KESEHATAN
21 November 2019

4 Dampak Buruk Tidak Membersihkan Karang Gigi

Bisa memicu sakit jantung dan stroke juga lho!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sebuah penelitian yang diterbitkan National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine menemukan bahwa ada 700 spesies bakteri yang hidup di mulut. Bakteri ini adalah tempat berkembang biaknya plak, film lengket yang tidak berwarna yang melapisi gigi.

Ketika plak yang dilapisi bakteri bercampur dengan partikel makanan, ia menghasilkan asam perusak gigi.

Untuk itu, penting sekali menyikat gigi, membersihkan dengan benang, hingga membilas dengan obat kumur antiseptik karena bermanfaat besar untuk kesehatan gigi Moms.

Dampak Buruk Tidak Membersihkan Karang Gigi

Kebiasaan sehari-hari tersebut bermanfaat besar untuk mencegah penumpukan karang gigi. Sebab, jika karang gigi yang menumpuk dan tidak dibersihkan bisa berdampak buruk pada kesehatan.

Mulai dari menyebabkan napas berbau tidak sedap, hingga pada kondisi yang lebih serius bisa memicu sakit jantung dan stroke. Berikut empat dampak buruk tidak membersihkan karang gigi.

Baca Juga: 3 Akibat Buruk Dari Karang Gigi dan Cara Mengatasinya

1. Cavity (Lubang pada Gigi)

periksa gigi - webmd.com.jpg

Dampak buruk tidak membersihkan karang gigi yang pertama adalah munculnya lubang apda gigi. Karang gigi menjadi tempat bakteri bersarang. Asam yang diproduksi oleh bakteri dalam plak dapat menyebabkan tingkat pH rendah dan dapat menggerogoti email gigi. Akibatnya, gigi menjadi berlubang.

”Segera setelah terakumulasi, asam akan mulai memecah email, menghilangkan mineralisasi lapisan pelindungnya dan mendorong rongga (lubang gigi) terbentuk,” Prostodontik dari New York, Dr. Jonathan Levine, DMD.

2. Radang Gusi (Gingivitis)

download (4).jpg

Foto: Leadingimplantcenters.com

Dampak buruk tidak membersihkan karang gigi yang selanjutnya adalah radang gusi. Penumpukan karang gigi dapat menimbulkan radang gusi. Ketika plak dibiarkan menetap pada gigi, maka akan mengeras. Setelah itu, menyerang gusi sehingga menyebabkan radang gusi.

”Setelah karang gigi menyerang gusi, akan terjadi peradangan yang menyebabkan gusi memerah dan berdarah. Hal tersebut dikarenakan plak terus bergerak hingga di bawah garis gusi. Ketika terjadi hal demikian, maka bisa menyebabkan gusi terpisah dari gigi,” ujar Levine.

Baca Juga: Jangan Malas Ke Dokter Gigi! Ini Akibatnya Jika Tak Rajin Membersihkan Karang Gigi

3. Periodontitis

periodoncia_Periodontitis-1170x688.jpg

Foto: Flormardigal.com

Dampak buruk tidak membersihkan karang gigi yang selanjutnya adalah periodontitis. Ketika sudah terjadi gingivitis dan karang tidak juga dibersihkan maka dapat menimbulkan penyakit periodontitis. Yakni, berupa kantong nanah yang timbul di antara gusi dan gigi.

Hal tersebut dikarenakan ketika terjadi peradangan maka sistem kekebalan tubuh akan mengirimkan bahan kimia untuk melawan, kemudian bercampur dengan bakteri yang melepas zat pertahanan diri.

Dampaknya, bisa menyebabkan gigi tanggal. ”Setelah terjadi peradangan pada gigi dan karang terus dibiarkan, akhirnya bisa kehilangan gigi. Tulang gigi dan jaringannya mengalami kerusakan,” lanjut Levine.

4. Memicu Sakit Jantung dan Stroke

signs-of-a-stroke-require-immediate-medical-attention.jpg

Foto: Medicalnewstoday.com

Dampak buruk tidak membersihkan karang gigi yang selanjutnya adalah serangan jantung dan stroke. Penemuan terbaru menyebutkan bahwa bakteri dalam karang gigi diindikasikan menjadi pemicu dalam penyakit jantung dan stroke. Plak yang sama yang ada di gigi adalah plak yang mengalir ke aliran darah dan menyumbat arteri.

Terlalu banyak plak menyebabkan penyakit periodontal dan radang gusi, yang akhirnya memungkinkan plak untuk mengalir ke dalam darah.

”Saya dengan tegas merekomendasikan jika pasien memiliki penumpukan plak yang luas dan kesehatan periodontal yang buruk, pemeriksaan kardiovaskular harus direkomendasikan,” jelas Levine.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Membersihkan Karang Gigi?

Itulah beberapa dampak buruk tidak membersihkan karang gigi. Meski rajin menyikat gigi tetap berisiko terjadi penumpukan karang gigi. Untuk itu, tetap disarankan rutin memeriksakan kesehatan gigi.

Pengguna kawat gigi, perokok, dan yang memiliki penumpukan gigi lebih berisiko mengalami penumpukan karang gigi.

Selain itu, seiring bertambahnya usia juga berpengaruh pada penumpukan karang gigi. Jadi, sudah apakah sudah rutin memeriksa kesehatan gigi?

(SWN)

Artikel Terkait