DI ATAS 5 TAHUN
11 Juli 2019

3 Tips Atasi Anak yang Melakukan GTM (Gerakan Tutup Mulut)

Ketika anak melakukan aksi gerakan tutup mulut atau GTM, apa yang harus dilakukan orangtua? Ini jawabannya.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

“Aku nggak mau makan!”

Apa yang kira-kira akan dilakukan Moms jika anak berteriak menolak makanan yang diberikan? Pastinya membuat perasaan Moms menjadi tidak karuan.

Ada rasa cemas, khawatir, pengin marah, tapi di samping itu juga merasa iba jika anak tidak mendapat asupan makanan yang cukup.

Penolakan dari anak seperti ini biasa disebut juga GTM atau gerakan tutup mulut. Anak menolak makan bahkan terkadang sampai melepeh atau menyemburkan makanan tersebut.

Untuk menghadapi kondisi ini adalah jauhi keinginan untuk memaksa anak makan, karena itu malah membuat ia menjadi trauma.

Perlu diketahui, asupan makanan yang kurang karena nafsu makan anak yang menurun dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.

Risiko berat badan anak turun, mudah terinfeksi penyakit, hingga dapat berdampak pada perkembangan otaknya.

Baca Juga: Apa Perbedaan Manfaat Probiotik dan Prebiotik untuk Anak?

Ada banyak penyebab dari anak yang melakukan aksi GTM, yaitu pola asuh pemberian makan yang tidak sesuai usia, telat mengenalkan makanan pada anak, mengalami sakit pada area mulut dan giginya, serta masalah psikologis.

Seorang dokter spesialis gizi klinik bernama DR. dr. Francisca A Tjakradidjaja yang praktik di RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa mengungkapkan tips untuk mengatasi anak yang melakukan aksi GTM, yaitu sebagai berikut:

1. Mengajak Anak Menyiapkan Makanan Bersama

3 tips atasi anak yang melakukan gtm (gerakan tutup mulut) 2

Foto: allenfamilyfoods.com

Biasanya anak hanya ‘terima jadi’ makanan yang diberikan oleh orangtuanya.

Nah, kali ini, untuk mengatasi aksi GTM anak, dr. Francisca menawarkan tips baru, yaitu mengajak anak untuk menyiapkan makanan bersama.

“Coba ajak anak untuk menyiapkan makanan, dengan mencontoh makanan-makanan yang biasanya dia sering ia jadikan jajan di luar. Mulai dari browsing menu dan resep-resepnya, kemudian belanja, menyiapkan, masak, makan, sampai membersihkan meja. Jangan lupa untuk membuat suasananya menyenangkan,” ujar dr. Francisca saat Kulwap Orami Community pada Kamis (26/2) lalu.

Selama proses ini, Moms juga bisa memberikan penjelasan sederhana dengan bercerita kalau waktu makan adalah berharga dan menyenangkan.

Cara ini dianggap efektif untuk atasi aksi GTM anak.

Baca Juga: Jangan Memaksa Anak untuk Makan! Ini 4 Dampak Buruknya

2. Biarkan Anak Makan Sendiri

3 tips atasi anak yang melakukan gtm (gerakan tutup mulut) 3

Foto: nutritionmythbusters.com

Sebenarnya, setelah anak berusia 1 tahun, ia sudah bisa diajarkan untuk makan sendiri.

Tentunya dengan orangtua yang mendampingi dan mengawasinya. Jika anak awalnya merengek atau membuat meja makan menjadi berantakan dan kotor, tak masalah karena ini adalah prosesnya mengenal jenis makanan.

“Biasakan juga anak untuk makan duduk dan makan bersama dengan anggota keluarga lain. Banyak hal positif yang bisa didapatkan dengan makan bersama, seperti menjalin hubungan antara orangtua dan anak, menciptakan kesan agar anak merasa disayangi, aman, dan nyaman,” ujar dr. Francisca.

Waktu makan terbaik adalah tidak lebih dari 30 menit. Jangan lupa untuk menjauhkan anak dari televisi dan gadget lainnya yang mengganggu selama waktu makan.

Baca Juga: 5 Kalimat yang Tidak Boleh Dikatakan Pada Anak Tentang Makanan

3. Sabar dan Konsisten

3 tips atasi anak yang melakukan gtm (gerakan tutup mulut) 4

Foto: momjunction.com

Kuncinya ada pada orangtua. Selalu sabar dan konsisten dalam menghadapi anak dengan aksi GTM.

Bertindak atau berkata tegas tak masalah, tapi bukan dengan marah apalagi memaksa anak.

Mengatasi anak dengan aksi GTM memerlukan waktu, jadi biarkan anak untuk belajar perlahan demi perlahan untuk mengenal makanan dan menyukainya.

Sebagai orangtua, selalu pastikan makanan yang disantap anak tak hanya lezat namun juga memenuhi gizi seimbang.

Selalu juga pantau kesehatan anak dan pertambahan berat badan, tinggi badan, serta lingkar kepalanya.

Pantau juga aktivitas yang dilakukan anak agar sesuai dengan makanan yang dikonsumsinya. Hal yang terpenting, selalu semangat, ya, Moms!

(DG)

Artikel Terkait