NEWBORN
10 Desember 2017

4 Penyebab Puting Lecet dan Cara Agar Tetap Bisa Menyusui Si Kecil

Jangan sampai kondisi ini membuat Moms menyerah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (ade.ryani)
Disunting oleh (ade.ryani)

Masalah yang umumnya dihadapi Moms saat awal menyusui memang sangat beragam. Salah satunya adalah puting lecet. Namun, jangan sampai kondisi ini membuat Moms menyerah. Sebaliknya, ini waktunya untuk mengenali penyebabnya dan mencari tahu bagaimana cara mengatasinya.

Penyebab Puting Lecet Selama Masa Menyusui

Puting lecet adalah hal yang sangat umum terjadi pada ibu baru di awal masa kelahiran bayi. Kondisi ini biasanya timbul sekitar dua hari pasca melahirkan. Penyebabnya bisa sangat beragam, mulai dari posisi menyusui yang tidak benar hingga tekanan pada puting selama menyusui karena mulut bayi tidak menempel dengan baik pada puting.

Moms perlu mengenali penyebabnya untuk menentukan pengobatan atau cara mengatasi yang tepat. Kenali terlebih dahulu beberapa penyebab puting lecet beserta gejalanya di bawah ini:

1. Infeksi jamur

Biasanya, kondisi ini terjadi karena di dalam mulut bayi terdapat jamur yang kemudian menempel di puting Moms saat menyusui. Hasilnya, puting terkena infeksi jamur kemudian mengalami lecet yang juga ditandai dengan bagian puting kemerahan, permukaan puting terlihat mengkilap, gatal, dan payudara terasa nyeri saat menyusui atau sebelumnya.

2. Saluran susu tersumbat

Kondisi ini ditandai dengan tumbuhnya lapisan kulit tipis di bagian atas saluran susu. Warna lapisan kulit tipis ini bisa putih atau kuninng. Saluran susu yang tersumbat akan membuat air susu sulit keluar, bayi menyedot lebih kuat dan akhirnya puting terasa sakit.

3. Tali lidah

Tali lidah merupakan selaput yang menghubungkan antara dasar mulut dan bagian bawah lidah. Saat selaput tersebut meregang terlalu panjang atau selaputnya terlalu pendek, bayi akan mengalami masalah saat menyusu. Hal tersebut menyebabkan Moms mengalami puting lecet.

4. Puting melepuh

Penggunaan pompa ASI yang tidak benar maupun posisi menyusui juga bisa menyebabkan puting lecet. Di mana gesekan saat menyusui atau memompa ASI menjadikan puting melepuh. Kondisi ini ditandai dengan munculnya rasa sakit selama menyusui, selain itu puting yang melepuh juga mengeluarkan cairan berdarah, kuning, atau bening (tidak berwarna).

Selain beberapa hal di atas, penyebab puting lecet bisa juga karena saat menyusui puting dan bagian sekitar payudara tidak masuk dengan benar ke dalam mulut bayi. Hal tersebut membuat bayi justru mengisap bagian puting dan bukan payudara.

Baca Juga: 6 Perlengkapan Menyusui Agar Nyaman dan Sukses Memberi ASI Pada Si Kecil

Perawatan Puting Lecet

  • Pada hari pertama Mama menemukan puting lecet, istirahatkan untuk tidak disusui selama 12-24 jam agar memungkinkan proses penyembuhan.
  • Saat pertama kali menyusui gunakan sisi puting yang sehat terlebih dahulu, baru kemudian puting yang lecet secara bertahap dan dalam waktu singkat, mengingat bayi sering menyusu lebih lembut saat ronde kedua karena sudah tidak begitu lapar.
  • Perhatikan perlekatan mulut bayi pada payudara saat menyusui, mulut bayi harus meliputi sebagian besar aerola (bagian payudara berwarna gelap pada sekeliling puting), sehingga jangan sampai di ujung atau puting saja.
  • Bersihkan puting susu dengan lembut setelah selesai menyusui. Gunakan kassa steril yang dicelupkan ke dalam air hangat yang bersih.
  • Puting yang lecet jangan sampai disentuh secara langsung, terutama saat Mama belum mencuci tangan karena dikhawatirkan membawa bakteri penyebab infeksi.
  • Gunakan salep laonilin khusus (jika perlu) untuk puting yang lecet bagi ibu menyusui.

Periksa ke bidan atau dokter, apabila puting lecet masih juga sakit saat menyusui dan mengalami pendarahan setelah 24 jam, atau jika puting merah meradang, mengalami demam, pembengkakan, bernanah, darah mengalir deras, atau tanda-tanda infeksi yang lain.

Cara Menyusui Saat Puting Lecet

Dikutip dari Todays Parent, berikut 4 cara yang bisa Mama coba untuk tetap menyusui Si Kecil selama puting Moms lecet:

  • Lakukan posisi setengah berbaring di tempat tidur untuk memudahkan keluarnya ASI tanpa perlu membuat bagi menyedot puting terlalu kuat.
  • Usahakan selalu menyusui tepat waktu. Puting yang sakit cenderung membuat Moms lebih sering mengulur waktu menyusui, padahal hal tersebut hanya akan menambah rasa sakit pada puting.
  • Periksa lidah bayi selama menyusui. Saat puting Moms terus menerus sakit selama menyusui dan tidak kunjung sembuh, bisa jadi ada masalah tongue-tie pada lidah Si Kecil. Jika masalahnya disebabkan kondisi ini, segeralah periksakan diri ke dokter.
  • Gunakan nipple shield. Biasanya alat ini direkomendasikan untuk melindungi puting yang sakit saat menyusui, tetapi penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter.

Nah, dengan beberapa cara di atas, Moms bisa tetap menyusui Si Kecil saat mengalami puting lecet. Mama punya cara lain untuk menyusui selama mengalami puting lecet? Yuk, komentar di sini

(RGW)

Artikel Terkait