KESEHATAN
4 Oktober 2019

3 Jenis Obat Asam Lambung dan Cara Kerjanya

Beda jenis obatnya, beda pula cara kerja dalam mengatasi asam lambung naik
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Maag sebenarnya adalah sekumpulan gejala dari berbagai gangguan pencernaan. Paling sering kondisi ini disebabkan oleh tingginya kadar cairan asam lambung di perut, bahkan terkadang bisa naik hingga ke tenggorokan.

Gejala yang paling umum dari kondisi ini yaitu perut terasa perih dan sakit, perut kembung, mual, muntah, dan sensasi panas di kerongkongan.

Nah, salah satu cara mengatasi asam lambung tinggi adalah dengan minum obat. Namun, tahukah Moms bahwa ada berbagai jenis obat asam lambung yang bekerja dengan cara yang berbeda-beda?

Agar sesuai dengan kondisi tubuh, yuk pahami dulu jenis-jenis obat asam lambung.

1. Antasida

obat antasida

Jenis obat ini paling sering digunakan untuk mengatasi asam lambung yang naik. Menurut WebMD, antasida mengatasi maag dengan cara menetralkan asam lambung.

Umumnya, obat ini bisa bekerja cukup cepat sesaat setelah diminum.

Beberapa obat yang mengandung antasida umumnya juga mengandung bahan simethicone di dalamnya sehingga dapat mengatasi perut kembung.

Berdasarkan informasi dari Cleveland Clinic, obat antasida tersedia dalam beberapa bentuk, yaitu tablet dan cairan minum. Berbeda dengan obat tablet biasanya, antasida dalam bentuk tablet dianjurkan untuk dikunyah, bukan ditelan.

Baca Juga: Kenali Gejala Asam Lambung Naik Pada Anak

Hal ini ditujukan agar obat antasida dapat bekerja lebih cepat dan efektif untuk mengatasi asam lambung naik. Pasalnya, obat sudah dihaluskan di dalam mulut, sehingga memudahkan lambung untuk mencerna obat dan akhirnya bisa bekerja lebih efektif.

Selain itu, Moms juga harus perhatikan efek samping dan aturan pakai. Pasalnya dilansir dari Mayo Clinic beberapa antasida dapat menyebabkan berbagai gangguan pencernaan, seperti diare dan konstipasi.

2. H2 Blockers

minum obat maag sebelum makan.jpg

Menurut WebMD, sedikit berbeda dengan antasida, obat H2 blockers bekerja dengan cara mencegah produksi asam lambung berlebih.

Bahan aktif dari obat ini akan mencegah sel-sel permukaan lambung memproduksi cairan asam.

Dilansir National Institute of Health, obat asam lambung yang satu ini dapat menurunkan produksi asam di perut hingga 70 persen selama kurang lebih 24 jam.

Meski obat ini tergolong aman untuk mengatasi maag yang kambuh, lagi-lagi Moms harus pahami apa saja risiko efek samping yang mungkin muncul.

Menurut MedlinePlus, beberapa obat yang mengandung H2 blockers, mungkin menimbulkan efek samping seperti pusing, sakit kepala, dan gangguan pencernaan.

Baca Juga: Berbagai Gejala Diare Pada Bayi yang Tak Boleh Diremehkan

3. Proton Pump Inhibitor

bolehkah ibu yang lagi sakit dan minum obat tetap menyusui hero

Proton pump inhibitor adalah obat yang dinilai lebih ampuh untuk mengatasi asam lambung naik ketimbang H2 blockers.

Dilansir dari Healthline, obat ini tak hanya menurunkan produksi asam lambung, tetapi juga mencegahnya diproduksi oleh tubuh. Umumnya, obat asam lambung yang satu ini digunakan ketika maag yang Moms alami sudah cukup lama alias kronis.

Baca Juga: Pilihan Obat untuk Mengatasi Gatal-gatal Akibat Alergi

Kebanyakan obat asam lambung tersebut dapat Moms temukan di apotek terdekat tanpa melalui surat dokter, alias obat bebas. Moms juga harus menerapkan gaya hidup sehat supaya bisa mencegah gejala maag kambuh di kemudian hari.

Dari menghindari beragam makanan pemicu asam lambung hingga membiasakan diri untuk makan tepat waktu. Hal-hal tersebut dapat membantu mencegah asam lambung naik.

(IA/ERN)

Artikel Terkait