3-12 BULAN
27 Juni 2019

4 Mitos MPASI yang Tak Perlu Dipercaya

Ada banyak mitos pemberian MPASI yang beredar di masyarakat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Pertumbuhan dan perkembangan anak selalu menjadi perhatian orang tua. Jika terjadi suatu hal pada Si Kecil, pasti orang tua akan khawatir, baik itu sejak anak masih bayi hingga nanti ia bertumbuh dewasa. Untuk itu, orang tua harus memperkaya pengetahuan dan informasi seputar pertumbuhan serta perkembangan anak agar tidak mudah termakan mitos.

Banyak mitos yang beredar di masyarakat, termasuk halnya tentang mitos MPASI atau makanan pendamping ASI. MPASI diberikan ketika bayi sudah berusia 6 bulan, tepatnya ketika ia sudah menyelesaikan ASI eksklusif dan siap untuk merespon makanan yang diberikan. MPASI yang baik tetap diikuti oleh ibu yang menyusui anak sampai ia berusia 2 tahun atau lebih.

Menurut konselor laktasi dr. Sarah Audia Hasna, MPASI harus memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi anak. Selain itu, dalam memberikan MPASI, juga harus terjaga kebersihan dan keamanannya, ya, Moms.

“Kebutuhan energi, zat besi, zinc, dan vitamin A sudah tidak dapat dipenuhi oleh ASI sejak usia 6 bulan. Untuk itu, bayi membutuhkan MPASI untuk memenuhi kebutuhan ini. Pencernaan bayi sudah siap mencerna karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral,” ungkap dr. Sarah pada Kulwap Orami Community, Selasa (15/5) lalu.

Mungkin mitos-mitos MPASI berikut ini sering Moms dengar, namun sebaiknya tidak perlu dipercaya. Ketahui fakta akan lebih baik daripada hanya termakan oleh mitos. Ini ulasannya!

Baca Juga: Ini 4 Manfaat Beras Merah sebagai MPASI

Mitos MPASI 1: Menunda Makan Ikan, Daging, dan Telur

mitos mpasi

Fakta: Tidak ada urutan tertentu dalam pemberian MPASI. Jadi, jangan percaya anggapan bahwa Moms harus menunda memberikan daging dan ikan sampai 8 bulan atau menunda anak makan telur sampai usia 1 tahun.

“Karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan dapat diberikan sejak usia 6 bulan. Penundaan pemberian ikan dan telur sampai usia 1 tahun tidak akan berguna untuk mencegah alergi,” ujar dr. Sarah yang praktik di Eka Hospital BSD ini.

Baca Juga: 6 Manfaat Sayuran dan Buah Oranye untuk MPASI Bayi

Mitos MPASI 2: Kenalkan Sayur Baru Buah-buahan

mitos mpasi

Fakta: Sayur dan buah-buahan bisa dikenalkan secara bersamaan saat pemberian MPASI pada anak. Tidak ada bukti pengenalan buah lebih dulu akan mempersulit penerimaan sayur.

Terpenting adalah mengimbangi asupan sayur dan buah-buahan dengan jenis makanan yang lainnya.

Mitos MPASI 3: Makanan Harus Cair Jika Belum Tumbuh Gigi

mitos mpasi

Fakta: Anak yang memiliki periode emas adalah waktu yang tepat untuk belajar makan, seperti belajar mengunyah dan menelan.

Jika periode ini terlewatkan maka dikhawatirkan anak akan mengalami gangguan pada kemampuan makan. Jadi, latih dengan memberikan berbagai tekstur makanan pada anak selama masih dalam bimbingan dan pengawasan orang tua.

Baca Juga: Makanan Apa yang Baik Untuk MPASI Pertama Bayi 6 Bulan?

Mitos MPASI 4: Pantang Menambahkan Gula dan Garam

mitos mpasi

Fakta: Ketika anak berusia di bawah 1 tahun, sebaiknya berikan gula dan garam sedikit. Anak boleh diberikan gula dan garam jika dalam pemberian gula dan garam dapat membuat anak mau makan.

Beberapa bayi mengalami masalah kenaikan berat badan karena pada masa ASI eksklusif disarankan untuk diberikan MPASI untuk memenuhi kebutuhan energinya. Namun, semua harus berdasarkan rekomendasi dari dokter spesialis anak, ya, Moms!

MPASI yang terlalu cepat atau terlalu lama bisa membahayakan kondisi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Jadi, sebaiknya periksakan anak ke dokter jika terjadi kejanggalan yang menimbulkan keresahan pada orang tua.

Ingat, Moms, bahwa MPASI seharusnya menjadi cara agar pertumbuhan anak semakin maksimal jadi pastikan tujuan tersebut tercapai, ya!

(DG)

Artikel Terkait