RUPA-RUPA
14 Juni 2019

4 Budaya Jakarta yang Wajib Diperkenalkan ke Anak

Penting agar anak bisa mencintai bangsa dan negaranya sejak dini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline
Disunting oleh Ikhda Rizky

Belajar mengenai budaya bisa sangat mengasikkan dan menyenangkan. Apalagi budaya Indonesia banyak yang unik-unik dan menarik.

Mengenalkan anak pada budaya sejak dini itu perlu lho Moms. Jika tidak diperkenalkan, akan sulit bagi mereka untuk mencintai bangsa dan negaranya. Ada banyak yang bisa mereka pelajari, mulai dari jenis tari, pakaian adat, kesenian, tradisi, dan masih banyak lagi.

Budaya yang diajarkan tidak harus budaya-budaya yang jauh. Moms bisa mulai dari kebudayaan yang berasal dari kota tempat tingal, Jakarta misalnya. Apa saja budaya Jakarta yang bisa Moms perkenalkan pada anak? Simak penjelasan berikut ini ya.

Baca Juga: Yuk Buat Nasi Uduk Khas Betawi Enak dan Gurih!

1. Tradisi Pencak Silat

budaya jakarta

Foto: indonesianpencaksilat.blogspot.com

Jika anak terlihat tidak tertarik dengan budaya umum seperti tari-tarian atau pakaian adat, Moms bisa coba dengan satu budaya yang unik, pencak silat misalnya. Seperti yang kita ketahui, pencak silat adalah seni beladiri khas Jakarta yang bagus untuk membantu pertahanan diri anak.

Budaya Jakarta satu ini memilik banyak ragam aliran yang berbeda-beda di setiap perguruannya. Tapi jangan khawatir, meskipun banyak, Moms bisa mulai mengenalkan seni bela diri ini pada anak sejak usia 4 tahun.

Tradisi ini sangat bagus untuk dipelajari anak-anak sebagai salah satu cara untuk melindungi diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, juga sebagai salah satu cara untuk melestarikan budaya Jakarta.

2. Lenong

budaya jakarta

Foto: lembagakebudayaanbetawi.org

Lenong adalah kebudayaan khas Betawi berupa lantunan Gambang Kromong yang disertai dengan lawakan tanpa plot cerita. Hingga kini, budaya Lenong masih berkembang dan merupakan ciri khas berupa banyolan dari rangkaian cerita yang tidak berkaitan.

Pertunjukkan lenong menggunakan sebuah panggung yang ditata dengan sejumlah dekorasi pendukung. Sebagai informasi, pertunjukkan lenong dibagi atas tiga bagian. Ada dimainkan lagu pembukaan berirama cepat untuk mengundang penonton datang, dimainkan juga lagu-lagu hiburan untuk para penonton.

Di awal perkembangannya lenong memainkan cerita-cerita tentang kerajaan, baru kemudian memainkan cerita-cerita di kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Rasanya Lezat, Tapi Kuliner Khas Betawi Ini Makin Langka dan Terancam Punah

3. Ondel-Ondel

budaya jakarta

Foto: nusantarakaya.com

Ondel-ondel adalah patung raksasa yang dijadikan sebagai ikon Kota Jakarta. Ondel-ondel ini biasanya tampil berpasangan, ada pria dan wanita.

Cara memebedakannya, pria mengenakan topeng berwarna merah dengan kumis dan cambang serta pakaian berwarna gelap. Lalu wanita mengenakan topeng putih dengan gincu merah dan menggunakan pakaian berwarna terang. Namun keduanya dihiasi Kembang Kelapa, hiasan kepala khas Melayu.

Ondel-ondel ini dibuat dengan rangka bambu, agar bisa dibawa dengan orang dari dalamnya. Buat anak-anak ondel-ondel mungkin menakutkan, namun sering berada dalam barisan terdepan dalam suatu arak-arakan.

4. Tanjidor

budaya jakarta

Foto: indonesiakaya.com

Namanya salah budaya Jakarta ini memang tidak asing. Dulunya, tanjidor adalah musik betawi yang dimainkan oleh orang-orang yang ingin mempersembahkan pertunjukkan untuk menir-menir Belanda.

Kini tanjidor dikenal sebagai sebuah kesenian Betawi yang berbentuk orkes, yang dikembangkan oleh masyarakat Betawi yang tinggal di daerah Bekasi dan Karawang.

Baca Juga: Resep Soto Betawi

Alat-alat musik yang dimainkan dalam tanjidor terdiri dari klarinet, piston, trombon, saksofon, drum, simbal, dan tambur. Grup musiknya biasanya terdiri dari 7-10 orang.

Dulu tanjidor banyak dimainkan di rumah-rumah saat musik bercocok tanam, namun seiring berjalannya waktu, saat ini banyak dimainkan sebagai pertunjukkan untuk mengarak pengantin dan menyambut tamu agung.

Itulah beberapa budaya Jakarta yang bisa Moms kenalkan pada anak. Semuanya sangat kental dengan budaya betawi dan mudah untuk dipelajari.

(AWD/IRN)

Artikel Terkait