KESEHATAN
6 Oktober 2020

Redakan Gigi Sensitif, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Salah satunya gunakan pasta gigi yang mengandung desensitizing
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Amelia Puteri

Apakah gigi Moms terasa cenut-cenut saat menikmati minuman panas atau dingin? Bisa jadi hal itu terjadi karena gigi sensitif.

Journal of American Dentistry edisi Maret 2013 menyebutkan sekitar 1 dari 8 orang memiliki gigi sensitif. Gigi memiliki lapisan luar, lapisan pelindung enamel, kemudian lapisan dalam dari dentin.

Ketika enamel rusak, maka rentan terhadap makanan dan minuman yang sangat panas, dingin, manis, dan asam.

Dampaknya, Moms bisa mengalami gigi sensitif dengan merasakan sensasi yang mengejutkan yang dapat menyebar melalui gigi selama beberapa saat hingga berjam-jam.

Ketahui lebih lanjut penjelasan mengenai gigi sensitif berikut ini.

Baca Juga: Yuk Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut Dengan Cara Mudah Ini

Penyebab Gigi Sensitif

penyebab gigi sensitif

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Mayo Clinic, gigi sensitif biasanya disebabkan oleh email gigi yang aus atau akar gigi yang terbuka.

Namun terkadang, ketidaknyamanan gigi disebabkan oleh faktor lain, seperti gigi berlubang, gigi retak atau terkelupas, tambalan yang aus, atau penyakit gusi.

Dalam American Dental Association, disebutkan kemungkinan penyebabnya meliputi kerusakan gigi (gigi berlubang), gigi retak, tambalan bekas, penyakit gusi, enamel gigi usang, atau akar gigi terbuka.

Pada gigi yang sehat, lapisan enamel melindungi mahkota gigi, bagian di atas garis gusi. Di bawah garis gusi, lapisan yang disebut sementum melindungi akar gigi. Di bawah enamel dan sementum adalah dentin.

Dentin punya bentuk yang kurang padat dibandingkan dengan enamel dan sementum, dan mengandung tubulus mikroskopis (tabung atau kanal berongga kecil).

Ketika dentin kehilangan lapisan pelindung enamel atau sementum, tubulus ini memungkinkan makanan panas dan dingin atau asam atau lengket mencapai saraf dan sel di dalam gigi. Dentin juga bisa terbuka saat gusi surut. Hasilnya bisa jadi hipersensitivitas.

Meski demikian, jangan khawatir, ada beberapa cara sederhana untuk meredakan gigi sensitif yang bisa Moms coba. Berikut daftarnya!

Baca Juga: Ini Dia Penyebab dan Cara Mengatasi Gigi Sensitif

Cara Mengatasi Gigi Sensitif

Ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk mengatasi kondisi gigi sensitif. Apa saja? Berikut ini penjelasannya.

1. Menyikat Gigi dengan Lembut

sikat gigi - healthysmiledental.com.au (1).jpg

Foto: Orami Photo Stock

Cara sederhana untuk meredakan gigi sensitif yang pertama adalah menyikat gigi dengan lembut. Menyikat gigi dengan keras tidak akan membuat gigi lebih bersih, justru dapat meningkatkan risiko sensitivitas gigi.

Hal tersebut dikarenakan menyikat yang terlalu kuat dapat menyebabkan gusi keluar dari gigi, mengekspos saraf, dan menyebabkan sakit gigi.

Menyikat gigi dari sisi ke sisi tepat di garis gusi dapat membuat email gigi lebih cepat hilang. Sebaiknya, sikat gigi dengan sudut 45 derajat ke gusi menggunakan bulu sikat yang lembut untuk menjaga enamel bersih dan kuat.

”Gosok gigi dua kali sehari dengan gerakan naik-turun yang lembut, bukan dari sisi ke sisi. Lakukan minimal dua kali sehari selama dua menit, itu akan efektif,” jelas Ana Paula Ferraz-Dougherty, DDS, dokter gigi di Rolling Oaks Dental, San Antonio, Texas, sekaligus juru bicara American Dental Association (ADA)

2. Hentikan Bleaching (Pemutihan Gigi)

white-teeth-yourdentistryguide.com.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Cara sederhana untuk meredakan gigi sensitif yang selanjutnya adalah menghentikan bleaching. Baik alat pemutih di rumah atau prosedur pemutihan gigi dapat menyebabkan gigi sensitif untuk sementara waktu.

Sebaiknya konsultasi dengan dokter gigi tentang bagaimana perawatan tersebut mempengaruhi kondisi gigi dan apakah perlu dilakukan.

"Jika memiliki gigi sensitif, mereka mungkin tidak merekomendasikan pemutihan gigi,” ungkap Ferraz-Dougherty.

3. Hindari Makanan dan Minuman Asam

jeruk - rd.com.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Cara sederhana untuk meredakan gigi sensitif yang selanjutnya adalah menghindari makanan dan minuman asam. Makanan dan minuman yang sangat asam menghilangkan enamel gigi, sehingga lebih rentan terhadap sensitivitas gigi dan kerusakan gigi.

Minuman bersoda, jus jeruk, dan buah jeruk bersifat asam.

Jika ingin konsumsi jeruk, coba untuk tambahkan dalam makanan lainnya. Makanan lain berfungsi sebagai penyangga, yang membantu menurunkan tingkat pH di mulut.

Pastikan untuk menunggu setidaknya 30 menit setelah makan buah jeruk, baru menyikat gigi.

"Asam tersebut melemahkan enamel gigi, dan menyikat terlalu cepat dapat merusak enamel," kata Ferraz-Dougherty.

4. Gunakan Pasta Gigi yang Tidak Sensitif

pasta gigi - askthedentist.com.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Cleveland Clinic, cara sederhana untuk meredakan gigi sensitif yang selanjutnya adalah gunakan pasta gigi yang mengandung desensitizing.

Pasta gigi desensitizing mengandung senyawa yang membantu menghalangi transmisi sensasi dari gigi ke saraf. Gunakan dua kali sehari, maka sensitivitas pada gigi yang kurang dalam beberapa minggu.

British Dental Health Foundation (BDHF) menyarankan, untuk menggosok sedikit pasta gigi desensitisasi langsung pada gigi.

Baca Juga: Yuk Ajak Anak Flossing, Bermanfaat untuk Kesehatan Giginya!

Cara Penanganan Gigi Sensitif oleh Dokter Gigi

perawatan gigi sensitif oleh dokter gigi

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms merasa terganggu dengan gigi sensitif, kunjungi dokter gigi.

Dokter gigi dapat mengidentifikasi atau mengesampingkan penyebab yang mendasari sakit gigi. Bergantung pada situasinya, dokter gigi mungkin merekomendasikan beberapa penanganan terhadap gigi sensitif berikut ini:

1. Menggunakan Pasta Gigi yang Tidak Sensitif

Setelah beberapa kali pemakaian, pasta gigi yang tidak sensitif terkadang dapat membantu memblokir rasa sakit yang terkait dengan gigi sensitif.

Ada berbagai macam produk yang tersedia tanpa resep. Tanyakan kepada dokter gigi, produk mana yang paling cocok untuk Moms gunakan.

2. Mengoleskan Fluor

Dokter gigi mungkin mengoleskan fluorida ke area gigi sensitif untuk memperkuat enamel gigi dan mengurangi rasa sakit. Ia mungkin juga menyarankan penggunaan resep fluoride di rumah, diterapkan melalui baki khusus.

3. Melakukan Desensitisasi

Kadang-kadang, permukaan akar yang terbuka dapat dirawat dengan mengaplikasikan resin pengikat ke permukaan akar yang sensitif. Mungkin diperlukan anestesi lokal.

4. Bedah Mencangkok Gusi

Jika akar gigi kehilangan jaringan gusi, sejumlah kecil jaringan gusi dapat diambil dari bagian lain di mulut dan ditempelkan ke bagian yang terkena. Ini dapat melindungi akar yang terbuka dan mengurangi kepekaan atau gigi sensitif.

5. Perawatan Root Canal

Jika gigi sensitif menyebabkan rasa sakit yang parah dan perawatan lain tidak efektif, dokter gigi mungkin merekomendasikan perawatan saluran akar (root canal).

Ini merupakan prosedur yang digunakan untuk mengatasi masalah pada inti lunak gigi (pulpa gigi). Meskipun ini mungkin tampak seperti perawatan yang signifikan, ini dianggap sebagai teknik paling berhasil untuk menghilangkan sensitivitas gigi.

Baca Juga: 5 Fakta Kesehatan Gigi Bayi yang Wajib Moms Ketahui

Pencegahan Gigi Sensitif

pencegahan gigi sensitig

Foto: Orami Photo Stock

Moms sudah mengetahui tentang cara perawatan gigi sensitif. Lalu, adakah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegahnya?

Journal of American Dental Association menjelaskan, bahwa kebersihan mulut yang baik adalah pertahanan terbaik terhadap sebagian besar masalah kesehatan mulut, termasuk gigi sensitif.

Kebersihan gigi harian yang buruk memungkinkan bakteri berkumpul di sekitar dan di antara gigi. Jika bakteri (plak) ini tidak dihilangkan, mereka dapat mengeras menjadi kalkulus (karang gigi), yang dapat menumpuk dan menyebabkan gusi surut di sekitar gigi. Ini disebut penyakit "gingiva" atau "gusi" atau "resesi".

Resesi gusi mengekspos akar gigi, yang pada gilirannya membuat gigi lebih rentan terhadap sensitivitas.

Situasi lain yang dapat meningkatkan risiko resesi gusi termasuk penggunaan tembakau, tindik mulut (yang dapat mengiritasi gusi), penggunaan beberapa obat atau bahkan perubahan kadar hormon wanita selama masa pubertas, kehamilan atau menopause.

Menyikat gigi dengan kasar, menggunakan terlalu banyak tekanan, atau menggunakan sikat gigi berbulu keras juga dapat menyebabkan gusi menyusut, dan memperlihatkan akar gigi.

The American Dental Association merekomendasikan untuk mengikuti rutinitas kebersihan mulut yang baik. Sikat gigi dengan lembut dua kali sehari dengan sikat berbulu lembut dan pasta gigi berfluorida.

Ukuran dan bentuk kuas gigi harus sesuai dengan mulut, sehingga memungkinkan Moms menjangkau semua area dengan mudah.

Jangan lupa mengganti sikat gigi setiap tiga atau empat bulan atau lebih cepat jika bulunya sudah berjumbai. Sikat gigi yang sudah usang tidak akan bisa membersihkan gigi dengan baik, dan dapat mengiritasi gusi.

Moms juga dapat membersihkan sela gigi dengan benang atau pembersih interdental lainnya setiap hari. Ini membantu menghilangkan plak dan partikel makanan dari sela-sela gigi dan di bawah garis gusi.

Kunjungi dokter gigi secara teratur untuk pembersihan profesional dan pemeriksaan mulut.

Itulah beberapa cara sederhana untuk meredakan gigi sensitif.

Jika memiliki gigi yang sangat sensitif, sebaiknya pertimbangkan untuk melakukan perawatan kepada dokter gigi. Mengabaikan kondisi gigi bisa memperburuk kesehatan gigi.

Artikel Terkait