GAYA HIDUP
17 Mei 2019

3 Jenis Makanan yang Perlu Dihindari Saat Terkena Malaria

Jangan makanan dan minuman ini ya Moms supaya bisa mempercepat penyembuhan
placeholder

Foto: salon.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Selain penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti, Moms masih harus mewaspadai ancaman penyakit yang disebarkan nyamuk Anopheles, yakni malaria.

Bicara tentang makanan, sebenarnya tidak ada aturan diet khusus untuk penderita malaria.

Namun, kendala yang sering dihadapi adalah menurunnya nafsu makan karena merasa mual dan karena pahitnya obat malaria.

Hal ini bisa menyebabkan lemas dan dehidrasi yang dapat memperparah penyakit.

Agar proses penyembuhan malaria bisa berjalan cepat, Moms bisa menghindari makanan dan minuman berikut:

Baca Juga : Benarkah Ibu Hamil Makanan Empuk Bagi Nyamuk?

1. Makanan Tinggi Serat

1-makanantinggiserat.jpg

Foto: openfit.com

Makanan tinggi serat seperti gandum utuh, sayuran berdaun hijau, buah berkulit tebal, dan sebagainya hampir selalu disarankan untuk gaya hidup sehat. Namun, hal ini tidak berlaku bagi penderita malaria.

Karena menurunnya nafsu makan, Moms jadi kurang berenergi.

Jadi, dibutuhkan makanan atau minuman yang dapat memberikan energi secara cepat, bukan yang dicerna lambat seperti makanan tinggi serat.

Lebih baik Moms mencoba untuk mengonsumsi air glukosa, air tebu, air kelapa, minuman elektrolit (misalnya sari lemon dicampur air, gula, dan garam).

2. Makanan Berminyak dan Pedas

2-makananberminyakpedas.jpg

Foto: foxnews.com

dr. Aarti Ullal seorang general physician, sebagaimana dikutip dari thehealthsite.com, mengatakan bahwa penderita malaria bisa makan apa saja kecuali makanan berminyak dan pedas.

Sebab, lemak berlebih dalam makanan dapat memperparah mual dan mengganggu pencernaan sehingga bisa mengakibatkan diare.

Jadi, untuk sementara, katakan selamat tinggal pada gorengan, makanan yang banyak diproses, junk food, acar, serta sambal. Konsumsilah makanan yang mudah dicerna namun tinggi gizi dan dapat meningkatkan nafsu makan.

3. Minuman Berkafein

3-minumanberkafein.jpg

Foto: salon.com

Konsumsi berlebih minuman berkafein seperti teh, kopi, cokelat, dan sebagainya dapat memicu dehidrasi karena bersifat diuretik.

Hal ini bisa memperparah kekurangan air dan elektrolit yang sering terjadi pada penderita malaria.

Saat terkena malaria, tingkatkan konsumsi cairan menjadi 3-3,5 liter per hari, baik dalam bentuk makanan maupun minuman.

Jika Moms terkena malaria, lebih baik konsumsi jus terutama dari buah dan sayur yang kaya vitamin A dan C seperti wortel, bit, pepaya, jeruk, nanas, anggur, stroberi, lemon, dan lain-lain.

Baca Juga : Mana Lebih Aman untuk Anak: Obat Nyamuk Semprot, Bakar, atau Lotion?

Selain itu Moms juga bisa mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung vitamin B kompleks untuk meningkatkan imunitas, makanan berkuah, dan susu hangat.

Intinya, makanan yang dianjurkan bagi penderita malaria adalah makanan yang dapat menguatkan sistem kekebalan tubuh tanpa memengaruhi kerja hati, ginjal, dan sistem pencernaan.

Makanlah dalam porsi kecil namun sering untuk menghindari mual.

(EMA)

Artikel Terkait