BAYI
4 Mei 2020

11 Penyebab Kelahiran Prematur yang Harus Moms Ketahui

Waspadai hal-hal berikut ini ya Moms.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Penyebab kelahiran prematur pada bayi bisa jadi adalah faktor yang tidak bisa kita ketahui.

Bayi yang lahir prematur adalah bayi yang lahir sebelum usianya mencapai 32 minggu.

Umumnya bayi yang lahir prematur tidak seperti bayi normal lainnya dan bisa memiliki banyak masalah kesehatan.

Bayi prematur tidak hanya memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil daripada bayi pada umumnya, namun juga memiliki berbagai masalah fisik dan perkembangan ke depannya.

Penyebab Kelahiran Prematur pada Bayi

bayi prematur

Foto: futurity.org

Bayi yang dilahirkan prematur lebih banyak mengalami komplikasi medis. Komplikasi tersebut dapat bervariasi. Semakin awal bayi lahir, maka risiko komplikasinya semakin tinggi. Lalu, apa penyebab bayi prematur?

Sebetulnya, penyebab bayi prematur tidak dapat diidentifikasi. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur. Berikut ini faktor-faktor risiko tersebut.

Baca Juga: Ini Masalah Kesehatan yang Sering Dialami Bayi Prematur

1. Preeklampsia

Preeklampsia merupakan kondisi yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, dan adanya protein dalam urin selama kehamilan. Jika tidak diobati dengan tepat, preeklampsia dapat menyebabkan kelahiran prematur.

2. Serviks dan Rahim Abnormal

Bentuk rahim abnormal atau serviks yang terbuka sebelum waktu persalinan yang tepat, dapat menyebabkan kontraksi dimulai lebih awal. Hal tersebut tentu dapat menyebabkan bayi lahir prematur.

3. Riwayat Bayi Prematur dalam Keluarga

Riwayat dan gen keluarga memiliki pengaruh dalam kelahiran prematur. Jika ada anggota keluarga, termasuk Moms, yang mempunyai riwayat kelahiran prematur dalam keluarga, maka hal tersebut dapat memengaruhi persalinan kita kelak.

Baca Juga: Mengenal Retinopati Prematuritas, Risiko Kebutaan Pada Bayi Prematur

4. Umur

Umur dapat memengaruhi peluang kita dalam melahirkan bayi prematur. Seorang ibu remaja yang berusia kurang dari 17 tahun, memiliki kemungkinan besar melahirkan bayi prematur.

Selain itu, jika berusia 35 tahun ke atas, maka ada kemungkinan pula akan melahirkan bayi prematur. Risiko pun semakin meningkat jika kita berusia 40 tahun ke atas.

5. Infeksi Tertentu

Infeksi pada vagina, seperti vaginosis bakteri ataupun infeksi lainnya, dapat meningkatkan kemungkinan bayi lahir prematur.

6. Hipertensi

Jika tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 mmHg, maka Moms mengalami hipertensi. Kondisi tekanan darah tinggi ini memberi efek pada pertumbuhan bayi, yang dapat menyebabkan kelahiran prematur.

7. Diabetes

Sekitar 5-10% wanita hamil mengalami diabetes gestasional. Kondisi ini membuat Moms berisiko melahirkan bayi prematur.

8. Kehamilan Kembar

Jika mengandung bayi kembar, maka peluang kita untuk melahirkan bayi prematur meningkat. Sekitar 60% bayi kembar, dan 90% bayi kembar tiga, biasanya lahir dalam kondisi prematur.

9. Aborsi

Jika pernah menjalani aborsi pada kehamilan sebelumnya, maka Moms berisiko melahirkan bayi prematur pada kehamilan selanjutnya.

Risiko semakin meningkat, jika kita hamil dalam waktu enam bulan setelah aborsi.

10. Keguguran

Jika pernah mengalami keguguran pada kehamilan sebelumnya, maka ada kemungkinan akan menjalani persalinan prematur. Risiko pun meningkat jika keguguran terjadi di akhir kehamilan.

Baca Juga: Kapan Bayi Prematur Mulai Belajar Berjalan?

11. Konsumsi Alkohol dan Merokok

Mengonsumsi alkohol dan kebiasaan merokok dapat menyebabkan kelahiran prematur. Tak hanya perokok aktif, perokok pasif juga berbahaya bagi kehamilan.

Selain itu, kebiasaan ini dapat pula menyebabkan berbagai komplikasi lain, seperti masalah plasenta, bahkan kematian bayi.

Rutinlah memeriksakan kandungan ke dokter, terutama jika berisiko melahirkan bayi prematur. Konsultasikanlah mengenai hal tersebut pada dokter. Selanjutnya, dokter akan memantau kesehatan ibu hamil dan janin.

Jagalah selalu kesehatan kita dan kandungan. Tidak boleh stres, karena hal ini hanya akan memperburuk keadaan kandungan. Selain itu, perbanyaklah nutrisi selama kehamilan, agar kandungan kita tetap kuat dan terhindar dari berbagai masalah.

Ditinjau oleh dr. Widiastuti

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait