2-3 TAHUN
29 Juni 2019

3 Kendala Bahasa yang Dihadapi Balita Dalam Lingkungan Bilingual

Kendala-kendala ini sifatnya sementara
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Mendidik buah hati menguasai lebih dari satu bahasa sejak kecil memang sangat bermanfaat, namun ternyata ada juga kendala bahasa yang dihadapi balita dalam lingkungan bilingual.

Bukan hanya saat dididik berbahasa asing dengan metode OPOL (One Parent One Language), tapi juga bila Si Kecil tinggal di lingkungan dimana masih banyak orang di sekitar yang menggunakan bahasa daerah disamping bahasa Indonesia.

Yuk Moms, baca sampai selesai untuk tahu lebih banyak tentang kendala bahasa yang dihadapi balita dalam lingkungan bilingual serta cara mengatasinya.

Baca Juga: Bayi Terlambat Berbicara karena Lingkungan Bilingual?

1. Sedikit Tertinggal Dalam Perbendaharaan Kata

kendala bahasa yang dihadapi balita

Dalam buku berjudul The Care and Education of Young Bilinguals: An Introduction for Professionals, disebutkan sebenarnya tidak ada bukti ilmiah kalau mendidik anak secara bilingual dapat mengakibatkan speech delay atau gangguan terlambat bicara.

Namun dalam beberapa kasus, balita yang dalam kesehariannya diajak berbicara dalam dua atau lebih bahasa memiliki perbendaharaan kata yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan balita berusia sama yang sehari-hari hanya diajak bicara dalam satu bahasa saja.

Berita baiknya, menurut Joanna Cliffton-Sprigg dari University of Bath, kendala bahasa yang dihadapi balita dalam lingkungan bilingual ini hanya terjadi untuk sementara waktu saja.

Di usia 5 tahun, perkembangan bahasa dan kemampuan bicara balita bilingual biasanya sudah sama dengan anak seusianya.

Baca Juga: 5 Cara Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Anak, Yuk Disimak!

2. Penggunaan Bahasa yang Campur Aduk

kendala bahasa yang dihadapi balita

Seperti dikutip dari laman Raising Bilingual Children, kendala bahasa yang dihadapi balita dalam lingkungan bilingual adalah penggunaan bahasa yang campur aduk. Menggunakan dua atau lebih bahasa berbeda dalam satu kalimat sebagai kompensasi atas perbendaharaan kata yang terbatas.

Kebiasaan mencampuradukkan bahasa ini bisa membuat Si Kecil sulit dimengerti saat mulai banyak bersosialisasi maupun saat menjawab pertanyaan guru di sekolah nanti.

Tapi jangan langsung dimarahi kalau Si Kecil masih melakukannya ya Moms, karena yang terpenting adalah dia bisa berdiskusi dan mengungkapkan pikirannya.

Cukup arahkan secara bertahap supaya dia terbiasa menggunakan satu bahasa saja dalam kalimat.

Baca Juga: Anak Lebih Lancar Berbahasa Asing? Ini 4 Cara Agar Anak Fasih Berbicara Bahasa Ibu

3. Belajar Membaca dan Menulis Jadi Lebih Menantang

kendala bahasa yang dihadapi balita

Sistem pengucapan dan pengejaan yang berbeda pada setiap bahasa juga menjadi salah satu kendala bahasa yang dihadapi balita dalam lingkungan bilingual, terutama saat dia sudah lebih besar dan mulai masuk sekolah.

Nah, salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mendorong Si Kecil rutin menulis kartu ucapan untuk keluarga dan teman dalam satu bahasa sebagai latihan.

Selain itu, Moms juga bisa mengajarkan buah hati belajar membaca dan menulis dalam satu bahasa terlebih dahulu, baru diteruskan dengan bahasa lainnya setelah lancar.

Apa Moms setuju kalau balita sebaiknya mulai diajarkan bahasa asing sejak sedini mungkin?

(WA)

Artikel Terkait