GAYA HIDUP
24 Mei 2019

3 Trik Stop Diet Keto Tanpa Alami Kenaikan Berat Badan

Fokus mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat yang tinggi serat dan protein.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Diet keto atau diet dengan metode tidak mengonsumsi karbohidrat kini sedang menjadi tren di kalangan masyarakat.

Moms mungkin menjadi salah seorang yang melakukan diet keto demi menurunkan berat badan.

Jika dilakukan dengan benar, diet keto memang bisa menjadi faktor penurunan berat badan seseorang.

Nah, ketika seseorang tersebut telah berhasil menurunkan berat badannya, pada titik tertentu dia akan merasa ingin kembali ke pola makan yang normal.

Berkaitan dengan hal tersebut maka seorang ahli gizi teregistrasi bernama Kristin Kirkpatrick menyampaikan pandangannya.

Sebagaimana dikutip dari health.clevelandclinic.org, menurut Kristin, penyesuaian sangat diperlukan bagi mereka yang ingin mengubah perilaku keto-nya menjadi perilaku makan yang normal.

Baca Juga : Mengenal Ketogenic, Diet Rendah Karbo dan Tinggi Lemak

Penyesuaian itu pun tidak serta merta berlangsung cepat. Para pelaku diet keto bisa membutuhkan waktu berhari-hari agar bisa kembali ke pola makan yang normal.

Waktu 14 hari dianggap Kristin cukup untuk membuat tubuh menyesuaikan pola makan yang normal tersebut.

Kristin pun menjelaskan bahwa ketika kembali ke pola makan yang normal, tubuh akan mendapatkan asupan karbohidrat dan gula yang banyak secara tiba-tiba.

Itu yang kemudian dikatakan Kristin bisa merusak tubuh pelaku diet keto lantaran tidak dapat mengontrol pola makan yang baru.

Jika itu terjadi, maka tubuh akan mendapatkan banyak gejala buruk.

Beberapa di antaranya adalah kenaikan berat badan, masalah pada saluran pencernaan, peningkatan level gula darah yang bisa menyebabkan mudah lelah dan mudah marah, serta peningkatan rasa lapar.

Oleh sebab itu, ada 3 trik yang bisa dilakukan oleh pelaku diet keto yang ingin kembali ke pola makan normal tanpa terkena efek-efek mengerikan di atas.

1. Fokus pada Pencernaan Karbohidrat

shutterstock_717902812.jpg

Ketika seorang pelaku diet keto ingin kembali ke pola makan yang normal, maka Kristin menyarankan dia agar fokus mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat yang tinggi serat dan protein.

Sumbernya bisa diperoleh melalui pasta dari kacang-kacangan, kraker dengan biji-bijian, dan juga lainnya.

Selain itu, bisa juga dengan mengonsumsi kacang mede atau alpukat.

Kristin menyarankan bahwa pelaku diet keto perlu untuk memilih karbohidrat yang sehat ketika ingin menjalani pola makan normal.

Karbohidrat sehat adalah karbohidrat yang tidak memicu lonjakan gula darah.

Untuk itu sebaiknya seorang pelaku diet keto tidak mengonsumsi hotdog, donat, dan kue.

Fokus pada karbohidrat berkualitas dan makan secara tenang agar sistem pencernaan memiliki waktu untuk mencernanya.

2. Hindari Gula

shutterstock_609571883.jpg

Salah satu manfaat dari diet keto adalah karena minimnya asupan gula yang masuk ke dalam tubuh.

Oleh karena itu, pelaku diet keto sebaiknya tidak mengganti pola makan keto dengan pola makan tinggi gula.

Itulah yang kemudian membuat minat pelaku diet keto mengonsumsi gula akan menurun seiring dengan berjalannya waktu.

Dalam menghindari konsumsi gula, pelaku diet keto sebaiknya tidak memakan atau meminum apapun yang memiliki kandungan gula lebih dari 4 gram.

Selain itu, mereka juga perlu hati-hati dengan gula alami yang ada di dalam madu atau buah-buahan tertentu.

Asupan gula yang berlebih bisa menimbulkan lonjakan level gula darah dan berujung pada beberapa penyakit berbahaya.

Baca Juga : Apakah Diet Keto Aman Dilakukan Saat Ibu Menyusui?

3. Menjalani Kebiasaan Positif

shutterstock_400659769 (1).jpg

Ketika seseorang menjalani diet keto pertama kali pastinya dia akan mencari dan mempelajari soal keto itu sendiri.

Hal yang sama pun berlaku saat dia ingin berhenti dan kembali ke pola makan yang normal.

Menurut penjelasan Kristin, makanan bukan satu-satunya fokus dalam hal menurunkan berat badan.

Lebih dari itu, menurunkan berat badan juga memerlukan dukungan dari lingkungan sekitar dan juga gaya hidup.

Jika itu tidak berjalan dengan baik niscaya diet keto yang dilakukan akan sia-sia. Berat badan pun kembali naik dalam waktu cepat.

Salah satu cara lainnya agar tetap bisa stabil adalah dengan selalu menjaga tubuh agar terus terhidrasi.

Kekurangan air atau dehidrasi dapat menyebabkan seseorang mudah marah dan mudah lapar.

Untuk itu, diperlukan minum air dalam jumlah yang cukup selama satu hari agar penyesuaian setelah diet keto berjalan lancar.

Yuk ikuti ketiga cara diatas agar tubuh tidak kaget ketika Moms berhenti diet keto!

(TETI)

Artikel Terkait