DI ATAS 5 TAHUN
28 Mei 2019

4 Cara Mengajari Anak agar Tidak Mudah Diculik Orang Asing

Sebab tak selamanya Moms akan berada di samping Si Kecil.
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Berita penculikan anak kian marak. Terlepas dari hoax atau bukan, tetap saja membuat Moms was-was. Selain memberi pengawasan yang semakin ketat pada Si Kecil, Moms mungkin juga membatasi interaksi Si Kecil dengan orang asing.

Bahkan, tak sedikit Moms yang berpesan pada anaknya agar tak bicara pada orang asing.

Padahal, para ahli mengatakan bahwa meminta anak untuk tidak berbicara dengan orang asing adalah hal yang salah. Menurut Pattie Fitzgerald, pendiri organisasi keselamatan anak yang disebut Safely Ever After, Inc, hal ini akan menghambat kemampuan bersosialisasi pada anak, di mana anak seharusnya mulai berani menyapa orang lain dan keluar dari zona nyamannya.

Dan faktanya, kebanyakan orang asing yang menyapa anak akan berlaku sangat ramah kepada anak, meski sesungguhnya ia memiliki niat jahat tersembunyi. Jadi, melarang anak berbicara dengan orang asing, hanya akan menimbulkan pertanyaan di dalam pikirannya, kenapa ia tidak boleh berbicara dengan orang baik?

Nah, alih-alih melarang anak berbicara dengan orang asing, Moms mungkin perlu mengajarkan beberapa kemampuan pada anak yang dapat membantunya melarikan diri ketika ada situasi berbahaya, seperti ada orang yang ingin membawanya pergi atau menculiknya. Ini dia seperti dirangkum dari www.news24.com.

1. Ketika ada orang asing yang mengajak anak berbicara, anak boleh menjawab hanya jika ada orang dewasa yang ia kenal berada di dekatnya.

4 Cara Mengajari Anak agar Tidak Mudah Diculik Orang Asing 1.jpg

Dalam mengajari anak agar tidak mudah diculik, jangan katakan pada anak untuk sama sekali tidak merespons orang asing. Ia boleh menjawab pertanyaan orang asing ketika Moms atau Dads, atau siapapun orang dewasa yang dikenal baik oleh anak, ada di dekatnya.

Tapi, tegaskan pada anak, bahwa ia tak boleh menjawab pertanyaan orang asing ketika anak sedang sendirian. Dan, minta anak untuk segera pergi menjauhi orang asing tersebut, dan menghampiri orang dewasa yang dikenalnya.

Baca Juga: 6 Aturan Berinteraksi dengan Orang Asing yang Harus Diajarkan Pada Balita

2. Ketika ada orang yang berlaku kasar atau memaksakan kehendaknya, anak harus lari dan berteriak minta tolong.

4 Cara Mengajari Anak agar Tidak Mudah Diculik Orang Asing 2.jpg

Ajari anak untuk berteriak meminta tolong kepada siapapun ketika ada orang yang tak dikenalnya memaksa membawanya pergi, atau memaksanya melakukan sesuatu. Itu adalah salah satu aturan dalam mengajari anak agar tidak mudah diculik.

Baca Juga: 4 Cara Menyembuhkan Trauma Anak Korban Penculikan

3. Katakan tidak kepada siapa pun yang mencoba menyentuh anak dengan cara yang membuat anak merasa tidak nyaman.

4 Cara Mengajari Anak agar Tidak Mudah Diculik Orang Asing 3.jpg

Moms harus selalu menanamkan pada anak bahwa area pribadi anak, yaitu mulai di bawah leher hingga di atas lututnya, hanya boleh disentuh oleh dirinya, serta Moms, Dads, dan pengasuhnya. Orang di luar itu, tanpa kepentingan apapun, tidak boleh menyentuh tubuhnya, dan anak harus menolak ketika ada orang yang ingin melakukan hal itu padanya.

Baca Juga: 5 Cara Mengajarkan Anggota Tubuh bagi Anak Perempuan

4. Ketika tidak ada orang dewasa yang dikenalnya, minta anak untuk meminta bantuan atau pertolongan pada petugas berseragam.

4 Cara Mengajari Anak agar Tidak Mudah Diculik Orang Asing 4.jpg

Ini termasuk polisi, satpam, atau bahkan pegawai di toko swalayan. Ketika mengajari anak agar tidak mudah diculik, katakan untuk meminta tolong pada om dan tante berseragam menghubungi Moms atau Dads. Berarti, Moms harus pastikan anak hafal setidaknya satu nomor telepon keluarga yang bisa jadi andalannya dalam situasi genting.

Itu dia 4 cara mengajari anak agar tidak mudah diculik orang asing ketika ada yang ingin memaksanya atau membawanya pergi. Semoga anak-anak terhindar dari kejahatan penculikan, ya, Moms.

(VAN)

Artikel Terkait