NEWBORN
23 November 2017

3 Masalah Mata yang Umum Dialami Bayi

Bayi mengalami belekan, mata merah, bahkan juling? Baca ini dulu, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (fitria.rahmadianti)
Disunting oleh (fitria.rahmadianti)

Pada umumnya masalah mata pada bayi dapat dianggap bukan merupakan kondisi yang serius, meskipun tidak boleh Moms abaikan begitu saja. Hal yang paling perlu Moms waspadai adalah jika masalah tersebut tidak ditangani dengan baik. Sebab, bukan tidak mungkin masalah mata yang terjadi pada si kecil menjadi lebih serius.

Sebagai tindakan antisipasi, Moms perlu mengenali terlebih dahulu bahaya yang dapat mengancam penglihatan bayi. Berikut merupakan masalah kesehatan mata yang paling umum dialami bayi:

1. Saluran Air Mata Tersumbat

mata close up

Umumnya, mata berair karena menangis atau adanya penyumbatan pada saluran air mata. Sementara pada bayi, biasanya mata berair disebabkan karena keterlambatan perkembangan dan pembukaan saluran air mata bayi.

Moms tidak perlu khawatir karena biasanya masalah ini bukan kondisi serius. Sekitar 1 di antara 20 bayi dapat mengalami masalah saluran air mata tersumbat, baik pada kedua mata maupun hanya salah satu mata. Umumnya, bayi sendiri tidak merasa terganggu dengan masalah mata ini.

Akan tetapi, masalah mata pada bayi ini tentu dapat memicu infeksi jika tidak Moms tangani secara tepat. Pada kondisi saluran air mata tersumbat yang tidak menjadi infeksi, cairan mata berwarna putih atau kekuningan dan jumlahnya hanya sedikit.

Nantinya, cairan ini akan menjadi belek selama bayi tidur. Sedangkan pada kondisi yang berakhir dengan infeksi, cairan mata berwarna hijau atau kuning dan berjumlah banyak dan berkelanjutan sepanjang hari.

Baca juga: Jangan Sepelekan Mata Belekan pada Balita

2. Mata Juling (Strabismus)

mata bayi juling

Pada usia beberapa bulan kehidupannya, sebagian bayi mengalami mata juling (bola mata tidak sejajar). Kondisi ini terjadi karena otot-otot yang bertugas mengontrol mata bayi masih lemah.

Akan tetapi, biasanya bola mata bayi sudah lurus sejajar sejak usianya menginjak 4-6 bulan. Segera bawa si kecil ke dokter spesialis mata, jika mata juling yang dialami si kecil terdeteksi sebagai strabismus.

Tanda-tanda strabismus yang dapat Mama amati dari si kecil meliputi:

  • Bola mata tetap menyimpang ke atas, bawah, dalam, atau luar pada usia lebih dari 4 bulan. Kondisi ini dapat melibatkan hanya salah satu mata maupun kedua mata.
  • Penyimpangan bola mata terjadi pada waktu yang sama, baik setiap hari maupun saat melakukan aktivitas tertentu.

Jika terdeteksi sejak dini, strabismus dapat diatasi melalui berbagai pilihan perawatan yang aman dan efektif. Mengabaikan atau terlalu lama menangani strabismus dapat benar-benar memicu kehilangan penglihatan bayi yang terjadi secara permanen. Kuncinya, kondisi strabismus pada bayi harus ditangani sesegera mungkin.

3. Infeksi

mata bayi merah

Saat mata bayi terkontaminasi bakteri, bagian putih mata bisa berwarna sangat merah dan kemungkinan mengeluarkan kotoran mata disertai nanah. Kondisi yang dapat membuat mata bayi terasa gatal dan perih ini disebut konjungtivitis.

Bukan hanya disebabkan kontaminasi bakteri, penyebab lainnya adalah reaksi alergi, iritasi, atau hal lainnya yang mungkin lebih serius. Segera bawa si kecil mendapatkan pemeriksaan dokter jika mengalami kondisi infeksi mata serius.

Biasanya dokter akan meresepkan obat tetes mata antibiotik atau salep yang perlu dipakai selama beberapa hari. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dan memastikan kebersihannya sebelum dan setelah Moms mengoleskan salep, menyentuh area sekitar mata bayi, atau memberikan tetes mata. Selain itu hindari kontak dengan mata si kecil.

Untuk memastikan kesehatan mata si kecil, jangan lupa melakukan pemeriksaan antenatal, yakni pemeriksaan dari ujung kepala hingga ujung kaki si kecil, tidak terkecuali melakukan pemeriksaan pada mata, jantung, dan pinggul secara spesifik.

(RGW)

Foto: Shutterstock

Artikel Terkait