2-3 TAHUN
7 Maret 2018

3 Cara Mengenali dan Mengembangkan Bakat serta Impian Anak

Orang tua tak bisa memaksakan bakat dan impian anak
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama


Sebagai orang tua, Moms tentu menginginkan Si Kecil tumbuh menjadi orang yang sukses dan meraih impian mereka.

Setiap orang tua pun akan melakukan apa saja untuk membantu anaknya mewujudkan cita-citanya. Namun masalahnya, bagaimana caranya agar Moms dapat mengenali dan mengembangkan bakat Si Kecil?

Menurut psikolog anak, remaja, dan keluarga, Roslina Verauli, setiap anak memiliki impian tersendiri. Peran orang tua sangat penting dalam membantu anak membangun impian yang sesuai dengan potensi bakatnya masing-masing.

"Khususnya bagi anak-anak generasi alfa yang besar di era digital saat ini, yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan menyerap informasi dengan sangat cepat," ujar Roslina daat ditemui di acara Cussons Bintang Kecil Season 6, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Roslina, orang tua berfungsi sebagai fasilitator dan pemberi dukungan atas mimpi anak-anak. Oleh karena itu, bantu anak kenali mimpinya, bukan menilai mimpinya.

Baca Juga : 4 Cara Gampang Mengetahui Bakat Terpendam Anak

Lalu, bagaimana peran orang tua untuk mengenali dan mengembangkan bakat anak?

1. Terbuka Pada Pengalaman Sehari-Hari

Moms dapat mengenali bakat anak melalui berbagai kegiatan bermain dan belajar, serta ajang kompetisi. Saat mereka bermain, Moms harus jeli menemukan apa kesukaan Si Kecil, di permainan mana anak unggul.

"Kita tidak akan pernah tahu bakat mereka apa kalau tidak dicobakan. Cobakan bakatnya. Bawa ke tempat permainan, melalui games, atau misalnya ke kompetisi, seperti kompetisi tari,” ujar Roslina.

Roslina menambahkan, Moms dapat mengajak anak ke ajang-ajang kompetisi agar paham kekuatan dan kelemahannya. Sehingga besok kekuatan akan dikembangkan lebih baik.

2. Taking Action

Jika Moms sudah mengetahui apa bakat dan impian anak, maka ajak Si Kecil untuk datang ke tempat mengasah bakatnya dan lakukan.

“Impian tidak akan pernah menjadi kenyataan jika tidak dilakukan,” ujar Roslina.

3. Nikmati prosesnya

Menurut Roslina, jika anak dilatih sejak kecil, maka anak seiring waktu akan mengenal dan memahami bakatnya.

“Tiba-tiba mereka sadar mereka individu yang kreatif dan mempunyai rasa kebebasan untuk mengembangkan kreativitasnya,” ujar Roslina.


(CAR)

Artikel Terkait