KESEHATAN
25 Maret 2018

4 Cara Nyaman Santap Hidangan Bersantan Tanpa Takut Kolesterol Tinggi

Kandungan santan dapat menaikkan kadar kolesterol dalam darah dan menurunkan kesehatan tubuh.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla
Disunting oleh Carla


Gulai dan Kare adalah makanan khas Indonesia yang banyak disukai. Tapi tahukah Moms? Di balik rasanya yang gurih dan menggoyang lidah, kandungan santannya dapat menaikkan kadar kolesterol dalam darah dan menurunkan kesehatan tubuh.

Untuk dapat menikmati hidangan bersantan ini, pintar-pintar mengontrol diri dengan cara-cara berikut ini :

Meningkatkan Asupan Serat

Makanan seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan mengandung serat dan kaya lemak tak jenuh, direkomendasikan oleh situs Livestrong untuk menurunkan total kolesterol dalam darah.

Kurangi konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan lemak, serta tingkatkan asupan sayuran maupun buah-buahan.

Hindari Santan Terlalu Kental

Tidak seperti kebanyakan makanan nabati lainnya, santan sangat tinggi lemak jenuh sehingga memiliki efek pada kadar kolesterol darah.

Mengonsumsi ½ cangkir santan dapat menyediakan 24 gram lemak jenuh, melebihi dari kebutuhan harian yang direkomendasikan per 2000 kalori, seperti yang dimuat oleh situs Livestrong, yang memberikan informasi tentang kesehatan, nutrisi, dan olahraga.

Hal ini juga ditekankan oleh Dietary Guidelines for Americans 2010 bahwa kurang dari 10% dari kalori yang dikonsumsi diperbolehkan berasal dari lemak jenuh. Untuk menghindarinya, batasi konsumsi hidangan bersantan, atau masak hidangan tersebut dengan menggunakan santan encer.

Baca Juga : Kolesterol Tinggi? Ini Makanan yang Perlu Dikonsumsi dan Dihindari

Mengganti Lemak Jenuh

Tidak semua lemak buruk untuk kadar kolesterol. Lemak tak jenuh ditemukan pada ikan dan minyak zaitun, yang dapat menurunkan kolesterol jahat sekaligus meningkatkan kolesterol baik.

Ganti makanan tinggi lemak jenuh, seperti daging merah dengan ikan. Tapi situs Livestrong juga menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan lemak tak jenuh, karena biasanya mengandung tinggi kalori dan berisiko menyebabkan obesitas

Rutin Berolahraga

Kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan stroke. Manfaat olahraga tergantung pada durasi, frekuensi, dan intensitas.

Semakin banyak dan intens berolahraga, semakin mudah menurunkan berat badan dan kadar kolesterol dalam darah, seperti yang diterangkan situs Livestrong.

Namun jangan berlebihan ya, hal terbaik adalah melakukannya secara perlahan untuk membangun rutinitas, misalnya jalan cepat, joging, atau bersepeda.

Foto : Shutterstock

Artikel Terkait