PERNIKAHAN & SEKS
22 Juli 2019

3 Cara Cegah Sikap Manja Cucu pada Kakek-Neneknya

Komunikasi jadi kuncinya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tak dapat dipungkiri, komunikasi adalah aspek penting dalam kehidupan, termasuk di antaranya adalah komunikasi keluarga. Orang tua harus membina komunikasi yang baik dengan anak-anaknya, serta menjaga komunikasi dengan anggota keluarga lainnya, termasuk kakek dan nenek.

Pasalnya, adanya komunikasi yang efektif dapat meminimalisir kemungkinan pola asuh yang timpang antara orangtua dan kakek-nenek pada anak/cucu.

Hubungan kedekatan kakek-nenek dengan cucu sudah sewajarnya terjadi, apalagi jika anak merupakan cucu pertama di keluarga. Seluruh perhatian akan berpusat pada anak, menjadikan ia cucu kesayangan. Segala permintaan sang cucu akan dikabulkan oleh kakek dan neneknya.

Kerap kali pula kakek-nenek membelikan barang-barang yang menarik untuk cucu, walaupun sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Kenyataannya, kedekatan tersebut bisa menimbulkan sisi negatif yaitu anak tumbuh menjadi manja.

Baca Juga: Membangun Hubungan Istimewa Anak dan Kakek Nenek

Sikap manja anak tidak sama dengan anak yang menggemaskan. Seharusnya, anak diajarkan untuk mandiri dan disiplin sejak dini agar ia kelak tidak bergantung kepada orang lain.

Untuk itu, kebiasaan kakek-nenek yang sering memanjakan cucunya sebaiknya harus segera dihentikan karena dampak yang bisa terjadi akan besar di kemudian hari.

Psikolog Klinis Pramudita Tungga Dewi mengatakan, memanjakan artinya memperlakukan dengan kasih sayang dan sebagainya hingga menjadi manja. Kakek-nenek yang fokus memanjakan cucunya hanya berorientasi menyenangkan cucu tanpa memikirkan dampak bagi cucu.

"Tak hanya itu, mereka juga kadang bertindak di luar batas dari aturan yang ditetapkan orang tua,” ujar Pramudita pada Kulwap Orami Community, Jumat (21/6) lalu.

Lantas, bagaimana caranya untuk menghindari sikap manja cucu kepada kakek-neneknya? Yuk cari tahu di bawah ini Moms!

Baca Juga: Anak Selalu Dibela oleh Kakek dan Nenek, Bagaimana Menghadapi Situasi Ini?

1. Komunikasikan dengan Kakek-Nenek

grandparents-grandchildren.jpg

Foto: zerosixty.com.au

Untuk menghindari sikap manja cucu kepada kakek-neneknya, dibutuhkan komunikasi yang tepat antara Moms dan pasangan dengan orang tua (kakek-nenek).

Sebelumnya, pastikan Moms dan pasangan punya kesepakatan tentang pola asuh yang ingin diterapkan pada anak. Setelah ada kesepakatan antara Moms dan pasangan, maka selanjutnya bisa disampaikan pada orang tua (kakek-nenek).

"Isu pola asuh ini cukup sensitif sehingga lebih baik jika orang terdekat (anak sendiri) yang menyampaikan pada orang tua (kakek-nenek). Sehingga komunikasi dapat berjalan lebih baik dan mencegah ketersinggungan antara satu dengan yang lain,” lanjut Pramudita.

2. Komunikasikan Hal yang Terjadi pada Anak

Pentingnya Komunikasi untuk Hindari Sikap Manja Cucu pada Kakek-Neneknya-2.jpg

Foto: liveabout

Cara menghindari sikap manja cucu kepada kakek-neneknya selanjutnya adalah mengomunikasikan hal yang terjadi pada anak. Setelah kakek dan nenek memahami pola asuh serta aturan yang diterapkan oleh orang tua, maka selanjutnya Moms dan pasangan bisa mengkomunikasikan hal yang terjadi pada anak.

Cara ini dianggap efektif untuk membuat kakek-nenek menjadi lebih bijak dalam bersikap. Misalkan, saat anak sakit, maka Moms bisa menceritakan penyebab dan dampak yang terjadi.

Contohnya, anak sakit radang tenggorokan setelah makan cokelat sehingga harus dibawa berobat ke dokter. Jika perlu, sertakan bukti nyata foto atau video saat anak mengalami hal tersebut.

"Sehingga kakek-nenek menerima informasi yang nyata dan merasa dilibatkan dalam proses perkembangan anak,” ujar psikolog Pramudita yang saat ini aktif praktik sebagai associate di APDC (Analisa Personality Development Center).

Baca Juga: Kenali 5 Tipe Perilaku Kakek-Nenek pada Cucunya

3. Libatkan Kakek-Nenek dalam Kegiatan Cucunya

download.jpg

Foto: Parents.com

Cara menghindari sikap manja cucu kepada kakek-neneknya selanjutnya adalah libatkan kakek-nenek dalam aktivitas cucunya. Cara selanjutnya adalah membuat kegiatan yang melibatkan orang tua, kakek-nenek, dan anak/cucu. Kegiatan yang dilakukan bersama dapat lebih menguatkan hubungan dan mengenal satu sama lain.

Kakek-nenek dapat memahami aturan dan pola asuh orang tua, sebaliknya orang tua memahami cara interaksi kakek-nenek dengan anak mereka.

Nah, cara-cara tersebut dianggap membuat kakek-nenek dan orang tua mampu menyesuaikan satu sama lain. Manfaatkan hari libur untuk agar anak bertemu kakek-neneknya dan libatkan diri dalam hubungan kedekatan mereka.

Hal ini untuk tetap menjaga anak pada pola asuh yang tepat. Selamat mencoba!

(DG)

Artikel Terkait