PROGRAM HAMIL
22 Februari 2020

3 Penyakit Kelamin Yang Mengganggu Fertilitas

Dengan mengobati penyakit kelamin yang mengganggu fertilitas, peluang kehamilan jadi lebih besar.
Artikel ditulis oleh Gladys
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Penyakit menular seksual merupakan salah satu penyakit kelamin yang mengganggu fertilitas.

Pada beberapa jenis penyakit ini, ada yang tidak menimbulkan gejala atau memiliki gejala ringan yang mirip dengan penyakit lainnya.

Meski terkesan mengkhawatirkan, namun beberapa kasus penyakit kelamin yang mengganggu fertilitas ini dapat disembuhkan, sehingga akan meningkatkan peluang kehamilan Moms.

Penyakit Kelamin yang Menggangu Fertilitas

Berikut ini beberapa penyakit menular seksual yang umum terjadi.

1. Human Papillomavirus (HPV)

1 Human Papillomavirus (HPV).jpg

Foto: kerryank – Pixabay.com

HPV merupakan salah satu penyakit kelamin yang mengganggu fertilitas. Penyakit ini bahkan seringkali tidak dapat terproteksi dengan bantuan kondom.

“Sebagian besar orang tidak menyadari mereka mengidap HPV, karena biasanya tidak menimbulkan gejala (beberapa kasus muncul benjolan kecil di organ reproduksi) dan tubuh dapat dengan mudah melawan infeksi,” ungkap Rekan Profesor di divisi onkologi ginekologi di University of California Irvine School of Medicine, Bradley J. Monk, MD, seperti dikutip dari parents.com.

Meski dapat hilang dengan sendirinya, namun HPV dapat menjadi penyebab kanker serviks yang mengganggu fertilitas.

Baca Juga: 7 Mitos Seputar Infertilitas

Penyakit kelamin yang mengganggu fertilitas ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin HPV (Gardasil 9) yang direkomendasikan untuk wanita usia 9-26 tahun dan pria hingga usia 21 tahun.

2. Klamidia

2 Klamidia.jpg

Foto: yanalya – freepik.com

Klamidia umum terjadi pada wanita di bawah usia 25 tahun. Sama halnya dengan HPV, kebanyakan penderita klamidia tidak menyadari munculnya gejala penyakit kelamin yang mengganggu fertilitas ini.

“Keputihan abnormal atau sensasi terbakar saat buang air kecil mungkin dapat terjadi setelah beberapa minggu berhubungan seksual dengan pasangan yang sudah terinfeksi penyakit ini,” ungkap endokrinologi reproduksi dan ahli infertilitas di Fertility Centers of Illinois, Meike L. Uhler, MD, seperti dikutip dari self.com.

Beberapa gejala lain yang bisa menandakan klamidia, antara lain: pendarahan di luar waktu menstruasi, sakit punggung bawah dan perut, hingga rasa sakit yang dialami saat berhubungan seksual.

Baca Juga: Benarkah Diabetes Berdampak Bagi Infertilitas Pria?

Jika tidak diobati, klamidia dapat menyebar ke rahim dan tuba falopi, menyebabkan penyakit radang panggul.

Penyakit ini dapat membentuk jaringan luka pada tuba falopi, sehingga rentan menyebabkan penyumbatan dan kerusakan permanen yang menyebabkan infertilitas.

3. Gonore

3 Gonore.jpg

Foto: freepik.com

Penyakit kelamin yang mengganggu fertilitas ini seringkali didiagnosis bersamaan dengan klamidia dan gejala ringannya hampir sama, yaitu: pendarahan, keputihan, dan sensasi terbakar pada organ reproduksi yang seringkali salah diartikan menjadi infeksi kandung kemih atau vagina.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, gonore yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah kesehatan serius dan permanen, salah satunya penyakit radang panggul.

Komplikasi dari penyakit radang panggul, meliputi tuba falopi terhambat, kehamilan ektopik, hingga infertilitas.

Baca Juga: Bisa Jadi Alternatif Promil, Ini 4 Pilihan Cara Mengatasi Infertilitas

Penyakit kelamin yang mengganggu fertilitas ini juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami HIV dan dalam kasus yang ekstrim dapat menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa di bagian lain tubuh, seperti darah, otak, jantung, dan sendi.

Itulah beberapa penyakit kelamin yang mengganggu fertilitas. Dengan pemeriksaan pap smear, Moms akan mendapatkan diagnosis yang lebih detail, meskipun penyakit-penyakit tersebut di atas tidak menimbulkan gejala yang berarti.

Artikel Terkait