KEHAMILAN
28 Juni 2020

4 Dampak Trombosit Turun saat Hamil, Waspada!

Bisa menyebabkan preeklampsia pada ibu hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Tidak hanya saat terkena DBD (Demam Berdarah Dengue), trombosit turun juga bisa terjadi saat kehamilan. Seperti apa dampaknya, ya?

Kehamilan memang menyenangkan, karena berarti sebentar lagi Moms dan suami bisa bertemu dengan si buah hati. Namun tidak salah juga menyebut hamil sebagai suatu kondisi yang mencekam.

Salah makan atau salah bergerak sedikit saja, masalah kehamilan yang banyak bisa terjadi pada diri kita, salah satunya adalah trombosit turun saat hamil.

Dikutip dari Journal of Clinical Medicine, trombosit turun saat hamil ini merupakan masalah darah terbesar kedua setelah anemia pada kehamilan. Kekurangan trombosit ini bisa mengakibatkan berbagai masalah kesehatan pada Moms.

Baca Juga: Siasati 5 Masalah Kehamilan dengan Tips Ini!

Makanya, Moms perlu menjaga tubuh agar tetap sehat dan berada dalam kondisi yang fit selama kehamilan. Harus patuh pada saran dari dokter kandungan dan tidak boleh melakukan pekerjaan terlalu berat.

Dampak Trombosit Turun saat Hamil

Lalu apa sebenarnya dampak dari trombosit turun saat hamil? Yuk kita simak di bawah Moms.

1. Mengalami Trombositopenia

trombosit turun

Foto: Orami Photo Stock

Menurut Joseph Aquilina, konsultan kebidanan dan ginekolog, Jika jumlah trombosit ibu hamil turun di bawah tingkat normal selama kehamilan, kemungkinan besar Moms akan mengalami kondisi kehamilan yang biasa disebut trombositopenia gestasional.

Kondisi ini mempengaruhi sekitar 1 dari 10 wanita hamil dan biasanya berkembang di pertengahan hingga semester akhir kehamilan.

Baca Juga: Apa Beda Donor Trombosit dengan Donor Darah Biasa? Simak Penjelasannya

Trombosit adalah sel yang membantu darah membeku saat dibutuhkan. Rata-rata, orang dewasa memiliki antara 150 juta dan 400 juta per mililiter (ml) darah. Kehamilan dapat menurunkan jumlah trombosit ibu hamil menjadi antara 100 juta dan 150 juta trombosit per ml darah.

Keadaan ini terjadi ketika trombositopenia gestasional ringan terdiagnosis, biasanya dengan tes darah rutin di salah satu janji kontrol kandungan Moms.

2. Mengalami Preeklampsia

trombosit turun

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari Cancer Therapy Advisor, saat trombosit ibu hamil turun, preeklampsia juga bisa berkembang. Hal ini biasa terjadi pada trimester kedua dan ketiga akhir dan menyumbang 21% dari kasus trombositopenia saat persalinan.

Jumlah trombosit kurang dari 50 x 109 / L jarang terjadi pada preeklampsia, terjadi pada kurang dari 5% kasus.

3. Acute Fatty Liver of Pregnancy (AFLP)

trombosit turun

Foto: Orami Photo Stock

Acute Fatty Liver of Pregnancy (AFLP) adalah kelainan yang terlihat pada 1 dari 7.000 hingga 20.000 kehamilan dengan dampak 15% kematian ibu. Kelainan ini tumpang tindih dengan preeklampsia dan HELLP.

Baca Juga: Amankah Pewarna Makanan Selama Merencanakan Kehamilan?

4. Trombotik Thrombocytopenic Purpura (TTP)

trombosit turun

Foto: Orami Photo Stock

Trombotic thrombocytopenic purpura (TTP) adalah merupakan dampak yang bisa muncul saat trombosit ibu hamil turun. Kondisi ini sangat mengancam jiwa dan ditandai dengan anemia hemolitik mikroangiopatik, trombositopenia, demam, kelainan neurologis, dan disfungsi ginjal.

TTP lebih sering terjadi pada wanita dan terjadi pada 1 dari 25.000 kehamilan. Memang tidak spesifik untuk kehamilan tetapi ditemukan dengan peningkatan frekuensi dalam hubungan dengan kehamilan pada 5% hingga 25% kasus.

Itu dia Moms beberapa dari dampak trombosit ibu hamil turun. Oleh karena itu, jaga kesehatan dari berhati-hati ya, Moms, saat hamil.

(AWD/DIN)

Artikel Terkait