DI ATAS 5 TAHUN
23 Mei 2019

4 Cara Menjelaskan Pada Anak Soal Kerusuhan di TV

Jangan panik, jelaskan dengan tenang ya Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline
Disunting oleh Intan

Setiap hari televisi selalu menayangkan berbagai acara film yang menarik untuk penontonnya. Ada berbagai macam acara yang disajikan, mulai dari gosip, reality show, sinetron, acara musik, hingga film kartun.

Nah, film kartun ini biasa menjadi tontonan favorit Si Kecil karena televisi merupakan salah satu sarana bagi mereka.

Tapi ada kalanya juga orang tua butuh asupan informasi dari berita-berita terkini di televisi, sehingga terkadang anak ikut menyaksikan juga.

Namun, bagaimana jika buah hati kita secara kebetulan ikut menyaksikan berita kerusuhan di televisi seperti kemarin? Bagaimana orang tua harus menjelaskan pada Si Kecil jika ia bertanya?

Baca Juga: 4 Alasan Kenapa Kita Harus Mengajarkan Anak Menjaga Fasilitas Umum

1. Berpikiran Jernih

Untuk menjelaskan situasi ini pada anak, orang tua harus memiliki sikap yang netral terlebih dahulu dan berpikiran jernih.

Jangan malah terlihat memihak satu pihak, sehingga penjelasan yang diberikan pun menjadi tidak benar.

Anak akan dengan mudah menyerap apa yang orang tuanya katakan. Jadi sebisa mungkin usahakan, apa yang kita jelaskan merupakan fakta yang tidak ditambah-tambahkan. Juga harus positif ya.

2. Yakinkan Anak Semua Aman Terkendali

Setelah menonton acara televisi yang mungkin penuh dengan kekerasan, bukan tidak mungkin anak akan menjadi takut karena teriakan dan bunyi-bunyi yang diciptakan.

Namun, di sini juga menjadi saat yang tepat menjelaskan pada anak bahwa kekerasan dan kerusuhan yang ia lihat di televisi bukanlah hal yang baik.

"Saya menggunakan kesempatan ini untuk menerangkan pada anak bahwa senjata sangatlah berbahaya, dan ketika seseorang tertembak, ia tidak bisa kembali lagi. Oleh sebab itu, kita tidak boleh menyentuh senjata. Lalu, yakinkan mereka bahwa dia dan seluruh anggota keluarga selamat," ujar Dr. Laura Markham dari AHA! Parenting.

Dr. Laura menambahkan bahwa penjelasan mengenai kekerasan dan senjata boleh dilakukan pada anak yang sudah duduk di sekolah dasar.

Peran orang tua sangat penting untuk menenangkan anak. Jelaskan padanya bahwa situasi akan aman karena sudah ada pihak yang menanganinya.

Beritahu pula bahwa akan ada Moms dan Dads yang selalu menemani dan menjaganya sehingga situasi akan aman terkendali.

Baca Juga: 5 Cara Mengajari Anak Sportif Menerima Kekalahan

3. Alihkan Perhatian Anak

Cara ini berlaku bagi anak yang berusia di bawah 5 tahun dan belum bersekolah di sekolah dasar.

Anak akan mudah teralihkan dengan camilan favoritnya, hobi, atau mainan favorit. Cara ini adalah cara paling aman untuk menjaga Si Kecil tetap tenang.

Moms tidak perlu bersusah payah menjelaskan apa yang terjadi, karena anak tidak tahu apa yang sedang terjadi di luar.

Jika sudah dihadapkan pada barang-barang favoritnya, ia pasti akan tenggelam dalam dunianya.

"Jangan biarkan balita melihat tontonan kerusuhan di televisi dan jangan berdiskusi mengenai kejadian menegangkan di depannya. Meski orang tua berasumsi anak tidak akan mengerti, balita sangat sensitif dengan intonasi suara kita dan cepat merasa takut," tambah Dr. Laura.

Baca Juga: Heboh Pemilihan Presiden, Ketahui 6 Cara Mengajarkan Anak Menjadi Pemimpin yang Baik

4. Jangan Panik

Anak cenderung meniru perilaku orang tua. Jika kita terlihat was-was dan khawatir, maka hal tersebut juga akan dirasakan oleh anak. Tetapi jika kita tetap tenang, maka Si Kecil juga akan begitu.

Coba sibukkan diri Moms dengan bermain bersama anak, atau memasak bersama anak. Dengan begitu, pikiran kita akan teralihkan.

Itu dia beberapa cara efektif yang bisa Moms lakukan untuk menjelaskan kepada anak tentang kerusuhan yang terjadi pada 22 Mei kemarin.

Jangan sampai anak ikut menjadi panik akibat Moms tidak bisa menjelaskan kondisi kerusuhan yang ia lihat di televisi. Bila khawatir anak jadi resah, lebih baik alihkan tontonan ke tayangan yang lain.

Artikel Terkait