BALITA DAN ANAK
17 Juni 2020

3 Cara Menangani Anak dengan ADHD, Moms Perlu Tahu

Kenali ciri anak ADHD dan tangani dengan baik demi masa depannya yang cerah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Dina Vionetta

Ada waktu dimana anak kesulitan untuk memperhatikan sesuatu, mendengarkan, duduk diam, atau menunggu giliran.

Akan tetapi anak ADHD bermasalah dengan semua itu di setiap saat. Anak ADHD tidak melakukannya dengan segaja.

Akan tetapi, ADHD adalah kondisi medis yang mempengaruhi perhatian dan pengendalian diri.

Karena ADHD, anak memiliki kesulitan untuk berfokus pada sesuatu.

Anak ADHD juga seringkali terlihat lebih gelisah daripada anak-anak seusianya.

Menurut Melinda Smith, M.A., Lawrence Robinson, dan Jeanne Segal, Ph.D dalam tulisan berjudul “ADHD in Children” dalam situs helpguide.org, ADHD adalah sebuah kelainan perkembangan saraf yang muncul pada usia dini, biasanya sebelum usia tujuh tahun.

“Kita semua mengetahui anak tidak bisa duduk diam, terlihat tidak mendengarkan, tidak mengikuti perintah meskipun kita sudah berkali-kali mengatakannya, atau mengeluarkan komentar yang tidak biasa.

Seringkali, anak-anak dengan kondisi ini dianggap troublemaker padahal mereka mungkin saja memiliki ADHD” tulisnya.

Ketika kita berpikir bahwa Si Kecil mungkin memiliki ADHD, ada baiknya jika langsung dikonsultasikan kepada dokter.

Tidak ada tes laboratorium maupun tes darah untuk mengetahui ADHD, akan tetapi dokter sudah terlatih untuk mengetahui tanda apa saja yang harus mereka cari dari anak ADHD.

Menangani Anak dengan ADHD

Jika dokter menemukan bahwa ternyata Si Kecil adalah anak dengan ADHD, dokter akan berusaha melakukan pengobatan yang diharapkan bisa membantu.

Sebab, tentunya sulit untuk anak ADHD melakukan sesuatu dengan penuh perjuangan dimana anak lain dapat melakukannya dengan mudah.

Berikut ini adalah cara yang biasa dilakukan dokter untuk menangani anak ADHD.

1. Obat-obatan

Ini 3 Cara Menangani Anak dengan ADHD.jpg

Foto: bpr.berkeley.edu

Beberapa dokter akan meresepkan obat untuk mendorong kemampuan otak anak ADHD.

Akan tetapi, menangani anak ADHD dengan konsumsi obat-obatan bisa jadi bukan jalan terbaik untuk sebagian anak ADHD.

Dikutip dari Kids Health, beberapa dokter akan meresepkan stimulan seperti Ritalin dan Adderall untuk membantu anak ADHD bisa berkonsentrasi.

Obat-obatan tersebut hanya dapat menekan gejala ADHD dalam waktu singkat, bukan menyelesaikan masalah atau menghilangkan gejala ADHD sepenuhnya.

Hingga saat ini hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan anak ADHD mengalami perbaikan.

Selain itu, justru ada kekhawatiran obat-obatan yang keras tersebut akan memberikan dampak pada perkembangan otak anak ADHD.

Terlebih, ada juga efek samping obat-obatan seperti sifat yang mudah marah, hilangnya nafsu makan, dan insomnia bagi anak ADHD yang bisa menjadi masalah.

Perlu diperhatikan, metode konsumsi obat-obatan ini harus selalu dibawah pengawasan dokter.  

Baca Juga: 5 Pilihan Aktivitas Esktrakurikuler Terbaik Untuk Anak ADHD

2. Terapi

Ini 3 Cara Menangani Anak dengan ADHD 2.jpeg

Foto: drweil.com

Terapi diperlukan untuk membantu anak ADHD untuk menjadi lebih sabar, memahami perasaannya, dan mengembangkan kemampuan untuk mengkontrol diri sendiri.

Terapis akan membantu anak ADHD untuk menemukan potensi terbaik dalam diri mereka, menemukan kemampuan terbaik apa yang bisa dilakukan, dan bagaimana mempergunakan kekuatan mereka.

Terapi untuk anak ADHD biasanya juga dibantu psikolog, terapis sikap dan kognitif, dan spesialis edukasi.

Baca Juga: Kenali Ciri-ciri Anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

3. Dukungan Orang Tua

Ini 3 Cara Menangani Anak dengan ADHD 3.jpg

Foto: amazonaws.com

Orang tua bisa melakukan hal-hal yang bisa membantu anak ADHD mendengarkan dengan lebih baik misalnya dengan memberitahu mereka setiap hal satu-persatu.

Moms dan Dads bisa membantu anak ADHD untuk berlatih mengatur barang-barangnya di rumah.

Kegiatan fisik yang dilakukan anak ADHD sangat penting untuk meningkatkan konsentrasi dan perkembangan otak.

Lebih penting lagi, kegiatan fisik membantu anak ADHD mendapatkan kualitas tidur yang baik dimana ini dapat membantu mengurangi gejala ADHD.

Orang tua berperan penting dalam memberikan semangat, cinta kasih, dan dukungan.

Anak ADHD bukan berarti tidak bisa sukses. Ada banyak hal yang bisa dilakukan orangtua untuk menangani anak ADHD.

Dimulai dengan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan, lalu menggunakan strategi yang kreatif untuk membantu anak ADHD untuk berfokus mempelajari dan mengembangkan kemampuannya secara maksimal.

Baca Juga: Anak dengan ADHD Tidak Selalu Hiperaktif, Ini 1 dari 5 Fakta ADHD Pada Anak yang Harus Moms Ketahui

Artikel Terkait