KESEHATAN
16 Januari 2020

3 Jenis Fobia yang Perlu Diketahui Menurut Garis Besarnya, Yuk Disimak

Bisa yang masuk akal, sampai yang sangat remeh.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ryo

Berikut beberapa jenis fobia yang perlu kita ketahui!

Rasa takut yang tidak normal dan berlebihan bisa disebut fobia. Hal ini harus ditangani serius.

Fobia adalah ketakutan yang berlebihan pada hal-hal tertentu. Bisa yang masuk akal, sampai yang sangat remeh.

Jenis fobia bermacam-macam. Ada yang takut ketinggian, ruang tertutup, darah, atau hewan tertentu seperti ayam atau kecoak.

Saat berhadapan dengan hal yang ditakuti, penderita fobia langsung panik. Terlihat dari gejala detak jantung menjadi cepat, gagap atau tidak bisa berbicara dengan jelas, berkeringat, mual, tremor, nyeri perut, nyeri dada, pusing, dan bahkan merasa sesak.

Secara umum, fobia dapat dibagi menjadi 3 jenis. Ini dia jenisnya:

Baca Juga: Fobia Ketinggian, Bisakah Diatasi?

Jenis Fobia Menurut Garis Besarnya

1. Fobia Sosial

The-4-Major-Differences-Between-Introversion-and-Social-Anxiety_SOURCE_pixabay.jpg

Foto: quietrevolution.com

Dikutip dari Public Library of Science, hal ini disebut juga dengan gangguan kecemasan sosial. Adalah rasa takut berlebihan yang menetap ketika berada dalam situasi sosial. Misalnya, ketika akan bertemu dengan orang baru, berbicara di depan orang banyak, bahkan berbelanja.

“Orang dengan fobia sosial sering kali merasa takut dihina atau dipermalukan oleh orang lain, sehingga membuatnya menghindari situasi sosial,” jelas Jesse Matthews, PsyD, psikiater yang berbasis di Pennsylvania.

Fobia sosial umumnya disebabkan oleh adanya pengalaman sosial yang kurang menyenangkan, sifat pemalu, atau trauma psikologis di masa kanak-kanak.

Baca Juga: Bagaimana Menghadapi Fobia Sosial Pada Anak?

2. Agorafobia

Stress and anxiety.jpg

Jenis fobia yang menyebabkan penderitanya menghindari tempat dan situasi tertentu yang bisa membuat dirinya takut, panik, dan tak berdaya.

Penderita agoraphobia takut meninggalkan rumah dalam waktu yang lama, takut terhadap tempat yang membuatnya sulit lari atau menyelamatkan diri, seperti di dalam lift atau mobil, serta takut jika berada sendirian di tengah keramaian.

“Dalam kondisi yang sudah parah, agorafobia bisa sampai membuat penderitanya memilih untuk berada di rumah saja karena merasa aman,” kata Dr Matthews dan Tim Mayo Clinic.

3. Fobia Spesifik

cockroach-phobia.jpg

Foto: CNAlifestyle.com

Fobia spesifik merupakan ketakutan luar biasa dan menetap terhadap suatu benda, hewan, situasi, atau aktivitas tertentu.

Beberapa contoh jenis fobia spesifik adalah:

  • Hemophobia, yaitu rasa takut yang berlebihan pada darah.
  • Arachnophobia, yaitu rasa takut yang berlebihan pada laba-laba.
  • Cynophobia, yaitu rasa takut yang berlebihan pada anjing.
  • Ophidiophobia, yaitu rasa takut yang berlebihan pada ular.
  • Claustrophobia, yaitu rasa takut yang berlebihan pada ruang tertutup atau sempit.
  • Glossophobia, yaitu rasa takut yang berlebihan untuk berbicara di depan orang banyak.
  • Acrophobia, yaitu rasa takut yang berlebihan pada ketinggian.
  • Nyctophobia, yaitu rasa takut yang berlebihan pada malam atau gelap. Fobia ini sering kali dialami oleh anak-anak.

Oh iya Moms, fobia yang terjadi pada anak-anak biasanya dapat sembuh dengan cepat. Sementara fobia yang terjadi pada orang dewasa cenderung bertahan lama dan membutuhkan penanganan khusus.

Baca Juga: Ini Dia, Trik Menghilangkan Fobia

Nah, Moms. Itulah kategori fobia dan contoh jenis-jenisnya. Kalau Moms atau orang terdekat Moms, ada yang mengalaminya juga, tidak?

Artikel Terkait