DI ATAS 5 TAHUN
29 Mei 2020

4 Bahaya Pewarna Makanan Bagi Kesehatan Anak, Perhatikan!

Pewarna tertentu bisa memicu berbagai gangguan kesehatan serius
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Tahukah Moms, kalau dibalik makanan berwarna-warni yang menggugah selera sebenarnya ada ancaman bahaya pewarna makanan bagi kesehatan anak?

Sebuah studi dari National Institutes of Health mengungkap kalau banyak produk makanan untuk anak mengandung pewarna makanan sintetis berbahan dasar petroleum, yang berpotensi memicu kanker, gangguan kesehatan, hingga masalah perilaku.

Bahaya Pewarna Makanan yang Harus Diwaspadai

Yuk Moms, simak sampai selesai untuk lebih banyak tentang bahaya pewarna makanan yang harus diwaspadai.

1. Memicu Hiperaktivitas

4 Bahaya Pewarna Makanan Untuk Kesehatan Anak, Perhatikan 1.jpg

Foto: Lesfanfans.ca

Pernahkah Moms merasa Si Kecil menjadi lebih aktif dan tidak bisa diam setelah mengonsumsi makanan tertentu? Meski sering disangka sebagai sugar rush, efek tersebut ternyata bisa pula disebabkan oleh jenis pewarna makanan tertentu lho, Moms.

Dari berbagai hasil studi diketahui kalau pewarna sintetis jenis Red 40, Yellow 5, dan Yellow 6, diduga kuat dapat memicu gejala ADHD dan hiperaktivitas pada anak dengan sensitivitas tinggi terhadap bahan kimia dalam makanan.

Baca Juga: Amankah Pewarna Makanan Selama Merencanakan Kehamilan?

2. Meningkatkan Resiko Kanker

4 Bahaya Pewarna Makanan Untuk Kesehatan Anak, Perhatikan 2.jpg

Foto: Cnn.com

Pakar penyakit kronis, gangguan autoimun, dan sindrom aktivasi sel mastosit Dr. Tania Dempsey, dalam situs webnya menyebutkan kalau pewarna makanan jenis Red 3 atau eritrosin harus dihindari karena dapat meningkatkan risiko kanker tiroid dan menyebabkan kerusakan DNA pada sel ginjal.

Bahaya pewarna makanan bagi kesehatan anak yang hampir sama juga dikatakan bisa dipicu oleh pewarna makanan jenis Blue 2, Citrus Red 2, Green 3, Red 40, Yellow 5 atau tartrazine, dan Yellow 6 atau sunset yellow.

Baca Juga: Bahaya Pewarna dan Pemanis Buatan pada Makanan

3. Kerusakan Kromosom

4 Bahaya Pewarna Makanan Untuk Kesehatan Anak, Perhatikan 3.jpg

Foto: Freepik.com

Studi lain dari National Institutes of Health mengungkap kalau pewarna makanan jenis Yellow 6 atau sunset yellow yang banyak digunakan dalam berbagai produk makanan anak seperti permen, selai, sereal, es krim, dan minuman ringan, dapat menyebabkan kerusakan kromosom jika sering dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Selain itu, Moms juga perlu waspada terhadap produk makanan yang mengandung jenis pewarna Red 40, Red 18, Red 3, Red 2, Yellow 5, dan Blue 1. Banyak negara bahkan telah melarang penggunaan berbagai jenis pewarna makanan berbahaya ini.

Baca Juga: Lebih Sehat, Ini 5 Cara Membuat Pewarna Alami Makanan

4. Alergi

4 Bahaya Pewarna Makanan Untuk Kesehatan Anak, Perhatikan 4.jpg

Foto: Seriouseats.com

Reaksi alergi seperti biduran hingga gejala asma rupanya bisa dipicu oleh konsumsi pewarna makanan lho, Moms. Menurut New York Allergy & Sinus Centers, pewarna makanan jenis Yellow 5 atau tartrazine diketahui paling banyak memicu reaksi alergi pada individu yang sensitif.

Di sisi lain, pewarna makanan jenis Red 4, Red 40, Yellow 6, dan annatto juga diketahui bisa memicu gejala seperti wajah membengkak, ruam, mengi, kram perut, hingga syok anafilaksis.

Baca Juga: Cermati Jenis Pewarna Makanan yang Aman Digunakan Berikut Ini

Untuk menghindari bahaya pewarna makanan bagi kesehatan anak di atas, Moms perlu lebih teliti membaca label kemasan dan sebisa mungkin menghindari makanan olahan ataupun makanan berwarna di penjual kaki lima yang tidak jelas kandungannya.

Nah, apa Moms tahu bahan kimia berbahaya lain yang banyak ditemukan dalam makanan anak di pasaran?

Artikel Terkait