vionetta

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat bahwa sebanyak 100 dokter meninggal dunia setelah berjuang melawan COVID-19. Ungkapan bela sungkawa tersebut disampaikan IDI melalui akun Instagram pribadinya @PBIDI pada Senin (31/1/2020).

Baca Juga: Dokter RSUD Dr Soetomo Meninggal Karena Terpapar COVID-19

Membentuk Tim Khusus

Tepat 100 Dokter Meninggal karena Covid, Ini Penyebabnya

Foto: Orami Photo Stocks

Terkait gugurnya 100 dokter Indonesia akibat COVID-19, IDI lantas membentuk tim khusus yang bertugas untuk mengaudit dan menginvestigasi terkait kematian 100 dokter tersebut. Selain membentuk tim khusus, IDI juga melakukan langkah pencegahan sekaligus mitigasi agar tidak ada lagi dokter yang tewas saat berjuang melawan COVID-19.

Ucapan duka juga disampaikan oleh Ketua Umum PB IDI, dr Daeng M Faqih yang meminta doa kepada masyarakat untuk rekan-rekannya yang meninggal dunia melalui akun Twiiter-nya. Daeng juga mengimbau agar perjuangan para dokter yang gugur ini menjadi teladan oleh semua pihak khususnya para tenaga medis agar selalu berkomitmen dan mengabdi kepada kemanusiaan.

"Dan kita juga agar tidak putus-putusnya berdoa bagi semua kawan-kawan sejawat kita sebagai garda terdepan yang sedang berjuang membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan pertolongan dalam perawatan Covid-19," kata Daeng dalam cuitannya.

Baca Juga: Dari Persatuan Dokter Emergensi Indonesia, Ini Panduan Mencuci Tangan untuk Hindari Virus COVID-19

Penyebab Meninggalnya 100 Dokter

Menurut Firdza Radiany, inisiator spektrum sains dan ekosos Pandemic Talks mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan 100 dokter di Indonesia meninggal dunia saat menangani COVID-19.

1. Sistem dan Kapasitas Rumah Sakit yang Tidak Memadai

Tepat 100 Dokter Meninggal karena Covid, Ini Penyebabnya

Foto: Orami Photo Stocks

Menurut data, occupancy rate nasional mencapai 41 persen. Dan tercatat, sudah ada 14 provinsi di Indonesia yang melebihi kapasitas nasional. Bahkan, di beberapa wilayah seperti Papua, occupancy rate-nya sudah mencapai 107 persen.

Occupancy rate adalah ketersediaan kamar tidur rumah sakit untuk pasien COVID-19. Cara menghitung occupancy rate ialah jumlah pasien yang dirawat dibagi jumlah ketersediaan tempat tidur di rumah sakit.

2. Jam Kerja Tenaga Medis yang Berlebihan

Tepat 100 Dokter Meninggal karena Covid, Ini Penyebabnya

Foto: Orami Photo Stocks

Jika sebuah rumah sakit telah melebihi standar persentase occupancy rate nasional, maka jam kerja para tenaga medis pun jadi berlebihan.

"Load kerja penuh, mungkin perlu ditelaah lagi sistem kerja maksimal 6 jam dan shifting time-nya," ujar Firdza seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga: Jangan Panik, Mayoritas Kasus Virus Corona COVID-19 Ringan dan Bisa Disembuhkan

Penanganan yang Harus Dilakukan

Pandemic Talks memberikan beberapa saran dan rekomendasi terkait hal-hal apa saja yang harus dilakukan pemerintah dalam menyeimbangkan kadar occupancy rate.

1. Menekan Jumlah Kasus

Tepat 100 Dokter Meninggal karena Covid, Ini Penyebabnya

Foto: Orami Photo Stocks

Menurut Badan Organisasi Dunia, standar occupancy rate nasional idealnya adalah 5 persen. Tentunya diperlukan usaha untuk menekan laju penyebaran COVID-19 agar jumlah kasus tidak bertambah dan occupancy rate meningkat. Sebab, jika jumlah kasus COVID-19 semakin meningkat maka ketersediaan kamar tidur di rumah sakit kian berkurang.

2. Fokus Pada Pencegahan Kasus

Tepat 100 Dokter Meninggal karena Covid, Ini Penyebabnya

Foto: Orami Photo Stocks

Pandemic Talks juga menyarankan pemerintah untuk lebih fokus pada pencegahan jumlah kasus dan jumlah pasien yang aktif bukan fokus pada persentase kesembuhan dan penurunan kasus aktif.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara membuat kebijakan-kebijakan tertentu seperti denda, membatasi mobilitas antar provinsi, dan lainnya.

3. Mulai Serius Menangani Wilayah yang Memiliki Tingkat Occupancy Rate Tinggi

Tepat 100 Dokter Meninggal karena Covid, Ini Penyebabnya

Foto: Orami Photo Stocks

Pemerintah harus mulai memperhatikan wilayah-wilayah di Indonesia yang memiliki tingkat occupancy rate tinggi seperti Papua. Salah satunya dengan membangun rumah sakit khusus, menambah rumah sakit rujukan pasien COVID-19, dan alih fungsi bangunan menjadi rumah sakit.

Tak lupa, pemerintah juga harus memperhatikan fasilitas pasien seperti kamar tidur, faskes, nakes dan lainnya.

Itulah penyebab hingga pencegahan yang bisa dilakukan untuk menekan laju penyebaran COVID-19. Jangan lupa untuk selalu mempraktikkan protokol kesehatan ya, Moms.

Artikel Terkait