BAYI
26 Maret 2020

3 Cara Membantu Kemampuan Duduk Bayi

Tummy time akan membantu kemampuan duduk bayi lebih maksimal!
Artikel ditulis oleh Gladys
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Pada umumnya, bayi sudah mulai bisa duduk pada usia mulai dari empat hingga sembilan bulan. Kemampuan bayi duduk juga dapat dilihat melalui beberapa tanda-tanda penting.

“Pastikan bayi telah memiliki kemampuan motorik yang spesifik, seperti bayi sudah dapat menopang lehernya, memiliki keseimbangan tubuh yang baik, dan kekuatan otot batang tubuh (torso),” ungkap Dr. Kurt Heyrman, seperti dikutip dari parents.com.

Tidak perlu memaksakan bayi untuk dapat segera duduk, biarkan fase duduk bayi berlangsung secara bertahap sesuai kemampuannya.

Namun, Moms dan Dads dapat membantu kemampuan duduk bayi dengan melakukan beberapa hal berikut.

Tummy Time

1 Tummy Time.jpg

Foto: The Honest Company – Unsplash.com

Salah satu cara terbaik untuk membantu kemampuan duduk bayi adalah dengan rutin melakukan tummy time. Moms dapat memposisikan bayi tengkurap di atas bidang datar yang dilapisi kain atau selimut lembut.

Untuk pertama kali, bayi baru lahir dapat melakukan tummy time sekitar lima menit per hari, lalu secara perlahan tingkatkan durasinya menjadi 20-30 menit per hari (saat usia bayi sudah 3-4 bulan).

Pastikan bayi melakukan tummy time hanya saat bayi terbangun dan Moms atau Dads berada di dekatnya untuk memastikan posisi tummy time bayi tidak membahayakan.

Baca Juga: Kapan Bayi Bisa Duduk Secara Mandiri?

Menurut American Academy of Pediatrics, melakukan tummy time secara rutin dapat menguatkan otot leher untuk membantu kemampuan duduk bayi. Kebiasaan ini juga dapat mencegah bayi mengalami kepala peyang.

Untuk memaksimalkan tummy time, Moms juga bisa meletakkan mainan favorit bayi atau benda yang menarik di dekat bayi (namun agak sulit dijangkau oleh bayi), untuk memotivasinya mengangkat kepala serta menggapai barang dengan tangannya.

Beri Bantuan

2 Beri Bantuan.jpg

Foto: The Honest Company – Unsplash.com

Saat bayi sudah mampu mengangkat lehernya, coba posisikan bayi telentang dan secara perlahan genggam kedua tangan baik untuk membantunya ke dalam posisi duduk.

Cara ini akan membantu kemampuan duduk bayi dengan membiasakan bayi mengetahui pergerakan apa yang dibutuhkan untuk dapat duduk dari posisi tidur.

Jika pada fase ini bayi sudah mulai lihai melakukan pergerakan untuk duduk, pastikan untuk selalu menempatkan bayi di bidang yang lembut dan empuk, agar saat bayi berusaha sendiri untuk duduk, bayi tidak mudah terluka atau terbentur.

Baca Juga: 5 Stimulasi Untuk Memaksimalkan Kemampuan Bayi Duduk

Menopang Punggung

3 Menopang Punggung.jpg

Foto: Henley Design Studio – Unsplash.com

Selain memberikan bantuan tangan Moms atau Dads sendiri, membantu kemampuan duduk bayi juga dapat menggunakan alat topangan tertentu.

Misalnya seperti meletakkan bantal menyusui besar untuk menopang punggung bayi atau membuat bayi duduk di lantai, di antara kedua kaki Moms, sehingga punggung bayi akan bersandar pada dada Moms.

“Selain itu, juga sangat penting untuk tidak memposisikan bayi dengan bantuan topangan terlalu lama jika perkembangan bayi belum siap, karena hal tersebut akan membuatnya mudah lelah dan lebih cepat rewel,” ungkap penulis buku Heading Home With Your Newborn: From Birth to Reality, Laura Jana, MD, seperti dikutip dari thebump.com.

Baca Juga: Anak Duduk dengan Posisi Huruf ‘W’, Aman atau Tidak?

Itulah beberapa cara untuk membantu kemampuan duduk bayi. Pastikan tumbuh kembang bayi telah siap untuk duduk dan tidak memaksakannya mencapai keahlian tertentu di luar usianya.

Artikel Terkait