DI ATAS 5 TAHUN
7 Oktober 2019

3 Pertanyaan Seputar Masalah Imunisasi yang Paling Sering Ditanyakan

Apakah boleh memberikan Si Kecil banyak vaksin dalam waktu yang bersamaan?
Artikel ditulis oleh Ikhda Rizky Nurbayu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Imunisasi merupakan sebuah usaha di dalam pencegahan primer penyakit, dengan cara memasukkan antigen berupa bakteri atau virus yang sudah dilemahkan.

Tujuan imunisasi adalah untuk memicu pembentukan kekebalan tubuh pada antigen tersebut.

Tindakan imunisasi sudah terbukti sebagai salah satu bentuk pencegahan penyakit paling efektif dan sangat efisien.

Bersama dr. Caessar Pronocitro, Sp. A., M.Sc selaku dokter spesialis anak, RS Pondok Indah Bintaro Jaya, Orami akan membahas tiga pertanyaan dari para Ibu yang sering ditanyakan seputar masalah imunisasi.

1. Apakah Boleh Melakukan Imunisasi Bersamaan?

kenapa anak perlu imunisasi

Foto: hellosehat.com

Banyak ibu-ibu yang mempertanyakan apakah boleh berbagai macam imunisasi diberikan pada waktu yang bersamaan?

Lalu, jika imunisasi tidak diberikan di waktu yang sudah dijadwalkan, apakah hasilnya tidak akan optimal?

Menurut dr. Caessar, tidak ada imunisasi yang tidak boleh diberikan bersamaan.

Bahkan, tidak ada jumlah maksimalnya untuk diberikan dalam satu waktu. Bisa lebih dari satu, dua, dan seterusnya, asalkan disuntikkan pada lokasi berbeda.

"Untuk masalah pemberian vaksin yang tidak tepat jadwal, perlu diingat kalau vaksin ini tidak bisa diberikan lebih cepat. Namun jika terlambat, tidak perlu mengulang, karena hasilnya akan tetap efektif dan optimal," ujar dr. Caessar.

Namun, pada masa keterlambatan itu, menurut dr. Caessar, biasanya Si Kecil tidak memiliki perlindungan, sehingga sangat risiko terkena penyakit lebih besar.

Baca Juga: Apa Saja 5 Imunisasi Wajib bagi Bayi?

2. Anak Trauma Diajak Imunisasi, Bagaimana Solusinya?

shutterstock 640785991

Foto: hellosehat.com

Pertanyaan seputar masalah imunisasi yang kedua yaitu muncul ketika anak seringkali trauma dengan jarum suntik dan tidak ingin untuk diajak melakukan imunisasi lagi.

Bahkan tidak jarang anak menangis saat dibawa ke rumah sakit, bagaimana solusinya?

Menurut dr. Caessar, pemberian vaksin memang dapat membuat anak menjadi takut. Namun Moms harus ingat bahwa risiko anak yang tidak di imunisasi akan jauh lebih berbahaya dibandingkan ketidaknyamanannya yang bersifat sementara.

Sebaiknya, Moms bisa mencoba untuk membawanya ke rumah sakit berbeda, atau memilih waktu di mana anak sedang dalam suasana baik.

Rasa takut bersifat sementara, semua tergantung pada Ibu dan dokter yang menciptakan suasana menyenangkan.

Baca Juga: Vaksin Bayi, Perlu atau Tidak?

3. Timbul Jendol Merah Pada Kulit Setelah Suntik BCG. Bahaya atau Tidak?

20bdc5b7142bd571a1836a500fcdafdc

Foto: motherandbaby.co.id

Suntik BCG (Bacillus Calmette-Guérin) merupakan imunisasi wajib yang berguna untuk mencegah penyakit TBC.

Namun, terkadang, beberapa dari anak setelah disuntik BCG, kulitnya timbul jendol merah dan besar. Hal ini sering membuat Moms khawatir.

dr. Caessar mengatakan, timbulnya bengkak merah yang berukuran besar atau bahkan mengeluarkan nanah, merupakan efek samping yang akan timbul setelah melakukan suntik BCG.

"Memang, tidak semua mengalaminya, namun jika itu terjadi pada anak Ibu, itu hal yang wajar. Tenang Ibu, benjolan akan kempis sekitar 1 sampai 2 bulan," ujar dr. Caessar.

Itulah tiga pertanyaan seputar masalah imunisasi yang ditanyakan oleh para ibu. Mari, kita lakukan imunisasi yang tepat agar penyakit tidak dapat menyerang sistem kekebalan tubuh Si Kecil.

(IRN)

Artikel Terkait