2-3 TAHUN
29 Mei 2020

4 Alasan Penting Mengajari Anak Merangkak Sebelum Belajar Berjalan

Ini penjelasan para ahli tentang pentingnya anak bisa merangkak sebelum berjalan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Banyak ahli berpendapat merangkak merupakan salah satu tahap penting dalam perkembangan anak. Oleh karena itu, orang tua perlu mengajari anak merangkak sebelum ia bisa berjalan.

Kenapa, ya, Moms? Yuk, simak alasannya di bawah ini.

Kenapa Kita Harus Mengajari Anak Merangkak Sebelum Berjalan

Anak yang melewatkan fase merangkak, atau bisa berjalan tanpa merangkak terlebih dahulu, berisiko menghadapi hambatan dalam perkembangannya.

Berikut sejumlah alasan penting mengapa orang tua perlu mengajari anak merangkak sebelum ia bisa berjalan.

1. Mendukung Kemampuan Motorik Kasar dan Motorik Halus

close-up-photography-of-baby-lying-on-the-bed-near-bolster-765251.jpg

Foto: pexels.com

Saat merangkak, Si Kecil akan menggerakkan lengan kanan berbarengan dengan kaki kiri, diikuti dengan menggerakkan lengan kiri berbarengan dengan kaki kanan.

Yael Sasson, terapis okupasi senior dan direktur Dynamics Therapy Centre, menjelaskan bahwa gerakan merangkak membantu anak mengembangkan kemampuan koordinasi otot dan otaknya.

Perkembangan otot yang kuat juga akan membantu anak untuk nantinya dapat berlari, melompat, melempar bola dengan mudah.

Baca Juga: 5 Permainan yang Bisa Membantu Bayi Belajar Merangkak

2. Memperkuat Perut Bagian Atas

alyssa-stevenson-slpibXIhizI-unsplash.jpg

Foto: unsplash.com

Mengajari anak merangkak akan membantu memperkuat perut bagian atas anak, yang penting untuk mengembangkan kemampuan motorik halusnya, seperti menulis. “Merangkak juga membantu mengembangkan otot-otot yang diperlukan untuk kontrol leher dan postur yang baik,” terang Sasson.

3. Memperkuat Daya Pandang

Teach-Your-Baby-To-Crawl-And-Exercise.jpg

Foto: momjunction.com

Saat merangkak, Si Kecil juga akan melatih daya pandangnya.

Saat merangkak ia akan memandang sekelilingnya, mencari mainan yang berada dalam jarak pendek atau jauh, menengok ke belakang, dan sebagainya.

Kemampuan daya pandang yang baik akan membantu anak untuk menghitung jarak dan memahami objek yang dilihat.

Baca Juga: Gampang Kok! Ini 5 Cara Mudah Mengajarkan Bayi Merangkak

4. Membangun Kepercayaan Diri

ffa37a6c-f890-4edd-ae7f-0a24c01124bf-shutterstock_1040292526.jpg

Foto: romper.com

Moms mungkin bertanya-tanya, apa hubungan antara merangkak dengan kepercayaan diri? Ternyata hubungannya besar, Moms.

Dikutip dari situs web Kidspot Australia, mengajari anak merangkak juga dapat membangun kepercayaan diri Si Kecil.

Saat belajar merangkak, anak akan belajar mengambil risiko dalam mengoordinasikan gerakan tangan, kaki, daya pandang, dan otaknya.

Bisa saja ia sebenarnya berniat untuk maju, tetapi malah mundur.

Ketika menyadari tindakannya keliru, ia akan mencoba kembali supaya bisa bergerak sesuai dengan yang ia inginkan.

Saat ia berhasil melakukan gerakan yang ia inginkan, akan muncul kepercayaan diri karena usahanya telah berhasil.

Menurut para ahli, anak yang melewatkan fase merangkak berisiko menemui sejumlah hambatan dalam perkembangannya.

Mary Benbow, terapis okupasi dan pakar ternama dalam perkembangan tangan anak menerangkan bahwa pada periode merangkak, otot besar di pangkal ibu jari akan bergerak secara maksimal.

Ini akan melatih kemampuan motorik halus anak yang antara lain akan membantunya belajar menulis dengan baik.

Menurut Benbow, anak yang tidak merangkak cenderung mempunyai tulisan tangan yang berantakan [karena kemampuan motorik halusnya kurang baik.

Sementara, ahli fisioterapi Tracy Prowse mengatakan, anak yang merangkak menandakan ia memiliki otot yang kuat dan kemampuan kognisi yang baik – sebab dibutuhkan koordinasi antara gerak otot dan otak untuk bisa merangkak dengan baik.

Nah, Moms dan Dads, pastikan untuk mengajari anak merangkak agar tahap perkembangan Si Kecil berjalan dengan lancar.

Baca Juga: Mengapa Si Kecil Merangkaknya Mundur?

Artikel Terkait