2-3 TAHUN
20 Mei 2019

3 Cara Cegah Balita Alami Stunting

Moms, hati-hati, anak dapat terkena kondisi stunting. Lakukan hal ini untuk mencegah stunting.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla
Disunting oleh Carla

Moms, masalah pada anak pasti membuat orangtua resah, apalagi jika masalah tersebut mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.

Salah satu masalah tersebut adalah stunting, yang menyebabkan anak punya perawakan pendek.

Anak bisa dibilang terkena stunting jika tinggi badannya berada di bawah negatif 2 standar deviasi pada kurva tinggi menurut usia WHO.

Jadi, kalau anak memiliki badan yang pendek, tapi kenaikan panjang badannya konsisten tidak dapat disebut stunting.

Stunting dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan lainnya yang berdampak pada anak ke depannya.

Seperti kurangnya kemampuan mental dan kapasitas untuk belajar, kesulitan untuk mengikuti pelajaran di sekolah, hingga risiko terkena penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas.

Melihat banyak hal yang bisa dialami anak karena stunting, ada beberapa pencegahan yang bisa dilakukan. Hal ini diungkapkan langsung oleh dr. Caessar Pronocitro, Sp. A., M. Sc., seorang dokter spesialis anak.

1. Kebutuhan Nutrisi yang Cukup

cegah balita alami stunting dengan cara ini 1

Foto: huiji

Moms, menurut dr. Caessar, kebutuhan nutrisi yang cukup perlu dilakukan sejak awal kehamilan.

Ibu hamil harus mendapatkan asupan gizi dan rutin kontrol cek kandungan ke tenaga medis yang kompeten.

Setelah bayi lahir, Moms harus memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. ASI mencegah bayi mengalami kekurangan nutrisi.

Lalu, setelah 6 bulan, bayi diberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat dengan komposisi gizi yang seimbang, yaitu karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, lemak, dan buah.

Jangan sampai bayi hanya diberikan buah, melainkan harus menerima karbohidrat dan lemak sejak awal mendapatkan MPASI.

2. Lindungi Anak dari Infeksi dan Lingkungan yang Tidak Sehat

cegah balita alami stunting dengan cara ini 2

Foto: verywellfamily

Melindungi anak dari infeksi dengan imunisasi sesuai jadwal. Selain itu, jangan sampai anak terekspos dengan zat-zat berbahaya, terutama rokok karena memberikan dampak yang buruk untuk kesehatan.

Walaupun perokok tidak merokok di dekat anak, tetapi partikel rokok menempel di badan, rambut, mulut, baju, dinding, dan permukaan hingga 2 minggu dan terakumulasi terus-menerus sehingga tetap terhirup oleh anak.

Kondisi ini memberikan pengaruh negatif dan meningkatkan risiko sakit pada anak, terutama gangguan pernapasan seperti batuk, pilek, dan sesak napas.

Selain itu, lingkungan yang tidak bersih atau sanitasi yang buruk meningkatkan risiko anak terkena infeksi, seperti gangguan pencernaan. Infeksi yang berulang meningkatkan risiko stunting.

3. Berikan Stimulasi Psikososial yang Positif bagi Anak

cegah balita alami stunting dengan cara ini 3

Foto: theglobeandmail

Cara mencegah stunting pada anak adalah memberikan stimulasi psikososial yang positif bagi anak.

Caranya mudah kok Moms, yaitu dengan tummy time untuk merangsang bayi belajar berguling dan tengkurap.

Sering mengajak anak bicara dan bercanda saat menyusui, memberikan makan, atau menidurkan bayi juga merangsang kemampuannya berbicara.

Hindari penggunaan gadget sebagai alat stimulasi bagi anak. Bayi yang berusia di bawah 18 bulan tidak diperbolehkan menggunakan telepon genggam atau menonton televisi, kecuali video call.

Ketika anak berusia 18 bulan hingga 2 tahun dapat diperkenalkan dengan program belajar yang ada di telepon atau televisi tetapi harus didampingi orangtua dan tidak lebih dari 1 jam sehari.

Saat anak berusia 2-5 tahun, Moms bisa memberi waktu untuk bermain gadget tapi hanya 1 jam sehari, serta didampingi orangtua.

Karena dasarnya, ketika anak hanya menonton sendiri tanpa pengajaran orang lain secara langsung, maka sebenarnya anak tidak mempelajari apa-apa.

Jadi, Moms, tak perlu khawatir lagi dengan stunting, risikonya dapat berkurang dengan melakukan hal-hal di atas, ya!

(DG)

Artikel Terkait