PROGRAM HAMIL
31 Juli 2019

3 Hal yang Perlu Dibicarakan dengan Pasangan Sebelum Memulai Program Hamil

Bisa jadi bahan obrolan sebelum tidur, nih, Moms!
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Moms dan Dads sudah siap untuk punya momongan dan berniat untuk memulai program hamil?

Sebelum melakukan berbagai persiapan prakehamilan, pastikan Moms bicara program hamil dengan pasangan terlebih dahulu.

Sebab kehamilan – dan nantinya kehadiran bayi – akan mengubah hidup Moms dan Dads ke depannya.

Oleh karena itu, pastikan Moms dan Dads membicarakan berbagai perubahan yang akan terjadi dan membuat kesepakatan bagaimana nanti menghadapi perubahan tersebut.

Berikut 3 hal penting terkait kehamilan yang sebaiknya dibicarakan oleh Moms dan Dads sebelum memulai program hamil.

1. Pilihan Program Hamil

362617526 h

Foto: parenting.firstcry.com

Apakah Moms dan Dads termasuk dalam golongan usia subur (di bawah 35 tahun)?

Apakah Moms atau Dads memiliki masalah fertilitas?

Kedua pertanyaan tersebut akan menentukan metode program hamil yang akan Moms dan Dads pilih.

Pada dasarnya, semua pasangan ingin hamil secara alami.

Namun, terkadang ada kondisi tertentu yang membuat peluang Moms untuk hamil lebih besar bila dilakukan dengan metode lain, seperti inseminasi buatan atau intrauterine insemination (memasukkan sperma ke dalam rahim saat Moms ovulasi) dan in vitro fertilisation/IVF atau program bayi tabung (pembuahan dilakukan di luar rahim).

Baca Juga: 3 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Mencoba Hamil di Usia 35 Tahun Ke Atas

2. Ubah Kebiasaan

healthy eating tips for women at 401

Foto: goqii.com

Salah satu faktor yang memperbesar peluang kehamilan adalah nutrisi, baik yang dikonsumsi oleh calon ibu maupun calon ayah.

Oleh karena itu, Moms dan Dads harus sepakat untuk menghentikan kebiasaan hidup yang kurang sehat dan mulai mempraktikkan gaya hidup yang lebih sehat.

Lakukan: konsumsi multivitamin pra kehamilan secara rutin, perbanyak asupan makanan bergizi, dan cukupi kebutuhan tidur harian.

Hentikan merokok, minum minuman beralkohol dan bergula tinggi, begadang, dan minum kopi terlalu banyak.

Baca Juga: Banyak Manfaatnya, Begini Trik Kompak Merencanakan Kehamilan dengan Suami

3. Menguatkan Mental

happy couple smiling miami beach dentist dr cascante

Foto: drocascante.com

Umumnya, pasangan menyadari bahwa bulan-bulan awal pascakelahiran bayi adalah waktu yang sangat berat.

Banyak Moms yang kewalahan dalam mengurus bayi dan beradaptasi dengan pola hidupnya yang baru. Terkadang, kondisi ini sampai membuat ibu baru stres dan depresi.

Namun, menurut Kimberly Hershenson, ahli terapi klinis dari New York City, perlu dipahami juga bahwa masa saat mencoba hamil juga tidak selalu mudah.

Menjalani program hamil bukan sekadar melakukan hubungan intim sesering mungkin.

Jika Moms:

- Sudah menjalani program hamil selama beberapa bulan setelah mengalami telat datang bulan, tetapi hasil tes kehamilan tetap negatif
- Setelah bolak-balik berkonsultasi dengan dokter dan diagnosis menyatakan Moms dan Dads sehat, namun Moms tak kunjung hamil,

bukan tidak mungkin Moms dan Dads kelelahan, baik secara mental maupun fisik.

Menurut Hershenson, hal ini dapat menjadi lebih parah bila Moms atau Dads mempunyai riwayat masalah kesehatan mental, seperti kecemasan (anxiety), depresi atau gangguan makan.

Baca Juga: 4 Faktor Tak Terduga yang Menyebabkan Suami Istri Susah Punya Anak

Moms dan Dads akan mulai bertanya-tanya kenapa tak kunjung hamil, di mana salahnya, harus bagaimana supaya hamil, dan sebagainya.

Walaupun tidak mudah, tetapi sebaiknya kemungkinan-kemungkinan tersebut juga dibahas sebelum Moms dan Dads memulai program hamil.

Dengan begitu, Moms dan Dads dapat menguatkan mental mengantisipasi bila nanti kemungkinan terburuk terjadi.

(AN)

Artikel Terkait