BALITA DAN ANAK
29 Mei 2020

4 Penyebab Muntah pada Anak yang Harus Moms Ketahui

Mulai dari kondisi normal, hingga serius bisa jadi penyebabnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Merupakan hal yang normal bagi bayi dan anak-anak jika sesekali muntah. Berdasarkan jurnal yang diterbitkan dalam U.S. National Library of Medicine, muntah adalah refleks pelindung yang menghasilkan pengusiran paksa isi lambung ke dan dari mulut. Dalam sebagian besar kasus, hal ini akan berlangsung tidak lebih dari satu hingga dua hari dan bukan merupakan pertanda penyakit yang serius.

Dalam kebanyakan kasus, muntah akan berhenti tanpa perawatan kesehatan khusus. Sebagian besar muntah pada anak disebabkan oleh virus dan akan membaik dengan sendirinya.

Baca Juga: Redakan Diare dan Muntah pada Bayi dengan Makanan Ini

Moms tidak boleh menggunakan obat bebas atau obat tanpa resep dokter kecuali jika diresepkan secara khusus oleh dokter anak untuk Si Kecil mengatasi muntah yang dialaminya.

Namun sebelumnya, dokter pasti akan memeriksa terlebih dahulu apa penyebab muntah pada anak. Apa saja kemungkinan penyebab muntah pada anak ini? Kita lihat bareng yuk Moms.

Penyebab Muntah pada Anak

Muntah pada bayi atau anak sebenarnya merupakan hal yang normal. Tetapi jika terjadi terlalu sering, bisa jadi hal ini menjadi beberapa penyebabnya.

1. Asam Lambung Naik

muntah pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Muntah terjadi ketika isi lambung dengan cepat atau secara paksa dimuntahkan atau dikosongkan melalui mulut. Ini terjadi melalui kontraksi otot perut yang terjadi secara tiba-tiba.

Baca Juga: 4 Penyakit Ini Ternyata Muncul karena Gangguan Asam Lambung

Untuk bayi, naiknya asam lambung selama dan di antara waktu makan adalah normal, tetapi jika anak kita memuntahkan makanan tersebut beberapa kali sehari, Si Kecil mungkin tidak akan mendapatkan berat badan yang cukup.

Jika Moms curiga bahwa bayi terlalu sering memuntahkan makanan atau kesakitan saat muntah, konsultasikan hal tersebut dengan dokter.

2. Refluks Esofagitis

muntah pada anak

Foto: foresturgentcare.com

Naiknya asam lambung dapat menyebabkan refluks esofagitis, suatu kondisi di mana asam lambung mengiritasi kerongkongan (tabung yang menghubungkan mulut dengan lambung) dan membutuhkan perawatan medis.

3. Stenosis Pilorik

muntah pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab serius lain dari muntah pada anak adalah stenosis pilorik, yang mengarah pada muntah proyektil yang kuat pada bayi di bawah usia 2 bulan.

Kondisi satu ini disebabkan oleh penyumbatan atau penyempitan pada celah antara lambung dan usus.

Tanpa pengobatan, penyumbatan dapat menyebabkan dehidrasi parah dan penurunan berat badan.

Baca Juga: Mengenal Diet Air Putih, Turunkan Berat Badan Cepat Tapi Berbahaya

Ini merupakan kondisi darurat yang sangat serius. Jika Moms mencurigai bahwa Si Kecil menderita stenosis pilorik, segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

4. Gastroenteritis

muntah pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab umum muntah pada anak biasanya karena gastroenteritis, infeksi lambung dan usus oleh virus atau bakteri.

Infeksi virus cenderung lebih ringan dan mungkin dikaitkan dengan gejala pernapasan (sakit tenggorokan, kemacetan, atau sakit telinga), tetapi infeksi bakteri biasanya lebih parah dan dapat menyebabkan diare yang mengandung darah.

Selain diare, anak-anak dengan gastroenteritis juga mungkin mengalami demam.

Sebagian besar kasus gastroenteritis tidak memerlukan perawatan khusus dan anak akan membaik setelah beberapa hari.

Itu dia beberapa penyebab muntah yang mungkin diderita oleh Si Kecil

Artikel Terkait