2-3 TAHUN
7 Februari 2020

3 Fakta Tuberkulosis Pada Balita, Moms Wajib Tahu!

Jangan salah kaprah dengan mitos tuberkulosis yang beredar
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Dina Vionetta

Walau lebih banyak ditemukan pada orang dewasa, kasus TBC atau tuberkulosis pada balita juga bisa terjadi.

Jika melihat data dari World Health Organization, sekitar 11% penderita TBC adalah anak-anak dan menyebabkan kematian lebih dari 200.000 orang anak setiap tahunnya.

Sayangnya, kasus tuberkulosis pada anak dan balita masih banyak terabaikan atau terlewatkan karena gejalanya tidak spesifik dan kurangnya diagnostik TBC yang sensitif dan ramah anak.

Fakta Tuberkulosis pada Balita

Untuk tahu lebih banyak, simak dulu berbagai fakta tentang tuberkulosis pada balita yang sudah kami rangkum berikut ini ya, Moms.

1. Penyakit TBC Dan Infeksi TBC Itu Berbeda

3 Fakta Tuberkulosis Pada Balita, Moms Wajib Tahu! 1.jpg

Foto: freepik.com

Tahukah Moms, kalau balita yang tertular bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab tuberkulosis belum tentu menderita sakit tuberkulosis?

Menurut ensiklopedia kesehatan University of Rochester Medical Center, sebenarnya ada tiga tahapan tuberkulosis pada balita, yaitu:

  • Paparan: Tahapan dimana balita mengalami kontak dengan orang yang mungkin sudah terinfeksi bakteri tuberkulosis.
  • Infeksi TBC laten: Tahapan dimana bakteri tuberkulosis sudah berada dalam tubuh balita, tapi tidak menunjukkan gejala. Dengan kata lain, bakteri TBC tidak aktif dan tidak bisa ditularkan pada orang lain.
  • Penyakit TBC: Tahapan dimana balita menunjukan gejala infeksi aktif, dan bisa menularkan bakteri pada orang lain bila tidak segera diobati.

Untuk memastikan Si Kecil tidak terkena infeksi bakteri, Moms bisa mengajaknya melakukan tes kulit yang aman untuk anak berusia di bawah 5 tahun.

Baca Juga: Ternyata Kulit Juga Bisa TBC. Apa Jenisnya dan Bagaimana Mengatasinya?

2. TBC Bukan Penyakit Turunan

3 Fakta Tuberkulosis Pada Balita, Moms Wajib Tahu! 2.jpg

Foto: Freepik.com

Tuberkulosis memang sering menyebar dalam satu keluarga, tapi penyebabnya bukan faktor keturunan ataupun genetik lho, Moms.

Menurut jurnal dari American Academy of Pediatrics, nyaris semua kasus tuberkulosis pada balita disebabkan oleh kontak dengan orang dewasa penderita TBC yang dekat secara fisik dalam jangka panjang. Misalnya saja, orang tua, kakek-nenek, atau asisten rumah tangga.

Pasalnya, bakteri penyebab tuberkulosis pada balita memang bisa menyebar melalui udara saat penderitanya bersin, batuk, menyanyi, atau sekadar bicara. Jadi, semakin lama Si Kecil berada dekat dengan penderita, semakin besar pula resikonya terjangkit TBC.

Baca Juga: Waspada TBC, Kenali Cara Penularan, Gejala, dan Pengobatannya

3. TBC Bisa Disembuhkan

3 Fakta Tuberkulosis Pada Balita, Moms Wajib Tahu! 3.jpg

Foto: growingyourbaby.com

Berbeda dengan mitos yang beredar, tuberkulosis pada balita sebenarnya bisa disembuhkan asalkan disiplin mengikuti rangkaian pengobatan.

Mengutip informasi dari laman Centers for Disease Control and Prevention, untuk mencegah infeksi TBC laten berkembang menjadi penyakit TBC aktif, balita berusia di atas 2 tahun perlu menjalankan pengobatan khusus yang bisa berlangsung selama 12 minggu, 4 bulan, atau 9 bulan.

Sedangkan untuk balita penderita tuberkulosis aktif biasanya diberikan obat khusus yang harus diminum dengan disiplin selama 6 sampai 9 bulan.

Jika pengobatan ditinggalkan atau tidak dilakukan dengan disiplin dan konsisten sampai obat habis, Si Kecil bisa kembali sakit dan bakteri penyebab TBC dalam tubuh menjadi kebal terhadap obat.

Nah, pengobatan untuk TBC yang kebal terhadap obat itu lebih mahal, lebih sulit, dan memakan waktu sekitar 18-24 bulan.

Untuk mencegah tuberkulosis pada balita, pastikan Si Kecil memiliki daya tahan tubuh yang kuat, tinggal di lingkungan rumah yang sehat, dijauhkan dari asap rokok dan polusi, serta tidak berdekatan dengan penderita TBC ya, Moms.

Apa Moms pernah mendengar mitos tuberkulosis lain yang belum pasti kebenarannya?

Baca Juga: Jangan Panik Dulu Jika Si Kecil Kena TBC Anak, Ini Cara Menanganinya

Artikel Terkait