PROGRAM HAMIL
17 April 2019

3 Pertimbangan Utama Sebelum Membekukan Sel Telur

Kumpulkan informasi yang cukup sebelum melakukan prosedur ini.
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta


Kemajuan teknologi memberikan pilihan bagi perempuan untuk merencanakan kehamilan, salah satunya melalui metode pembekuan sel telur.

Proses membekukan sel telur dilakukan dengan mengambil sel telur dari tubuh perempuan untuk kemudian dibekukan dan disimpan di fasilitas penyimpanan khusus.

Bagi Moms yang tertarik mengetahui lebih lanjut tentang prosedur pembekuan sel telur, penting juga mengetahui apa saja pertimbangan membekukan sel telur.

Berikut tiga pertimbangan utama yang patut dipikirkan sebelum memulai prosedur tersebut.

1. Usia

istock 76724273 medium

Foto: istock.com

Dalam tulisannya di situs The Conversation, Kylie Baldwin, pengajar senior di De Montfort University menjelaskan bahwa rata-rata perempuan melakukan prosedur pembekuan sel telur saat mereka berusia antara 30–40 tahun.

Padahal, American Society for Reproductive Medicine menyatakan tingkat kelahiran tertinggi dari sel telur yang dibekukan adalah pada perempuan yang melakukan prosedur pembekuan sel telur saat usia mereka di bawah 30 tahun.

Ini karena kualitas sel telur perempuan yang berusia 20-an masih bagus.

Dengan begitu, peluang sel telur berhasil dibuahi lebih besar daripada sel telur yang dibekukan saat Moms berusia di atas 30 tahun.

Baca Juga: 10 Komentar Paling Menyebalkan yang Kita Dengar saat Program Hamil

2. Biaya

kelly sikkema 692353 unsplash

Foto: unsplash.com

Prosedur pembekuan sel telur membutuhkan biaya yang besar dan umumnya tidak ditanggung oleh asuransi.

Dengan kata lain, Moms harus menyiapkan biaya sendiri untuk membekukan sel telur serta biaya penyimpanannya.

Besaran biayanya pun untuk keseluruhan program bayi tabung. Jadi biayanya bergantung rumah sakit atau pusat fertilitas yang menyediakan layanan tersebut.

Baca Juga: Ingin Sukses Program Hamil, Pasangan Harus Lakukan 4 Hal Ini

3. Penyedia Layanan Pembekuan Sel Telur

john looy 755994 unsplash

Foto: unsplash.com

Meski prosedur ini sudah cukup dikenal di luar negeri, namun, tidak demikian halnya di Indonesia.

Lembaga penyedia layanan pembekuan sel telur di Indonesia masih sangat terbatas.

Oleh karena itu, Moms harus cermat dalam memilihnya.

Ahli yang berpengalaman dan reputasi yang baik dari lembaga tersebut sangatlah penting.

Moms juga perlu kritis dalam menanggapi klaim tingkat kesuksesan yang disampaikan suatu lembaga penyedia layanan pembekuan sel telur.

Tanyakan apakah klaim tersebut berdasarkan data mereka sendiri atau dari sumber umum.

Selain itu, tanyakan juga tingkat keberhasilan yang dimaksud berasal dari perempuan yang berusia berapa tahun.

Kualitas sel telur yang dibekukan oleh perempuan saat ia berusia 20-an tentu berbeda dengan milik perempuan usia 30-an.

Tingkat keberhasilan kehamilan sel telur yang dibekukan perempuan berusia 20-an akan lebih besar dibandingkan perempuan usia 30-an.

Baca Juga: Benarkah Aspirin Memicu Cepat Hamil?

Selain itu, bila Moms berpikir untuk membekukan sel telur di luar negeri, maka harus dipikirkan pula biaya tambahan, seperti transportasi bolak-balik, akomodasi atau menginap, serta jangan lupa untuk mengkonversi biayanya ke mata uang negara tersebut.

(AN)

Artikel Terkait