KESEHATAN
12 Maret 2020

4 Penyebab Nonmedis Rambut Rontok, Bisa Sembuh Sendiri Lho!

Rambut bisa tumbuh lagi jika penyebabnya dihentikan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Rambut rontok pada balita bisa karena beberapa alasan. Selain karena penyebab medis seperti jamur, ada juga beberapa penyebab nonmedis rambut rontok seperti karena tarikan atau gesekan. Umumnya, rambut bisa tumbuh lagi jika penyebabnya dihentikan.

4 Penyebab Nonmedis Rambut Rontok

Moms, ini beberapa penyebab nonmedis rambut rontok yang biasa terjadi pada balita:

1. Alopesia Traksi

penyebab nonmedis rambut rontok

Foto: i.ytimg.com

Alopesia traksi terjadi ketika gaya rambut tertentu menyebabkan rambut ditarik terlalu kuat, sehingga terjadi rambut rontok di garis rambut. Di area yang iritasi bisa terlihat folikel-folikel yang meradang.

Beberapa gaya rambut yang berisiko tinggi menyebabkan alopesia traksi adalah sanggul yang kencang, kuncir kuda, kepang, cornrow, gimbal, dan aplikasi hair extensions.

Untuk menanganinya, aplikasikan gaya rambut yang tidak menarik rambut terlalu kencang, serta antibiotik untuk mengatasi folikulitis (infeksi dan peradangan folikel rambut) jika ada.

Dengan diagnosis dan perawatan sejak awal, rambut bisa tumbuh kembali dalam hitungan bulan. Bagaimanapun juga, menurut artikel ulasan di Frontiers in Medicine, Dermatology 24 Juli 2017, alopesia traksi kronis bisa bersifat permanen meski rambut tidak ditata terlalu kencang lagi.

Baca Juga: Rambut Bayi Rontok, Normalkah?

2. Trikotilomania

penyebab nonmedis rambut rontok

Foto: parentscanada.com

Trikotilomania adalah penyebab nonmedis rambut rontok karena balita menarik, mencabut, memelintir, atau menggosok rambutnya. Gangguan kontrol impuls ini memiliki ciri menarik rambut di kepala, alis, dan bagian tubuh lain secara repetitif, kompulsif, dan berdasarkan keinginan sendiri.

Trikotilomania bisa terjadi pada anak di bawah usia enam tahun. Namun, insiden puncaknya terjadi pada usia 9-13 tahun dan didominasi oleh perempuan.

Ciri trikotilomania adalah rambut rontok sepetak dan patah dengan panjang yang berbeda-beda. Petak rambut rontok biasanya terlihat di sisi tangan yang dominan.

Berbeda dengan pemicu trikotilomania pada remaja yakni stres, penyebab rambut rontok akibat trikotilomania pada balita dianggap sebagai gangguan kebiasaan mirip menempeng jari. Biasanya kebiasaan ini akan hilang saat anak masuk usia sekolah. Moms cukup mengingatkan saja jika Si Kecil mulai menarik-narik rambut.

Baca Juga: Rambut Bayi Rontok? Ketahui Batas Wajarnya

3. Rambut Rontok pada Bayi Baru Lahir

penyebab nonmedis rambut rontok

Foto: rd.com

Menurut situs WebMD, rambut bayi baru lahir seringkali rontok di beberapa bulan awal kelahirannya dan digantikan dengan rambut permanen.

Baca Juga: 5 Cara Alami Mengatasi Rambut Rontok pada Anak

4. Gesekan dengan Tempat Tidur

penyebab nonmedis rambut rontok

Foto: BabyCenter

Banyak bayi berusia 3-6 bulan memiliki area botak di kepala akibat gesekan dengan kasur atau car seat. Namun, tak perlu khawatir, Moms. Setelah Si Kecil bisa duduk, rambut yang rontok bisa kembali lagi, kok.

Pada umumnya, penyebab nonmedis rambut rontok pada bayi di bawah enam bulan tidak perlu dikhawatirkan. Saat anak sudah agak besar, kondisi tersebut biasanya akan sembuh sendiri ya, Moms.

Artikel Terkait