2-3 TAHUN
20 April 2019

4 Mitos Seputar Makanan yang Jadi Penyebab Balita Obesitas

Hati-hati memilih makanan kalau tidak mau balita kelebihan berat badan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla
Disunting oleh Carla

Dengan kasus obesitas pada anak yang semakin meningkat setiap tahunnya, sudah seharusnya setiap orang tua lebih kritis terhadap berbagai mitos makanan balita yang banyak beredar.

Jangan sampai niat baik Moms untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang balita malah berakhir membuat balita kelebihan berat badan alias overweight.

Saking populernya beberapa mitos makanan balita, Moms sendiri mungkin sudah pernah mendengar atau bahkan menerapkannya pada balita kesayangan di rumah.

Supaya tidak salah langkah, lebih baik simak dulu lebih banyak tentang mitos seputar makanan yang membuat balita obesitas : 

1. Minum Jus Buah Itu Baik Untuk Balita

4 mitos seputar makanan yang bisa membuat balita kelebihan berat badan 1
Evergreenec.com.au

Setelah susu, jus buah biasanya jadi andalan orang tua sebagai variasi minuman yang sehat untuk balita. Lagipula kalau buah itu baik untuk balita, pasti jus buah juga bisa memberikan manfaat yang sama, kan?

Faktanya, jus buah memiliki kandungan serat yang lebih sedikit dan seringkali dibuat dengan tambahan gula melebihi kebutuhan harian balita. Akhirnya, kalori yang masuk lebih banyak dan membuat berat badan balita bertambah.

Sebagai perbandingan, secangkir jus jeruk mengandung 114 kalori, 0.5 gram serat, dan 24 gram gula sedangkan satu buah apel berukuran sedang mengandung 95 kalori, 4.4 gram serat, dan hanya 19 gram gula.

Jadi untuk mendapatkan serat, nutrisi, dan vitamin yang baik untuk tubuh balita, lebih baik Moms memberikan potongan buah segar.

Baca Juga : Mencegah Obesitas pada Balita yang Doyan Makan

2. Menu Anak Di Restoran Pasti Lebih Sehat

4 mitos seputar makanan yang bisa membuat balita kelebihan berat badan 2
Todaysparent.com

Bila diperhatikan, saat ini hampir semua restoran menawarkan menu khusus untuk anak ya, Moms?

Walau pasti disukai oleh balita, kebanyakan menu yang disajikan justru berkalori tinggi karena digoreng, menggunakan banyak daging olahan, dan penuh karbohidrat.

Contohnya saja pada menu anak seperti sosis dan kentang goreng, nugget, burger, atau pizza dengan topping sosis dan keju.

Nah, berbagai penelitian menunjukkan kalau jenis makanan seperti itu justru dapat membuat berat badan balita meroket bila dikonsumsi terlalu sering.

Jadi saat lain kali Moms makan di restoran bersama balita, lebih baik pilihkan saja menu biasa yang lebih sehat.

Baca Juga: Obesitas dan Menunda Kehamilan, Penyebab Susah Hamil?

3. Makanan Berlabel “Gluten Free” Atau “Organik” Otomatis Lebih Sehat

4 mitos seputar makanan yang bisa membuat balita kelebihan berat badan 3
Familyeducation.com

Dengan menguatnya trend makanan sehat untuk balita berlabel gluten free atau organik, mitos makanan balita yang satu ini juga sudah banyak diikuti oleh orang tua di seluruh dunia.

Padahal, makanan berlabel gluten free, sugar free, low fat, camilan rendah kalori, atau organik belum tentu sehat sepenuhnya lho, Moms.

Yang paling baik adalah memperhatikan label makanan secara menyeluruh dan melihat kandungan lain seperti sodium, pemanis buatan, atau lemak trans yang justru tidak baik untuk kesehatan balita.

Makanan berkalori tinggi yang mengandung vitamin A, B, C, D, zat besi, atau kalsium dalam jumlah yang signifikan malah lebih baik untuk diberikan pada balita. Jadi, selalu perhatikan label makanan dengan teliti ya, Moms.

4. Balita Harus Sering Ngemil

4 mitos seputar makanan yang bisa membuat balita kelebihan berat badan 4
Littlehiccups.net

Moms, mitos makanan balita yang cukup populer ini sudah terbukti salah kaprah dan malah berkontribusi membuat berat badan balita bertambah.

Menurut ahli gizi untuk kampanye kesehatan anak The Kids Cook Monday, Diana Rice, untuk menanamkan kebiasaan makan sehat pada balita, konsumsi camilan balita sebaiknya dibatasi hanya satu kali sehari.

Memberikan camilan sehat di antara waktu makan siang dan makan malam akan meningkatkan kepekaan balita pada sinyal kenyang dan lapar, mengurangi resiko picky eater, dan membantu menjaga berat badan balita tetap ideal.

Baca Juga: Heboh Operasi Wanita Obesitas, Ini yang Harus Dilakukan Supaya Terhindar Risiko Obesitas Setelah Melahirkan

Aturan inilah yang sudah lama menjadi bagian dari pola asuh balita di Perancis, yang notabene adalah salah satu negara dengan tingkat obesitas terendah.

Jadi demi kesehatan balita di masa depan, sudah waktunya kita meninggalkan mitos makanan balita di atas ya, Moms. Jaga agar berat badan balita tetap ideal dengan menjalankan pola makan sehat dan makanan bergizi.

Apa Moms punya kiat lain agar balita tidak kelebihan berat badan alias obesitas?

(WA)

Artikel Terkait