BAYI
12 November 2019

3 Jenis Reaksi Obat pada Balita dan Anak yang Umum Terjadi

Gejala ini merupakan efek samping obat
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Bayi atau balita akan memiliki ragam reaksi obat saat mereka mengonsumsinya. Hal ini bisa dikarenakan sebagai efek samping dari obat itu sendiri.

Tentu saja, Moms perlu memberikan obat pada bayi dan balita sesuai usianya untuk menghindari risiko berbahaya atau bahkan mematikan.

Berikut ini beberapa reaksi obat pada bayi dan balita yang perlu Moms ketahui.

Baca Juga: Jangan Terlambat Ditangani, Ini Bedanya 3 Penyakit Dengan Gejala Ruam dan Demam Pada Bayi

1. Ruam Obat

ruam obat pada anak

Mengutip Children's National, ruam obat pada anak adalah reaksi tubuh terhadap obat tertentu. Jenis ruamnya tergantung jenis obatnya, dan dapat berkisar dari ruam ringan hingga berat.

Ruam obat pada anak dapat dikategorikan dalam beberapa penyebab berikut:

  • Ruam yang disebabkan oleh reaksi alergi terhadap obat
  • Ruam karena efek samping yang tidak diinginkan dari obat tertentu
  • Ruam karena hipersensitif terhadap sinar matahari yang disebabkan oleh obat
  • Ruam obat yang parah dan perlu rawat inap

Pengobatan dan perawatan spesifik untuk ruam obat akan ditentukan berdasarkan banyak faktor, yaitu:

  • Usia anak, kesehatan keseluruhan, dan riwayat medis
  • Sejauh mana kondisinya
  • Toleransi anak terhadap obat, prosedur, atau terapi tertentu
  • Pendapat atau preferensi dari dokter

Baca Juga: Apa Saja Efek Samping Obat Darah Tinggi? Cari Tahu di Sini

2. Alergi Obat

alergi anak.jpg

Melansir Mayo Clinic, alergi obat adalah reaksi abnormal dari sistem kekebalan tubuh terhadap suatu obat, baik itu obat yang dijual bebas, atau menggunakan resep, bahkan jamu.

Menurut American College of Allergy, Asthma & Immunology, reaksi alergi obat pada anak dapat memiliki gejala berikut:

  • Ruam kulit atau gatal-gatal
  • Rasa gatal
  • Mengi atau masalah pernapasan lainnya
  • Pembengkakan
  • Anafilaksis, reaksi yang berpotensi mengancam jiwa yang dapat memengaruhi dua atau lebih sistem organ

Pemicu alergi obat yang umum bisa disebabkan oleh beberapa obat berikut ini:

  • Penisilin dan beberapa jenis antibiotik lainnya
  • Antibiotik yang mengandung sulfonamida (obat sulfa)
  • Antikonvulsan
  • Aspirin, ibuprofen, dan obat antiinflamasi nonsteroid lain
  • Obat kemoterapi

Hindari konsumsi obat yang dapat menjadi pemicunya, dan segera cari perawatan medis jika gejala alerginya memburuk.

Baca Juga: 4 Cara Efektif Mengobati Sesak Napas dengan Bahan Alami

3. Demam

demam karena obat pada anak

Pemberian obat dapat mengganggu keseimbangan suhu tubuh yang dapat menyebabkan demam.

Menurut sebuah jurnal dari PubMed berjudul Drug-induced fever, demam bisa merupakan hasil dari reaksi hipersensitivitas dengan karakteristik yang mirip reaksi alergi.

Demam paling umum terjadi setelah 7-10 hari pemberian obat, tetap ada selama obat diteruskan, dan bisa menghilang segera setelah pemberian obat dihentikan.

Obat yang paling umum menyebabkan demam termasuk penisilin, sefalosporin, antituberkularis, quinidine, procainamide, methyldopa, dan fenitoin.

Mengutip WebMD, Moms bisa memandikan atau menggosok anak dengan air hangat untuk membantu menurunkan demam. Hindari penggunaan air dingin, rendaman es, atau alkohol.

(AP/DIN)

Artikel Terkait