NEWBORN
23 November 2020

Merangsang dan Mengatasi Let Down Reflex (LDR), Kunci Utama Semburan ASI

Mandi air hangat sebelum menyusui bisa memicu LDR lho Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya
Disunting oleh Intan Aprilia

Ketika menyusui, pernahkah Moms merasakan payudara menjadi kencang dan ASI menyembur dengan deras? Kondisi ini dinamakan Let Down Reflex (LDR).

LDR merupakan refleks yang terjadi ketika saraf di payudara Moms terangsang karena isapan bayi dan sinyal pelepasan oksitosin, hormon yang mendorong otot-otot kecil di sekitar sel-sel yang memproduksi ASI untuk berkontraksi, mengalirkan ASI ke dalam saluran ASI.

Saraf kecil pada puting berperan dalam let down reflex. Ketika bayi sedang menghisap puting payudara, saraf ini akan terangsang dan menyebabkan hormon dilepaskan ke aliran darah kita.

Let down reflex umumnya terjadi sebagai respons terhadap bayi yang mengisap puting payudara. Ketika Moms mendengar, melihat, atau memikirkan Si Kecil pun LDR bisa terjadi.

LDR tidak hanya muncul saat Moms menyusui. Ketika Moms memompa ASI pun, LDR bisa terjadi. Let down reflex juga bisa dipicu dengan menyentuh area payudara dan puting dengan jari-jari atau dengan menggunakan pompa payudara.

Baca Juga: 5 Faktor Penyebab Ibu Menyusui Kesulitan Memberi ASI Eksklusif

Melihat foto bayi dan mendengar suara tangisannya juga dipercaya bisa memicu terjadinya let down reflex.

Let down reflex biasanya terjadi 2 atau 3 kali sehari atau sesuai waktu menyusui. Namun, refleks ini tidak selalu konsisten, tetapi setelah beberapa minggu menyusui secara teratur, ini menjadi respons otomatis.

Selain itu, let down reflex juga dapat terjadi dengan adanya stimulasi payudara lainnya.

Cara Memicu atau Merangsang Let Down Reflex

cara memicu let down reflex

Foto: Orami Photo Stock

Menurut International Journal of Science and Research, let down reflex sangat penting karena merupakan salah satu kunci keberhasilan menyusui.

Refleks ini memungkinkan ASI mengalir keluar dari payudara ke bayi. Sehingga ketika dapat bekerja dengan baik, bayi akan mendapatkan cukup ASI untuk merasa kenyang, menambah berat badan, dan tumbuh dengan sehat.

Saat Moms dan Si Kecil memulai proses menyusui, banyak sensasi dan pikiran yang dapat memicu let down reflex. Kebocoran ASI mungkin memalukan bagi Moms, tetapi itu akan berhenti setelah menyusui.

Ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk membantu memicu dan merangsang LDR. Apa saja? Yuk kita lihat daftarnya!

1. Mandi Air Hangat

Mandilah menggunakan air hangat atau gunakan handuk hangat dan lembab untuk mengelap payudara sebelum mulai menyusui.

2. Pijat Area Payudara

Pijat lembut payudara Moms selama beberapa menit sebelum mulai menyusui dan lanjutkan ketika menyusui. Duduk atau berbaring dengan nyaman di tempat yang tenang dan jauh dari gangguan.

Saat hendak memerah ASI, Moms bisa lakukan pemijatan terlebih dahulu.

3. Rileks

Cobalah buat tubuh dan pikiran Moms lebih rileks, sehingga Moms merasa tenang dan bebas dari stress.

Pikiran yang rileks akan memudahkan Moms mendapatkan volume asi yang memadai.

Baca Juga: 6 Manfaat Minyak Zaitun untuk Pijat Payudara

4. Konsumsi Suplemen

Jika Moms masih merasa kurang nyaman karena persalinan, Moms dapat mengkonsumsi suplemen.

Tylenol atau Motrin sekitar 30 menit hingga 1 jam sebelum waktu menyusui.

5. Kontak Fisik

Studi oleh Journal of Family Health membutikan kontak fisik juga dapat menstimulasi asi ketika menyusui. Si Kecil di dada Moms dalam kontak langsung skin-to-skin. Lihat, sentuh, dan cium Si Kecil.

Lakukan rutinitas yang sama sebelum setiap sesi menyusui. Let down reflex adalah refleks yang dapat Moms biasakan kepada tubuh Moms untuk dilakukan pada waktu-waktu tertentu (waktu menyusui).

Moms hanya harus konsisten melakukannya, sehingga tubuh dapat mengenali sinyal yang berarti Moms siap untuk menyusui.

6. Mandi Air Hangat

Kompres air hangat pada payudara sebelum memompa ASI juga bisa memicu LDR. Mandi air hangat sebelum memerah ASI pun bisa sangat membantu Let down reflex bisa sangat kuat, terutama pada awal menyusui.

Cara Menangani Let Down Reflex yang Tidak Terduga

cara menangani let down reflex

Foto: Orami Photo Stock

Para ibu mungkin menyadari kalau let down reflex adalah kunci untuk mendapatkan volume ASI yang baik untuk Si Kecil. Apalagi kalau ASI tidak keluar, pasti membuat perasaan cemas untuk Si Ibu.

Aliran ASI yang cepat ini dapat mengganggu proses menyusu Si Kecil, tetapi itu tidak berarti Moms mengalami kelebihan ASI. Berikut ini cara untuk menangani let down reflex.

1. Memerah ASI

Bagi Moms yang mengalami LDR, sebelum menyusui lakukan perah ASI. Biarkan semburan ASI pertama terjadi sebelum meletakkan bayi di payudara.

2. Atur Posisi

Ketika semburan asi terus keluar, cobalah atur posisi. Coba terapkan posisi menyusui laid back. Berbaring telentang dan letakkan bayi di atas tubuh Ibu.

Gaya ini agar bayi menyusui berlawanan gravitasi dan akan membantu memperlambat aliran ASI, sehingga bayi akan lebih nyaman saat menyusui.

Baca Juga: Kenali Kondisi Mastitis, Payudara Bengkak dan Sakit pada Ibu Menyusui

3. Sendawakan Bayi

Apabila bayi sedang menyusui, bantu badan bayi ditegakkan agar mengeluarkan udara yang mungkin tertelan. Ini juga agar bayi tidak mudah tersedak.

Kondisi ini dapat dikelola dengan memerahnya sebelum mulai menyusui, baringkan dan sendawakan Si Kecil setelah beberapa menit pertama menyusui Tersedak saat menyusui jangan disepelekan ya, Moms.

4. Gunakan Satu Sisi Payudara

Saat menyusui, usakan Moms menggunakan satu sisi payudara. Ini untuk menjaga kestabilan volume ASI dan tidak terjadi let down reflex.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengatasi Puting Lecet Akibat Menyusui?

Cara Mengatasi ASI Berlimpah

mengatasi asi berlimpah

Foto: Orami Photo Stock

Memiliki volume ASI yang cukup memang patut disyukuri. Tak jarang, banyak ibu di luar sana yang mengalami kesulitan dalam memperoleh ASI yang cukup.

ASI yang berlimpah dapat dimanfaatkan, lho. Berikut ini cara untuk mengatasi ASI berlimpah saat menyusui,

1. Ambil Lap Dingin

Letakkan lap di payudara untuk membantu mengatasi ASI berlimpah. Jangan gunakan air hangat ya, karena ini akan merangsang cairan ASI.

Lap dingin dapat menghambat keluarnya asi yang berlebihan ketika menyusui, Moms.

2. Dangle Feeding

Dangle Feeding dapat membantu mengeringkan payudara secara efisien. Ini juga membantu mencegah masalah pada saluran ASI seperti tersumbat atau mastitis.

3. Pompa ASI

Apabila Moms sedang menyusui dan memompa ASI, sebaiknya lakukan saat sedang menyusui Si Kecil ya.

Karena jika dilakukan saat selesai menyusui, ini akan meningkatkan produksi ASI. Bila payudara bengkak akan merasakan tidak nyaman pada tubuh.

Moms bisa memerah dengan tangan hingga ASI merasa tercukupi.

Baca Juga: Selain Katuk, Ketahui 5 Makanan Pelancar ASI Ini

4. Breast Shells

Apabila ASI tak kunjung reda, gunakan breast shells untuk menambahkan stok ASI. Breast shells memiliki permukaan yang lembut dan rasa nyaman.

Dengan penggunaan breast shells, maka puting akan terhindar dari gesekan pakaian atau bra, sehingga mencegah iritasi pada puting yang sensitif.

5. Donasi ASI

Donasi ASI dapat menjadi pilihan Moms untuk mengatasi ASI yang berlebih. Donor ASI kerap dijadikan solusi untuk memberikan ASI pada ibu yang tidak dapat menyusui.

Namun sebelum mendonor ASI, konsultasikan dengan dokter kandungan dulu ya, Moms. Agar kualitas ASI dapat dicek terlebih dahulu.

Baca Juga: 6 Perlengkapan Menyusui Wajib Punya Agar Tetap Nyaman

Selain itu, Moms dapat menyusui secara teratur, memberi tekanan kuat pada payudara saat merasakan sensasi pertama let down reflex, menggunakan bantalan payudara dan memakai pakaian yang menyamarkan noda ASI.

Itulah beberapa hal cara yang bisa Moms lakukan untuk mengatasi let down reflex dan mengatasi semburan ASI. Selamat mencoba!

Artikel Terkait