TRIMESTER 1
13 September 2019

3 Panduan Jitu Memilih Jajanan Sehat untuk Ibu Hamil

Benarkah cilok, cilor, dan seblak tidak baik dikonsumsi?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Perempuan yang sedang hamil perlu memastikan bahwa makanan atau camilan yang mereka konsumsi, mencukupi asupan gizi yang dibutuhkan sehari-hari. Apalagi selama hamil, dibutuhkan nutrisi dan energi untuk bayi agar tumbuh dan berkembang dengan baik. Jajan pun boleh-boleh saja. Namun, ketahui jajanan yang sehat untuk ibu hamil.

Ada yang boleh dimakan sekali-kali, ada pula yang tidak boleh dikonsumsi sama sekali. Orami sudah merangkum panduan memilih jajanan sehat untuk ibu hamil dilansir dari medicalnewstoday. Berikut di antaranya.

1. Batasi Konsumsi Jajanan Berpengawet

00 ILUSTRASI JAJANAN - sumber blogpregistry.jpeg

Jajanan seperti roti-roti, atau biskuit yang banyak dijual di pasaran rata-rata mengandung pengawet yang tidak baik bagi janin. Jajanan jenis ini diperkaya gula dan lemak, memiliki sedikit kandungan gizi, dan dapat merusak upaya wanita hamil dalam mempertahankan berat badan yang sehat. Namun, bukan berarti tidak boleh dikonsumsi.

Ms Kellie Kong, ahli diet dari Departemen Gizi & Diet di KK Perempuan dan Rumah Sakit Anak Singapura mengatakan, tidak masalah wanita hamil mengonsumsi makanan berpengawet. Asalkan frekuensinya tidak sering, pilih kemasan yang baik, dan perhatikan tanggal kadaluarsanya.

Setelah kemasan dibuka, pindahkan sisa isinya ke dalam wadah kedap udara dan simpan di lemari es. Jika ingin yang lebih sehat, Moms bisa mampir ke bakery shop yang menjual roti tanpa pengawet. Atau jika hobi masak, membuat sendiri di rumah tidak ada salahnya dicoba. Siapa tahu bisa menjadi peluang usaha rumahan.

Baca Juga: Yuk Bikin 3 Olahan Kentang Ini untuk Camilan Akhir Pekan!

2. Atur Konsumsi MSG

01 - stylesatlife.jpg

Ibu hamil perlu nutrisi yang berasal dari bahan makanan alami. MSG bukan salah satunya. Dilansir dari situs babycenter.com, MSG adalah zat makanan yang digunakan untuk meningkatkan rasa. MSG menimbulkan efek samping jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Beberapa orang melaporkan sakit kepala, migrain, mual, muntah, atau pusing ketika mereka makan makanan dengan MSG.

Hampir sulit menghindari MSG, karena hampir terdapat di semua bahan makanan. Bahkan di dalam tahu dan tempe. Namun, Moms tidak perlu khawatir. Meski begitu, ibu hamil tetap diperbolehkan mengonsumsi jajanan yang mengandung MSG. Seperti jajanan seblak, cilok, cimol, cilor dan sebagainya. Tetapi tidak boleh setiap hari dan imbangi dengan minum air putih sesuai kebutuhan harian.

Baca Juga: Enak dan Sehat! Ini 5 Camilan Berbahan Dasar Buah

3. Hindari Minuman Kemasan

03 - sumber the healthsitecom (1).jpg

Selain makanan dalam kemasan, minuman juga sebaiknya dihindari. Alasannya karena mengandung pengawet, dan minuman ringan dalam kemasan biasanya mengandung gula dan lemak jahat. Zat ini bisa memicu pertambahan berat badan yang tidak sehat. Menurut Institute of Medicine, AS, seorang wanita yang indeks massa tubuhnya ( BMI ) antara 18,5 dan 24,9 pound harus mendapatkan 25-35 pound (11,4-15,9 kilogram) selama 9 bulan. Seorang wanita yang kelebihan berat badan pada awal kehamilan harus mendapatkan antara 15-25 pound (6,8 hingga 11,4 kg). Rekomendasi penambahan berat badan juga dapat bervariasi, tergantung pada usia wanita, perkembangan janin, dan kesehatannya saat ini.

Ibu hamil butuh asupan berupa cairan yang lebih sehat seperti air putih atau susu daripada minuman dalam kemasan. Bila ingin menikmati teh atau kopi, lebih baik seduh sendiri daripada mengonsumsi versi kemasan.

Dari semua poin yang sudah Orami rangkum, intinya Moms harus tahu batasan. Sesekali memang boleh, tapi jangan dibiasakan, ya. Apa yang Moms konsumsi, akan langsung berdampak pada janin dalam kandungan. Jika ingin sehat, maka asupannya pun harus sehat pula.

Baca Juga: Mau Langsing Seperti Miranda Kerr? Ini 7 Camilan Anti Gemuk yang Rutin Dimakan Supermodel

(CIL)

Artikel Terkait