NEWBORN
16 Juli 2017

2 Gangguan Kulit Mengganggu karena Sepatu Bayi

Pilih alas kaki yang terbaik untuk si kecil agar tidak terjadi hal ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Sepatu bayi dibuat untuk menghangatkan dan melindungi telapak kaki si kecil dari lantai yang kasar dan dingin. Ada banyak sekali model alas kaki bayi yang dijual di pasaran, mulai dari sepatu berbahan lembut hingga yang berbahan keras seperti kulit. Baik yang berbahan lembut atau kulit, keduanya boleh dipilih asal nyaman di kaki bayi yang akan menggunakannya setiap hari.

Nah, terkait dengan sepatu bayi yang penggunaannya rutin dan hampir setiap hari, Mama perlu mengetahui bahwa telapak kaki buah hati juga bisa mengalami 2 jenis gangguan kulit yang disebabkan oleh bentuk dan ukuran sepatu bayi yang tidak nyaman :

1. Blister atau kulit melepuh

Pernah tidak Mama merasakan sensasi perih karena gesekan telapak kaki dengan sisi dalam sepatu? Rasa perih itu diakibatkan oleh kulit yang melepuh, dan ini juga bisa terjadi pada bayi.

Orang tua yang sudah memakaikan sepatu bayi sejak ia mulai merangkak perlu mengetahui bahwa sepatu yang tidak nyaman merupakan tersangka utama dari kulit melepuh ini. Bayi akan memberitahu Mama bahwa kakinya sedang sakit melalui tangisan.

Solusinya, Mama bisa mengurangi intensitas penggunaan sepatu untuk beberapa hari supaya kulit yang terluka bisa mengering, mengelupas, dan sembuh. Hindari tindakan memencet blister karena bisa menyebabkan infeksi berkelanjutan, dan jangan lupa oleskan krim antiseptik agar kulit yang mengelupas bisa menutup kembali.

Baca Juga : 5 Manfaat Sepatu Bayi Bersol Lembut

2. Athlete’s foot

Nama lain dari gangguan kulit ini adalah “kaki atlet” yang bisa dilihat dari tumbunya jamur dan bakteri di sela-sela jari. Pada umumnya, athlete’s foot ini akan terjadi jika si kecil sering berenang atau bermain air sehingga kuman yang menempel akan menumpuk di sela-sela jari. Bakteri ini juga bisa muncul dan tumbuh karena udara pengap di dalam sepatu bayi, membuat si kecil merasa gatal karena ruam yang ditimbulkan.

Untuk menghindarinya, Mama bisa memakaikan kaus kaki dengan bahan berdaya serap yang baik seperti katun. Saat akan memakaikan kaus kaki atau sepatu bayi, pastikan sela-sela jari yang sudah dalam keadaan bersih dan kering.

Jika bakteri sudah melebihi batas, Mama bisa membawa si kecil ke dokter agar mendapatkan perawatan yang tepat karena beberapa obat oles tidak bisa diberikan pada telapak kaki bayi.

Nah, setelah mengetahui kedua gangguan kulit karena sepatu bayi di atas, Mama kini bisa mengantisipasi dengan membeli alas kaki yang berukuran pas dan memastikan kebersihan dari sepatu bayi.

Alas kaki bayi juga baiknya yang memiliki ventilasi, sehingga ada aliran udara yang masuk ke sela-sela jari untuk mengurangi kemungkinan tumbuhnya jamur dan bakteri penyebab gangguan kulit.

Artikel Terkait