PERNIKAHAN & SEKS
7 Oktober 2019

4 Alasan Kuat untuk Membuat Perjanjian Pranikah Bersama Calon Pasangan

Semuanya untuk kebaikan bersama.
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Perjanjian pranikah atau yang juga sering disebut dalam Bahasa Inggris, prenuptial agreement adalah kontrak tertulis yang dibuat oleh dua pihak sebelum mereka menikah.

Perjanjian pranikah pada umumnya mencantumkan semua properti yang dimiliki masing-masing, dan juga utang apa pun. Selain itu juga tercantum penentuan apa saja hak properti masing-masing setelah pernikahan.

Terdengar kaku memang kalau membaca definisi ini, tapi tidak bisa dipungkiri, perjanjian pranikah ini sebenarnya penting.

Bukan hanya mereka yang punya aset miliaran saja yang perlu membuat perjanjian pranikah untuk melindungi harta masing-masing dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Mereka yang punya daftar utang, mereka yang sudah pernah menikah dan punya anak sebelumnya, juga butuh perjanjian ini.

Dilansir dari nolo.com, di sini Orami berusaha merangkum penjelasan, seberapa penting perjanjian pranikah ini untuk pasangan yang akan menikah?

Ada beberapa alasan yang mungkin bisa memberikan pencerahan untuk pasangan yang masih ragu untuk membuat perjanjian pranikah, beberapa di antaranya sebagai berikut:

1. Pisahkan Properti untuk Anak dari Pernikahan Terdahulu

4 Alasan Kuat untuk Membuat Perjanjian Pranikah Bersama Calon Pasangan 01.jpg

Foto: pexels.com

Ini menjadi penting, karena saat Moms atau Dads menikah dengan sudah membawa anak dari pernikahan sebelumnya, itu berarti harus ada pembagian properti yang jelas jika suatu saat kalian meninggal.

Saat hal itu terjadi, pasangan yang masih hidup harus memberikan properti yang sudah dipisahkan dari harta bersama itu tadi, kepada anak dari pasangan yang meninggal.

Tanpa perjanjian pranikah, dalam kasus pernikahan dengan membawa anak dari pernikahan terdahulu ini, mungkin saja pasangan yang masih hidup punya hak untuk mengklaim sebagian besar dari properti pasangan yang sudah meninggal.

Yang ditakutkan, bisa saja anak yang sudah ditinggal ini akan mendapat bagian yang lebih sedikit, dan bahkan tidak mendapat apa-apa sama sekali.

Baca Juga: Mesranya Baim Wong dan Paula Verhoeven yang Sudah Sebulan Menikah

2. Memperjelas Pembagian Hak Keuangan

4 Alasan Kuat untuk Membuat Perjanjian Pranikah Bersama Calon Pasangan 02.jpg

Foto: rawpixel.com

Untuk pasangan yang memang benar-benar baru pertama kali menikah, perjanjian pernikahan ini akan diperlukan untuk memperjelas pembagian hak atas keuangan.

Tak peduli pasangan kaya atau tidak, ada baiknya untuk memperjelas hak dan tanggung jawab masing-masing dalam hal keuangan, selama pernikahan nantinya.

Baca Juga: 4 Tips Keuangan Aman untuk Pasangan yang Baru Menikah, Ikuti, Yuk!

3. Menghindari Pertengkaran Jika Terjadi Perceraian

4 Alasan Kuat untuk Membuat Perjanjian Pranikah Bersama Calon Pasangan 03.jpg

Foto: pexels.com

Perceraian tentu saja bukan hal yang diinginkan setiap pasangan yang menikah. Namun, apapun bisa terjadi dalam perjalanannya nanti.

Perjanjian pranikah menjadi hal yang penting untuk menghindari pertengkaran jika hal itu terjadi.

Dengan menentukan terlebih dahulu bagaimana harta akan dibagi, ini akan mengurangi risiko hukum yang berlarut-larut soal gono-gini.

Baca Juga: Baru Menikah, Ini 3 Tips Agar Foreplay Malam Pertama Tidak Canggung

4. Melindungi Diri Masing-Masing dari Utang

4 Alasan Kuat untuk Membuat Perjanjian Pranikah Bersama Calon Pasangan 04.jpg

Foto: rawpixel.com

Dengan adanya perjanjian pranikah, bisa dijabarkan juga di sana, seberapa utang yang dimiliki masing-masing.

Dalam perjanjiannya, ditentukan siapa yang akan menanggung itu semua. Apakah tetap menjadi utang pribadi, atau dijadikan utang bersama yang tentunya akan dibayar bersama pula.

Berapapun jumlahnya, besar atau kecil, tetap harus ada perjanjian pranikah untuk kasus ini.

Mungkin sebagian besar orang Indonesia menganggap perjanjian pranikah ini tak begitu penting.

Setelah membaca beberapa alasan di atas, mungkin pasangan yang akan segera menikah bisa mempertimbangkan kembali untuk membuat perjanjian pranikah.

(DEW/DIN)

Artikel Terkait