BALITA DAN ANAK
21 Februari 2020

4 Cara Ampuh Mengobati Bell's Palsy pada Anak

Bell's palsy pada anak? Bukankah kondisi tersebut terjadi pada orang dewasa?
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Orami

Bell’s Palsy atau di Indonesia sering disebut belpasi merupakan kelumpuhan saraf pada wajah yang diakibatkan oleh peradangan dan pembengkakan saraf yang mengontrol otot pada sisi wajah.

Singkatnya dilansir dari The Royal Children's Hospital Melbourne, bell’s palsy merupakan kondisi kelumpuhan otot pada salah satu bagian wajah. Siapa saja yang dapat terkena bell’s palsy? Dilansir dari Doctor NDTV, bell’s palsy dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun perempuan yang biasanya akan terjadi di usia 15-45 tahun.

Salah satu gejala yang paling terlihat adalah perubahan bentuk wajah yang akan sulit untuk tersenyum, mata sulit berkedip dan terus berair pada salah satu bagian wajah yang terkena bell’s palsy, sakit kepala, mengeluarkan air liur, nyeri pada rahang atau belakang telinga, dan kemampuan indera perasa berkurang.

Cara Mengobati Bell's Palsy pada Anak

Bagaimana cara mengobati bell's palsy? Simak di bawah ini yuk Moms.

1. Latihan Wajah

cara mengobati bells palsy pada anak.jpeg

Fisioterapi merupakan salah satu cara untuk memperkuat otot-otot wajah. Prosedur dalam terapi ini dapat membantu kasus bell’s palsy untuk meningkatkan koordinasi dan jangkauan gerakan.

Latihan ini lebih mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitasnya, setidaknya dilakukan 2-3 kali dalam sehari dengan pergerakan yang tepat. Dalam kasus bell’s palsy yang akut dapat memulai dengan mengompres bagian wajah yang terkena dengan air hangat, lakukan pijatan untuk meningkatkan aliran darah pada otot-otot wajah.

Setelah itu dapat dilakukan gerakan tertentu pada wajah yang dapat merangsang otak memberi sinyal pada otot untuk menggerakan wajah dan akan lebih baik jika didampingi oleh ahli fisioterapi.

Baca Juga: Penyakit Lupus pada Anak, Begini Cara Mendeteksinya

2. Elektrikal Stimulasi

Mengobati Bells Palsy Pada Anak 2.jpg

Elektrikal stimulasi mungkin masih asing untuk dikenal, sebuah alat yang mengumpulkan otot lemah yang dirangsang oleh listrik untuk memperkuat otot.

Alat ini masuk ke dalam salah satu terapi fisik pada pasien yang ingin mengembalikan kekuatan dan kontraksi otot.

3. Perawatan Gigi

Mengobati Bells Palsy Pada Anak 3.jpg

Pemicu bell’s palsy juga bisa dari trauma, demam, dan pencabutan gigi. Otot wajah merupakan saraf yang paling sering lumpuh dibandingkan bagian tubuh lainnya, sehingga lebih rentan terjadi gangguan.

Maka dan itu, perawatan gigi juga dibutuhkan sebagai pencegahan terjadinya bell’s palsy. Pastikan gigi tidak mengalami pembusukan, atau mengalami kerusakan gigi dengan perawatan rutin seperti menggosok dan membersihkan gigi dengan benang.

Baca Juga: Adakah Dampak Terlewat Jadwal Imunisasi Bayi?

4. Terapi Pijat

Mengobati Bells Palsy Pada Anak 4.jpg

Terapi pijat dapat menjadi pilihan terapi yang dapat memulihkan bell’s palsy. Terapi pemijatan merupakan manipulasi sistematik dan ilmiah jaringan tubuh yang dapat memperbaiki dan memulihkan. Pada proses pemijatan ini memberikan manfaat untuk memberikan relaksasi otot dan mempertahankan tonus otot.

Baca Juga: Tepat Mengobati TBC pada Anak dengan Mengetahui Gejalanya!

Selain cara dan terapi yang telah disebutkan, penangan dengan obat juga diperlukan. Bell’s palsy yang menyebabkan nyeri dapat mengonsumsi analgesik seperti ibuprofen atau parasetamol.

Sementara vitamin B6 dan B12 dapat dikonsumsi untuk pertumbuhan serabut saraf yang rusak. Saat mengalami bell’s palsy, setidaknya mata juga akan mengalami masalah seperti iritasi.

Maka dari itu penderita bell’s palsy dapat melakukan pemberian air mata buatan, latihan mengedipkan mata secara manual, hingga tindakan operatif.

(PSF/ERN)

Artikel Terkait