BALITA DAN ANAK
14 Juni 2019

4 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Mengizinkan Anak Memiliki Akun Media Sosial

Ketika semua orang memiliki akun media sosial, pastikan anak memilikinya di usia yang tepat, ya, Moms.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Hari gini, siapa yang tidak punya media sosial? Bahkan bayi yang baru lahir sekalipun, sudah dibuatkan akun media sosial oleh orangtuanya.

Meski akun tersebut dikelola oleh orangtuanya dan tujuannya sekadar update foto dan perkembangan Si Kecil.

Lalu, bagaimana dengan anak yang lebih besar, atau katakanlah anak SD? Bolehkah anak punya akun media sosial dan mengelolanya sendiri?

Dalam Children’s Online Privacy Protection Act di Amerika Serikat tercantum bahwa ilegal bagi situs web dan aplikasi komersial untuk mengizinkan anak di bawah usia 13 tahun untuk membuka akun online tanpa izin orangtua yang dapat diverifikasi.

"Undang-undang itu dibuat untuk mencegah perusahaan mengumpulkan data tentang anak-anak dan menyebarkannya," kata Stephen Balkam, pendiri sekaligus CEO lembaga nonprofit Family Online Safety Institute, sebagaimana dikutip dari parents.com.

Alasan dibatasinya media sosial pada anak, lebih karena pertimbangan anak-anak belum matang secara emosional dan cara berpikirnya.

Media sosial atau internet akan menjadi tempat yang menarik dan adiktif, sehingga ibarat mal, anak akan dengan mudah tersesat jika tidak diawasi dengan baik ketika menggunakan media sosial.

Lalu, kapan anak boleh memiliki akun media sosial dan mengelolanya sendiri?

Menurut Michael Rich, M.D., direktur Center on Media and Child Health di Boston Children’s Hospital, beberapa anak mungkin sudah cukup matang untuk memiliki media sosial sendiri sebelum berusia 13 tahun.

Tetapi, tetap keputusan ada di tangan orangtua. Dilansir dari familyzone.com, Moms adalah pengambil keputusan terbaik untuk Si Kecil.

Dan inilah beberapa hal yang perlu Moms pertimbangkan sebelum memberi Si Kecil akses penuh ke akun media sosialnya sendiri.

Baca Juga : 5 Tips Memantau Sosial Media Anak

1. Perhatikan Kesiapan Anak

Kapan Anak Boleh Punya Akun Media Sosial Sendiri 1.jpeg

Foto: Pexels

Dalam laman familyzone.com, Pete Brown, seorang pendidik IT yang berpengalaman di sekolah swasta terkemuka di Amerika, merekomendasikan usia 13 tahun ke atas sebagai usia minimum untuk mengakses media sosial, terutama Facebook.

Meski untuk beberapa anak, usia 13 tahun ini belum menunjukkan kesiapan dan oleh karena itu perlu dimundurkan menjadi usia 15 tahun.

Pada anak yang belum memiliki pola pikir matang, mereka hanya berpikir bahwa punya akun media sosial itu akan membuatnya tampak keren, dan apa yang ditulis dan dipostingnya akan dilihat oleh orang banyak.

Mereka belum memahami benar bahwa setiap postingan pasti ada konsekuensinya. Misalnya saja, anak mungkin mengirimkan komentar merendahkan untuk temannya, atau mengunggah foto pribadi yang kurang pantas karena meniru idolanya yang berpose seperti itu.

Memang, Moms tidak bisa membuat patokan usia 13 tahun ke atas sebagai tanda kesiapan anak.

Bisa saja ia sudah berusia lebih dari 13 tahun, tapi belum menunjukkan kesiapan bermedia sosial. Moms yang paling memahami karakter anak, sehingga keputusan yang ada di tangan Moms.

2. Dampingi Anak Selama Menggunakan Media Sosial

Kapan Anak Boleh Punya Akun Media Sosial Sendiri 2.jpeg

Foto: Pexels

Jangan biarkan anak membuat sendiri akunnya meski ia sudah tahu caranya. Moms wajib mendampinginya, dan ikut mencatat username dan password-nya.

Bila anak keberatan, katakan pada anak bahwa ini adalah aturan yang harus ia patuhi jika ingin menggunakan media sosial.

Selanjutnya, pastikan Moms juga memiliki akun di media sosial tersebut dan berteman dengan akun anak.

Secara berkala, periksa daftar teman-teman atau pengikutnya untuk memastikan mereka semua adalah teman-teman atau orang yang dia kenal di kehidupan nyata.

Jika ada pengikut yang mencurigakan, jangan segan-segan untuk memblokirnya menggunakan akses username dan password anak yang sudah Moms catat sebelumnya.

Baca Juga : Kapankah Sebaiknya Anak Boleh Main Media Sosial?

3. Buat Aturan yang Tegas

Kapan Anak Boleh Punya Akun Media Sosial Sendiri 3.jpeg

Foto: Pexels

Meski Moms telah mengizinkan anak mengelola akun media sosialnya sendiri, bukan berarti anak bisa berlaku seenaknya dengan akun media sosial tersebut.

Moms harus membuat aturan yang tegas terkait penggunaan media sosial. Salah satunya soal privasi.

Anak harus mengatur privasi pada akunnya agar terhindar dari pengikut yang mencurigakan, konten-konten dewasa, serta berita hoax.

Dan jangan lupa untuk meminta anak untuk tidak pernah mengaktifkan fitur lokasi pada media sosialnya.

Aturan lainnya adalah soal jadwal penggunaan media sosial. Pastikan bermain media sosial tidak mengganggu waktu belajarnya.

Kalau perlu, batasi penggunaannya hanya 1 jam sehari. Ini adalah batas aman anak bermain media sosial agar tak membuatnya kecanduan sekaligus tidak mengganggu kegiatan lainnya di dunia nyata.

4. Ajarkan Anak Apa yang Pantas dan Tidak Pantas Dibagikan di Media Sosial

Kapan Anak Boleh Punya Akun Media Sosial Sendiri 4.jpeg

Foto: Pexels

Inilah salah satu keterampilan yang harus Moms ajarkan pada anak. Tegaskan padanya bahwa dunia online, meski tak kasat mata, memiliki aturan yang tak jauh berbeda dengan dunia nyata.

Artinya, hal-hal yang tidak pantas dan tidak boleh dilakukan di dunia nyata, juga tidak boleh dilakukan di dunia online. Misalnya saja, merendahkan orang lain, mengirim foto-foto yang tak pantas, dan sebagainya.

Ajari juga pada anak untuk tidak mudah menerima permintaan pertemanan dari orang asing yang ia tidak kenal sebelumnya.

Sama seperti di dunia nyata di mana ia harus berhati-hati pada orang asing, anak juga harus waspada pada orang asing di dunia online.

Nah, itulah empat hal yang perlu Moms pertimbangkan sebelum memberi akses penuh pada anak untuk mengelola akun media sosialnya sendiri.

(VAN/CAR)

Artikel Terkait