KESEHATAN
12 Desember 2019

Sebelum Transplantasi Rambut, Ketahui 4 Hal Ini

Transplantasi rambut jadi salah satu solusi mengatasi kebotakan
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Menurut National Institute for Health and Care Excellence, sekitar sepertiga pria kulit putih di bawah usia 30 tahun mengalami kebotakan. Kemudian, meningkat menjadi sekitar 80 persen pada pria di atas 70 tahun (lebih jarang terjadi pada pria kulit hitam dan lebih lambat untuk pria Asia).

Kondisi tersebut memengaruhi tingkat kepercayaan diri. Mungkin Dads salah satunya. Saat kebotakan terjadi, Dads tentu jadi tidak percaya diri. Banyak yang pada akhirnya memilih untuk menggunduli kepalanya ketimbang mengalami botak sebagian.

Selain menggunduli habis rambut, Dads bisa mengatasi botak dengan cara lain. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi botak. Salah satunya dengan transplantasi rambut.

Data dari International Society of Hair Restoration Surgery, menunjukkan bahwa prosedur pemulihan rambut atau transplantasi rambut naik 60 persen dari 2014.

Menurut The International Society of Hair Restoration Surgery (ISHRS), transplantasi rambut bukan persoalan estetis semata, tapi juga persoalan psikologis. Transplantasi rambut bisa meningkatkan kepercayaan diri.

Hal yang Perlu Diketahui tentang Transplantasi Rambut

Jika Dads tengah mempertimbangkan transplantasi rambut, ada beberapa hal yang perlu diketahui. Simak ulasannya di bawah ini yuk!

Baca Juga: Botak di Usia Muda, Apa Penyebabnya?

1. Usia Tepat untuk Transplantasi Rambut

hair-transplant-royalty-free-image-164653183-1547124473.jpg

Foto: Menshealth.com

Memutuskan untuk menjalani transplantasi rambut adalah keputusan besar. Dr. Abraham Armani, seorang ahli bedah transplantasi rambut dan pendiri Armani Medical di Dallas, Texas memperingatkan bahwa bagi pria berusia 20-an, menjalani transplantasi rambut bisa menjadi sesuatu yang mereka akan sesali.

”Masalah sering muncul ketika transplantasi rambut dilakukan sebelum seorang pria sepenuhnya selesai kehilangan semua rambutnya, menjadikan prosedur tersebut berisiko bagi pria yang lebih muda yang mungkin terus kehilangan rambut selama bertahun-tahun,” ungkapnya.

2. Prosedur Transplantasi Rambut

hair transplant - CREDIT CHRIS MCGRATHGETTY - telegraph.co.uk.jpeg

Ahli kerontokan rambut, Spencer Stevenson, yang sudah dua belas kali transplantasi rambut menyebutkan ada tiga tipe tranplantasi rambut, yakni FUE (Follicular Unit Extraction), FUT (Follicular Unit Transplantation), dan ATP (Advanced Trico Pigmentation).

FUE adalah yang paling populer dengan menggunakan bilah-bilah halus untuk mengambil folikel rambut dari “area donor” (rambut masih tersisa), biasanya bagian belakang dan samping. Folikel rambut kemudian di transplantasikan ke area yang botak.

"Karena folikel rambut dipindahkan secara individual, ini membutuhkan waktu lebih lama daripada FUT, tetapi tidak meninggalkan bekas luka sehingga cocok dengan gaya rambut yang sangat pendek,” jelasnya.

Pada prosedur FUT, satu helai rambut dihilangkan, dokter bedah kemudian membaginya menjadi kelompok kecil folikel rambut, dan ditransplantasikan ke area yang botak. ”Lebih cepat dan lebih murah daripada FUE, tetapi meninggalkan bekas luka dan membutuhkan proses penyembuhan,” ungkapnya.

"ATP adalah bentuk tato dengan tinta khusus, memberikan hasil ilusi rambut yang bertahan hingga tujuh tahun, dan paling cocok untuk pria dengan gaya rambut pendek atau dicukur,” tambah Spencer.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasannya Mengapa Pria Lebih Cepat Botak Daripada Wanita

3. Pemulihan

Hair-Transplant-Procedure.jpg

Foto: Greatlakesledger.com

Ahli bedah transplantasi rambut Dr Bessam Farjo dari Farjo Hair Institute menjelaskan, bagi sebagian orang, hanya membutuhkan sedikit atau bahkan tidak sama sekali.

”Meskipun Anda mungkin perlu istirahat selama satu atau dua hari setelahnya ,” jelasnya.

Hal tersebut tergantung pada perawatan yang dilakukan. Apakah memiliki cukup rambut untuk menutupi bekas luka? Nyaman dengan hal tersebut?

4. Apakah Perlu Transplantasi Rambut di Masa Mendatang?

hair-transplant-royalty-free-getty image.jpg

Rambut di daerah donor cenderung secara genetik berbeda dengan daerah botak. Jika prosedur transplantasi rambut dilakukan dengan benar, maka hasilnya akan berlangsung seumur hidup.

”Jika prosedur ini dilakukan dengan benar, maka hasilnya bisa seumur hidup,” ujar Dr Bessam Farjo.

Namun, seiring bertambahnya usia bisa terjadi penipisan rambut di daerah donor, jika ini terjadi, rambut yang ditransplantasikan akan mengikuti pola yang sama.

"Secara teori, rambut yang dicangkokkan akan terus tumbuh dengan cara yang mirip dengan rambut donor. Namun, ini juga mungkin rontok sehingga kamu mungkin memutuskan kamu perlu transplantasi rambut lagi di masa depan,” tambah Spencer.

Baca Juga: Kenali Alopecia Areata, Kasus Kebotakan pada Anak

Sebelum memutuskan untuk transplantasi rambut, ada baiknya mencari banyak informasi dahulu ya Dads. Termasuk memilih dokter yang paling tepat untuk menangani masalah kebotakan yang Dads alami.

Semoga bermanfaat!

(SWN)

Artikel Terkait