GAYA HIDUP
14 Juli 2020

11 Ciri Madu Asli, Jangan Terkecoh dengan yang Palsu ya!

Lakukan tes-tes ini untuk menguji kemurnian madu
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Carla Octama

Madu dikenal dengan khasiatnya untuk kesehatan. Menurut The European Food Information Council, madu punya kandungan antibakteri, antiinflamasi, hingga antioksidan yang baik untuk kesehatan.

Tidak heran, banyak orang yang meminum madu untuk menjaga daya tahan tubuh mereka ya Moms. Tapi Moms, tidak semua madu yang beredar di pasaran itu madu murni, lho.

Ada madu yang dicampur dengan bahan lain seperti glukosa, dekstrosa, molasses, sirop gula, invert sugar, sirop jagung, pati, tepung, dan sebagainya.

Tujuannya adalah untuk mengambil keuntungan lebih. Alih-alih menyehatkan, madu palsu ini malah bisa menimbulkan penyakit.

Ciri Madu Asli

Karena itu, yuk, kenali ciri madu asli dibandingkan madu palsu, Moms!

Baca Juga: 3 Manfaat Hebat Madu untuk Kesehatan Jantung

1. Tidak Lengket

Jika Moms menggosok-gosokkan madu menggunakan dua jari, madu asli cenderung tidak lengket.

Berbeda dengan madu palsu yang agak lengket karena mengandung pemanis dan bahan tambahan.

Selain itu, madu asli yang digosokkan dengan cara tadi akan menyerap ke dalam kulit. Kalau Moms merasakan ada butiran yang tertinggal, jangan beli madu tersebut.

2. Sangat Kental

Kalau botol madu digoyangkan, madu akan bergerak dengan sangat lambat karena teksturnya sangat kental.

Jika madu bisa bergerak dengan cepat dan ringan, bisa jadi itu madu oplosan.

3. Mengalir Lancar

shutterstock_764193367.jpg

Coba tuangkan madu bersuhu ruangan ke permukaan datar dengan sendok.

Jika madu mengalir tanpa putus dan membentuk gumpalan saat sampai di permukaan dengan lapisan yang menghilang cepat, bisa dipastikan itu madu asli.

Madu palsu atau madu asli yang kurang berkualitas (kandungan airnya di atas 20 persen) akan mengalir terputus-putus.

Madu premium memiliki kandungan air kurang dari 18 persen, bahkan 14 persen, sehingga masa simpannya panjang.

Jika ingin membandingkan kandungan air dua madu berbeda (madu di suhu ruang), balikkan saja botolnya.

Kalau gelembung udara di dalam madu naik dengan cepat, berarti kandungan airnya lebih banyak.

4. Tidak Mudah Larut dalam Air

Siapkan segelas air lalu tuangkan sesendok madu ke dalamnya.

Madu asli tidak mudah larut dalam air dan akan mengendap di dasar gelas, sementara madu palsu cepat menyatu dengan air.

Baca Juga : Mengatasi Heartburn dan 3 Manfaat Lain Madu untuk Kesehatan Ibu Hamil

5. Rasa dan Warna

Rasa madu asli tidak tertinggal di lidah, berbeda dengan madu palsu.

Namun soal intensitas rasa, madu memang memiliki rasa dan warna yang berbeda-beda tergantung bunga yang diambil nektarnya oleh si lebah.

Biasanya madu yang berwarna terang memiliki rasa yang lebih ringan dan madu yang berwarna gelap memiliki rasa lebih pekat.

Rasa memang soal selera, bukan kualitas. Namun, secara umum, warna madu yang lebih gelap menunjukkan pH dan kandungan mineral seperti potassium, klorin, sulfur, zat besi, mangan, magnesium, dan sodium yang lebih tinggi.

6. Tidak Berbuih Jika Dipanaskan

shutterstock_764193367.jpg

Madu asli akan berkaramelisasi dengan cepat saat dipanaskan, namun tidak berbuih.

Busa biasanya akan muncul pada madu palsu karena ada tambahan kelembapan, gula, dan air

7. Tes Korek Api

Celupkan korek api ke dalam madu, lalu nyalakan seperti biasa.

Kalau madu tersebut asli, api akan menyala dengan mudah. Jika tidak, kemungkinan madu tersebut palsu karena mengandung air.

8. Tes Roti

Coba oleskan madu ke selembar roti tawar. Jika madu tersebut asli, roti akan menjadi keras dalam beberapa menit. Namun kalau madu tadi palsu, roti akan menjadi basah.

9. Tes Daya Serap

shutterstock_311400119.jpg

Madu asli yang diteteskan ke kertas minyak tidak akan terserap, berbeda dengan madu palsu.

Saat dituangkan ke kain putih, madu asli juga tidak meninggalkan noda seperti madu oplosan.

Baca Juga : 4 Manfaat Madu Bagi Kesehatan Anak

10. Kejernihan

Madu palsu tampak bersih, sedangkan madu asli bisa tampak keruh karena mengandung pollen dan kadang-kadang bagian tubuh lebah.

Namun, tidak semua madu yang jernih itu madu oplosan.

Seringkali madu asli dipanaskan dan disaring berkali-kali untuk menghasilkan madu yang bersih dan lebih awet, sehingga lebih menarik untuk dijual.

Bagaimanapun juga, kita tidak dapat merasakan manfaat pollen, propolis, dan zat alami lainnya pada madu yang jernih.

Kalau mau madu dengan manfaat optimal, pilih madu berlabel raw, tanpa pasteurisasi, atau difilter minimal.

11. Tes Kuning Telur

Masukkan madu ke dalam wadah, tambahkan kuning telur, dan aduk.

Kuning telur akan tampak matang jika madu tersebut asli, sedangkan madu palsu tak berefek apa-apa.

Membedakan madu asli dan palsu memang sulit, bahkan bagi ahlinya sekalipun.

Cara-cara di atas bisa dicoba, namun kadang tidak bisa dipukul rata karena ada beragam jenis madu yang memiliki karakteristik berbeda.

Satu-satunya metode yang dapat mengukur kualitas madu secara pasti adalah tes laboratorium.

Bila Moms masih memerlukan informasi tambahan seputar kesehatan, Moms bisa bergabung dengan komunitas dan mengikuti Kuliah WhatsApp (KulWAP) dengan expert di WhatsApp Group Orami Moms Community.

Selain mengikuti KulWAP, di WhatsApp Group Orami Moms Community, Moms bisa berkonsultasi dengan para ahli, seperti psikolog, dokter kandungan, dokter anak, konselor laktasi, konselor pernikahan, dan lain sebagainya.

orami wag

Moms juga bisa saling bertukar cerita dengan ibu-ibu lainnya, lho! Jadi Moms akan mendapatkan banyak teman, sekaligus informasi baru.

Moms bisa langsung add WhatsApp di nomor 0811-8852-250 atau klik link ini untuk informasi lebih lanjut.

Yuk gabung WhatsApp Group Orami Moms Community untuk mendapatkan berbagai keuntungan!

Artikel Terkait