KESEHATAN
30 November 2020

Alami Bisul? Ini 5 Salep Bisul yang Bisa Moms Beli di Apotek

Bisul adalah benjolan berisi nanah yang disebabkan infeksi bakteri
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya
Disunting oleh Amelia Puteri

Staphylococcus aureus adalah bakteri penyebab bisul. Biasanya, bakteri ini berulah melahirkan bisul di daerah wajah, leher, ketiak, bokong, dan paha.

Bisul adalah benjolan berisi nanah yang menyakitkan dan terbentuk di bawah kulit.

Bisul (furunkel) biasanya dimulai sebagai benjolan merah dan lunak. Benjolan dengan cepat terisi nanah, tumbuh lebih besar dan terasa sakit sampai pecah dan keluar.

Mengobati bisul tidak rumit. Bisul bisa disembuhkan dengan kompres air hangat untuk meringankan nyeri. Tapi, kadang cara ini kurang ampuh.

Untuk mengatasi bisul terbagi menjadi dua jenis, yakni obat topikal dan obat oral. Obat topikal atau salep bisul biasanya dioleskan pada daerah yang terjangkit. Sedangkan obat oral digunakan untuk membasmi bakteri dan mencegah infeksi pada darah.

Bisul dapat diobati menggunakan salep bisul yang mudah ditemukan di apotek. Tentu saja perlu waktu agar bisul sembuh dan hilang.

Baca Juga: Bisulan pada Bayi, Ini Semua Hal yang Perlu Moms Ketahui!

Jenis-jenis Salep Bisul

Salep Bisul di Apotek

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum mengoleskan salep bisul, kompreskan bisul menggunakan air garam hangat selama 10-20 menit. Sebuah studi yang diterbitkan oleh British Association of Dermatologist mengatakan, cara ini dapat membantu mengurangi rasa sakit pada bisul.

Biasanya nanah akan alami keluar secara spontan. Kemudian baru boleh mengoleskan krim atau salep bisul di sekitar bisul untuk mencegah penularan ke daerah kulit lain.

Salep ini dapat Moms temukan di apotek terdekat. Namun ingat tidak semuanya obat bebas, kadang memerlukan resep dokter untuk menebusnya.

Berikut salep bisul yang dapat ditemukan di apotek.

1. Mupirocin

Mupirocin (Bactroban®) adalah salah satu salep bisul antibiotik yang bisa dimanfaatkan sebagai obat bisul.

Menurut US National Library of Medicine, salep yang satu ini sering digunakan untuk melawan infeksi bakteri Staphylococcus aureus, bakteri penyebab berbagai masalah kulit seperti impetigo, eksim, psoriasis, herpes, dan sebagainya.

“Mupirocin bekerja efektif dengan menghalangi aktivitas enzim isoleucyl-tRNA sintetase. Enzim ini digunakan bakteri untuk membuat protein yang kemudian menginfeksi tubuh manusia. Tanpa enzim ini, bakteri akan mati secara perlahan sehingga proses penyembuhan bisul jadi lebih cepat,” ucap Nada Elbuluk, MD, FAAD, asisten profesor dermatologi, NYU Langone Medical Center.

Namun, ada efek samping yang harus diwaspadai. Kandungan bahan kimia pada obat bisul ini dapat memengaruhi kerja ginjal.

Efek samping lainnya, kulit terasa gatal dan panas di sekitar area bisul, bengkak di wajah atau bibir, sakit kepala, hingga sesak napas. Jadi, pastikan Moms mengikuti petunjuk pemakaian yang ada di kemasan.

2. Gentamicin

Salep Bisul Efektif Sembuhkan Bisul

Foto: Orami Photo Stock

Gentamicin adalah jenis salep bisul antibiotik spektrum luas yang ampuh mengobati bisul pada kulit. Salep bisul yang satu ini termasuk dalam kelas aminoglikosida yang efektif menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab bisul.

Ingat, gunakan salep ini sesuai dengan aturan pakai. Sebelum mengoleskan salep, cuci tangan terlebih dahulu hingga benar-benar bersih.

Sehabis itu, oleskan salep tipis-tipis pada benjolan sebanyak 3-4 kali sehari. Gunakan pada waktu yang sama setiap hari supaya hasilnya lebih efektif dan mempercepat penyembuhan bisul.

3. Benzocaine

Benzocaine termasuk obat bisul berbentuk salep yang dapat membantu meredakan sakit akibat bisul. Cara kerja salep ini mirip seperti bius lokal yang dapat meredam sinyal rasa sakit pada kulit.

Jika digunakan secara berlebihan, benzocaine dapat menimbulkan efek samping berupa iritasi kulit, kemerahan, bengkak di wajah atau lidah, dan ruam.

Jangan ragu untuk menanyakan pada dokter atau apoteker, jika Moms bingung takaran penggunaan salepnya.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Bisul Anak dengan Aman

4. Cephalexin

Ini Salep Bisul untuk Mengobati Bisul pada Anak 5.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Cephalexin adalah pilihan salep bisul lainnya mengandung dari antibiotik kelompok sefalosporin.

Salep bisul ini ampuh untuk mencegah bakteri membentuk dinding sel sehingga bakteri akan mati perlahan.

Cephalexin efektif dalam mengobati infeksi akibat bakteri Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae dan Escherichia coli.

Salep ini tidak dapat mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus seperti flu. Salep bisul satu ini juga berisiko menimbulkan resistensi bakteri.

5. Mupirocin

Obat topikal atau salep bisul Mupirocin dapat mengatasi bisul pada kulit.

Mupirocin termasuk dalam kelas obat yang disebut antibakteri topikal. Golongan obat adalah kelompok obat yang bekerja dengan cara yang sama. Obat ini sering digunakan untuk mengobati kondisi serupa, misalnya bisul.

Mupirocin bekerja untuk membunuh bakteri penyebab bisul. Ini termasuk bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes. Mupirocin dapat menghentikan bakteri berkembang biak.

Sebuah studi dari DailyMed mengungkapkan, salep bisul ini memiliki efek samping rasa terbakar pada kulit, gatal, ruam, kemerahan, nyeri dan pembengkakan.

Baca Juga: Bisul Pada Anak: Simak Penyebab dan Cara Mengatasinya Di Sini!

Obat Antibiotik untuk Sembuhkan Bisul

Antibiotik untuk Hentikan Bakteri Bisul

Foto: Orami Photo Stock

Selain menggunakan salep, bisul dapat diatasi dengan minum obat oral khusus mematikan infeksi bakteri.

Antibiotik diminum sebagai tablet atau cairan, atau diberikan dalam bentuk infus. Obat oral ini dapat dicari di apotek, namun biasanya dengan resep dokter.

Baca Juga: Ini Dia 4 Makanan yang Bisa Menyembuhkan Bisul di Kulit

1. Clindamycin

Clindamycin adalah obat oral yang biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi serius, termasuk juga benjolan berisi nanah karena bisul.

Obat bisul antibiotik ini bekerja dengan cara menghambat kemampuan bakteri untuk memproduksi protein, yang digunakan untuk menginfeksi tubuh.

Clindamycin termasuk obat golongan antibiotik, sebaiknya patuhi aturan minum dan lanjutkan hingga yang diresepkan habis.

“Ingat, menghentikan penggunaan obat yang terlalu cepat, terutama antibiotik, dapat membuat bakteri lanjut berkembang dan pada akhirnya membuat bisul tak kunjung sembuh,” ucap Dr. Nada Elbuluk, dokter dermatologis di NYU Medical Center.

2. Amoxicillin

Salep Bisul dan Antibiotik untuk Sembuhkan Bakteri

Foto: Orami Photo Stock

Amoxicillin, menurut Dailymed adalah obat antibiotik. Ini digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh jenis bakteri tertentu.

Tablet oral amoxicillin hadir sebagai kapsul dan tablet.

Untuk dosisnya dapat mengikuti anjuran resep dokter agar tidak menyebabkan overdosis atau salah dosis.

Penggunaan obat oral ini dapat memberikan efek samping alergi yakni rasa kebas pada mulut dan kesulitan bernapas. Segera hubungi dokter jika mengalami alergi setelah meminum obat antibiotik ini.

Baca Juga: 5 Cara Mengobati Bisul pada Ibu Hamil Secara Alami dan Rumahan

3. Ampicillin

Ampicillin digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh jenis bakteri pada tubuh. Bakteri penyebab bisul dapat dihentikan dengan mengonsumsi antibiotik ini sesuai anjuran dokter.

Di sebagian orang, obat oral ini dapat menimbulkan diare, muntah, mual, kulit terbakar hingga kesulitan bernapas.

Maka dari itu, pastikan telah mengunjungi dokter sebelum menggunakan antibiotik.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh National Center of Biotechnology Information menyebutkan, jika memiliki bisul pada wajah, minimalis gerakan di area bisul. Ini karena gerakan dan tekanan dapat meningkatkan risiko penyebaran bakteri ke otak melalui aliran darah.

Jadi, harus mencoba menghindari penggunaan otot wajah ketika infeksi masih ada. Seperti kurangi berbicara, mengunyah makanan keras, dan perbanyak istirahat.

Nah, itu dia Moms, ragam salep bisul dan obat bisul oral yang bisa digunakan.

Jika seseorang sering mengalami bisul, itu bisa menjadi pertanda bahwa ia memiliki kondisi medis yang telah melemahkan sistem kekebalannya sehingga meningkatkan risiko infeksi.

Maka penting untuk mengetahui apa kondisi medis itu untuk mengobati bisul secara efektif.

Artikel Terkait