KEHAMILAN
14 Desember 2019

4 Penyebab Polihidramnion, Gangguan Cairan Ketuban yang Berlebihan

Salah satunya bisa jadi karena diabetes yang diderita ibu hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Yuk, simak penyebab polihidramnion di sini.

Pernahkah Moms mendengar tentang polihidramnion? Polihidramnion merupakan salah satu jenis gangguan kehamilan.

Dilansir dari jurnal yang diterbitkan US National Library of Medicine National Institutes of Health, kondisi ini menyebabkan peningkatan volume cairan ketuban selama kehamilan. Meski tidak menyebabkan kondisi khusus yang berbahaya, namun tetap harus dipantau untuk mencegah komplikasi.

Sebagian besar kasus polihidramnion sangat ringan karena merupakan hasil dari penumpukan cairan ketuban secara bertahap selama paruh kedua kehamilan. Kondisi yang parah dapat menyebabkan sesak napas, persalinan prematur, atau gejala lainnya.

Baca Juga: Hati-hati, Darah Tinggi Bisa Sebabkan Komplikasi Kehamilan!

Jika Moms didiagnosis dengan penyakit ini, maka bisa dipastikan dokter kandungan akan memantau kehamilan Moms untuk mencegah komplikasi. Polihidramnion ringan bisa hilang dengan sendirinya, sedangkan polihidramnion parah mungkin memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sebenarnya apa penyebab dari kondisi ini? Yuk kita cari tahu.

Penyebab Polihidramnion

Cairan ketubah yang berlebih dapat disebabkan oleh masalah kesehatan, atau janin dalam kandungan, atau mungkin terkait dengan masalah plasenta.

Seringkali sulit untuk menentukan penyebab polihidramnion, terutama jika bersifat ringan. Ada banyak kemungkinan yang mneyebabkan kondisi ini dan dalam banyak kasus, pemicunya sering tidak dapat ditemukan. Namun beberapa hal di bawah ini bisa jadi faktor penyebab polihidramnion.

1. Diabetes

penyebab polihidramnion, kondisi polihiramnion

Ini merupakan penyebab polihidramnion yang pertama. Ibu hamil akan lebih rentan terhadap polihidramnion jika memang menderita diabetes yang sudah ada sebelumnya atau diabetes gestasional.

Tidak terlalu jelas mengapa jumlah air ketuban lebih banyak saat Moms menderita diabetes. Akan tetapi hal ini bisa disebabkan karena janin yang menghasilkan lebih banyak urin karena ia menerima lebih banyak gula di plasenta.

Baca Juga: 3 Fakta tentang Diabetes Gestasional, Bumil Wajib Tahu!

2. Twin-to-twin Transfusion Syndrome

penyebab polihidramnion, kondisi polihiramnion

Jika Moms hamil dengan kembar identik yang berbagi plasenta, komplikasi yang disebut sindrom transfusi kembar-ke-kembar (TTTS) dapat menyebabkan kondisi polihidramnion.

TTTS terjadi ketika satu kembar menerima terlalu banyak darah dari plasenta dan menjadi kelebihan cairan. Kembar ini mencoba mengeluarkan cairan dengan memproduksi banyak urin, sehingga menghasilkan terlalu banyak cairan ketuban.

3. Kromosom atau Kondisi Genetik

penyebab polihidramnion, kondisi polihiramnion

Kondisi polihidramnion bisa jadi pertanda bahwa calon bayi mengalami masalah kromosom atau genetik, seperti Down Syndrome, Edwards syndrome, atau spina bifida (cacat lahir).

Kadang-kadang, bayi mungkin tidak bisa mengeluarkan cairan dengan baik melalui saluran pencernaannya, atau melalui ginjalnya. Ini berarti bayi Moms tidak bisa menelan dan mengeluarkan cairan ketuban secara normal, yang akan mengganggu tingkat cairan di sekitarnya. Masalah semacam ini dapat dikaitkan dengan kondisi kromosom seperti Down Syndrome.

Baca Juga: 5 Hal Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Down Syndrome Pada Balita

4. Komplikasi pada Bayi

penyebab polihidramnion, kondisi polihiramnion

Suatu kondisi yang sangat jarang yang disebut hydrops fetalis dapat menyebabkan bayi mengalami penumpukan cairan di paru-paru dan perutnya, dan pada akhirnya dapat menyebabkan terlalu banyak cairan ketuban di sekeliling bayi.

Infeksi yang Moms alami, seperti sindrom slapped cheek atau toksoplasmosis, dapat menyebabkan hidrops fetalis.

Itu dia Moms beberapa penyebab dari polihidramnion. Tetap berhati-hati ya untuk para bumil.

(AWD/DIN)

Artikel Terkait