PROGRAM HAMIL
31 Maret 2019

3 Pilihan Program Hamil yang Dapat Dicoba, Mana yang Terbaik?

Kira-kira pilihan program hamil apa yang cocok untuk Moms dan Dads?
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Setiap pasangan memiliki kondisi kesehatan dan tingkat kesuburan yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, metode yang dilakukan oleh pasangan untuk mempunyai momongan pun tak selalu sama.

Perkembangan teknologi memungkinkan manusia untuk dapat mengupayakan kehamilan melalui lebih dari satu cara yang alami.

Bagi Moms dan Dads yang memiliki kondisi atau masalah khusus, terutama terkait kesuburan, hal ini tentu menggembirakan.

Menurut National Health Service dari Inggris, dari setiap 100 pasangan yang mencoba untuk hamil secara alami, sekitar 80 hingga 90 akan hamil dalam kurun waktu satu tahun.

Sisanya membutuhkan waktu lebih lama atau mungkin perlu bantuan atau cara lain untuk hamil. Berikut tiga pilihan program hamil paling populer di dunia!

Baca Juga: Ini Perbedaan Saat Mencoba Hamil di Usia 20-an dan 30-an

1. Program Hamil dengan Cara Alami

pregnant 2196853 1920

Program hamil dengan cara alami adalah berhubungan intim. Namun, bukan berarti setiap hubungan intim berpotensi menyebabkan kehamilan.

Moms dan Dads bisa saja berhubungan intim setiap hari, tetapi tidak juga terjadi kehamilan.

Faktor utama yang menentukan keberhasilan kehamilan dengan cara ini adalah usia Moms dan Dads serta waktu berhubungan.

Moms yang tergolong usia subur (di bawah 35 tahun) mempunyai peluang lebih besar untuk hamil dibandingkan dengan Moms di atas usia tersebut.

Hal ini karena stok sel telur pada perempuan usia subur jauh lebih banyak dibandingkan perempuan yang berusia di atas 35 tahun.

Selain itu, waktu Moms dan Dads berhubungan juga sangat menentukan. Peluang terjadinya kehamilan paling besar bila hubungan dilakukan saat Moms sedang dalam periode ovulasi.

Jika siklus menstruasi Moms normal, yaitu 28 hari, maka peluang untuk hamil paling tinggi bila Moms dan Dads berhubungan sekitar 14 hari setelah hari pertama menstruasi terakhir Moms.

2. Inseminasi Buatan (intrauterine insemination/IUI)

heidy sequera 256321 unsplash

Prosedur ini dilakukan dengan cara memasukkan sperma ke dalam rahim. Beberapa minggu sebelum inseminasi, Moms akan diminta meminum pil hormonal untuk merangsang ovulasi.

Pada hari pelaksanaan inseminasi, Dads akan diminta mengeluakan sperma dengan cara masturbasi.

Dokter kemudian memilih sperma terbaik untuk dimasukkan ke dalam rahim Moms menggunakan kateter dan menunggu proses pembuahan berlangsung di dalam rahim.

Menurut Alyssa Dweck, M.D., penulis buku V is for Vagina, prosedur ini termasuk simpel, tapi hanya sedikit tidak nyaman, kira-kira mirip dengan saat Moms melakukan pap smear. Pasca inseminasi, Moms dapat melakukan aktivitas seperti biasa.

Baca Juga: 5 Masalah Kesehatan yang Paling Sering Membuat Perempuan Susah Hamil

3. Bayi Tabung (in vitro fertilization/IVF)

wavebreakmedia7

Banyak pasangan yang telah lama menjalani program hamil namun tak kunjung berhasil kemudian mencoba program bayi tabung.

Untuk melakukan IVF, Dweck menjelaskan, Moms dan Dads dapat menemui dokter kebidanan dan kandungan spesialis fertilitas endokrinologi reproduksi.

Dokter akan meresepkan obat khusus untuk merangsang produksi sel telur. Setelahnya, ia akan mengambil sel telur tersebut dan menggabungkannya dengan sperma di laboratorium.

Dengan kata lain, proses pembuahan berlangsung di laboratorium. Saat sperma dan sel telur menghasilkan embrio yang matang, dokter akan memasukkannya ke dalam rahim menggunakan kateter.

Apa pun pilihan program hamil Moms dan Dads, yang penting untuk diperhatikan adalah mengonsultasikannya dengan ahli yang tepat.

Pilihlah dokter yang berpengalaman di fasilitas kesehatan atau rumah sakit yang bereputasi baik, Moms.

(AN/INT)

Artikel Terkait