KEHAMILAN
25 Juli 2020

3 Penyebab Flek saat Hamil, Simak di Sini!

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kemungkinan ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Melihat flek hamil atau perdarahan ringan selama kehamilan bisa jadi menakutkan, apalagi untuk Moms yang baru hamil anak pertama. Namun flek saat hamil tidak selalu merupakan pertanda akan hal yang berbahaya lho.

Dianggap sebagai bercak atau flek saat hamil jika timbul bercak darah berwarna merah muda, merah, atau coklat tua. Moms mungkin melihat bercak ketika sedang berada di kamar kecil atau melihat beberapa tetes darah di pakaian dalam.

Baca Juga: Perjuangan ketika Hamil Muda dengan Rahim Retro dan Mengalami Perdarahan

Dilansir dari jurnal artikel American Pregnancy Association, flek saat hamil merupakan masalah umum yang dialami banyak wanita hamil. Sekitar 20% wanita melaporkan bahwa mereka mengalami flek selama 12 minggu pertama kehamilan mereka.

Perdarahan yang terjadi pada awal kehamilan biasanya lebih ringan dalam aliran daripada periode menstruasi. Juga, warnanya sering bervariasi dari merah muda ke merah kecoklatan.

Penyebab Flek saat Hamil

Flek saat hamil dapat disebabkan oleh sejumlah faktor. Bercak ini berbeda dengan perdarahan yang lebih berat, di mana kita membutuhkan pembalut atau tampon untuk menampung darah yang keluar. Simak penyebab flek saat hamil di bawah ini.

1. Perdarahan Implantasi

flek saat hamil

Foto: motherandbaby.co.uk

Perdarahan implantasi terjadi 6 hingga 12 hari setelah terjadi pembuahan. Hal ini dipercaya sebagai tanda bahwa embrio ditanamkan ke dinding rahim. Tidak setiap wanita akan mengalami perdarahan implantasi, tetapi jika mengalaminya, bisa jadi merupakan salah satu tanda kehamilan.

Perdarahan implantasi berlangsung selama beberapa jam, hingga 3 hari, dan akan berhenti dengan sendirinya.

2. Kehamilan Ektopik

flek saat hamil

Foto: medicalnewstoday.com

Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang dibuahi menempel di luar rahim. Lokasi tersering kehamilaan ektopik adalah tuba falopii, sebuah saaluran yang menghubungkan ovarium (tempat produksi sel telur) dengan rahim. Bercak atau perdarahan vagina yang ringan hingga berat dapat menjadi gejala kehamilan ektopik.

Perdarahan atau flek selama kehamilan ektopik biasanya dialami bersama dengan sakit perut, kelemahan, pusing, atau pingsan, hingga tekanan dubur. Selain itu, pada kehamilan ektopik terganaggu, janin yang terus berkembang dapat menekaan organ tubuh daaan menimbulkan rasa yang sangat hebat. Pada beberapa kondisi, ibu bisa mengalami perdarahan hebat, rasa nyeri yang teramat sakit, samapai lemas dan penurunaan kesadaraan.

3. Keguguran

flek saat hamil

Foto: americanpregnancy.org

Sebagian besar kasus keguguran terjadi pada 13 minggu pertama kehamilan. Jika Moms sedang hamil dan mengalami perdarahan berwarna coklat atau merah terang dengan atau tanpa merasakan kram, segera konsultasikan dengan dokter karena bisa jadi mengalami keguguran.

Keguguran yang terjadi dapat berupa ancaman keguguran (janin masih bisa diselamatkan) atau keguguran yang sedang atau sudah berlangsung (janin tidak bisa diselamatkan). Dokter akan menilai kondisi ibu dan janin untuk menentukan tindakan selanjutnya.

Apapun alasan perdarahan yang terjadi selama masa kehamilaan, moms tetap harus menghubungi dokter untuk memastikan apakah perdarahannya masih dalam kaategori normal atau tidak.

Jika janin tidak bisa diselamatkan, contohnya padaa kasus kehamilan ektopik atau keguguran, janin yang tidak berkembang harus dievakuasi dari rahim. Selain itu, dengan memeriksakan ke dokter, dapat mengesampingkan kemungkinan komplikasi kehamilan lain.

Itu dia beberapa kemungkinan penyebab flek saat hamil, diwaspadai ya Moms.


Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Ayuwidia

Artikel Terkait