TRIMESTER 3
1 November 2019

4 Produk Skincare yang Sebaiknya Tidak Digunakan Saat Hamil

Menggunakan produk ini bisa berisiko pada janin
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Selama kehamilan, Moms tidak hanya perlu memerhatikan asupan makanan dan minuman, tetapi juga produk skincare. Ini karena beberapa produk skincare mengandung bahan kimia yang bisa membahayakan janin.

Jika Moms merasa ragu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan tentang produk skincare yang sebaiknya dihindari untuk digunakan selama kehamilan.

Berikut ini produk skincare yang sebaiknya tidak digunakan selama kehamilan.

Baca Juga: 6 Produk Skincare yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam di Wajah

1. Tabir Surya

skincare saat hamil-2.jpg

Penggunaan tabir surya penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang berbahaya. Tetapi, wanita hamil sebaiknya lebih memerhatikan kandungan sunscreen tersebut.

"Bahan kimia seperti oxybenzone dan avobenzone adalah bahan yang mungkin dapat mengganggu hormon," kata Dr. Roni Munk, direktur MunkMD, Medical Dermatology & Cosmetic Dermatology, di Montreal, mengutip Global News Canada.

"Ini adalah sesuatu yang kontroversial, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa bahan ini dapat mengganggu kesehatan janin," lanjutnya.

Baca Juga: Jangan Remehkan Tabir Surya, Ini 3 Hal yang Akan Terjadi Saat Sunburn!

2. Produk Anti-Aging

skincare saat hamil-3.jpg

Produk anti-aging atau anti penuaan biasanya mengandung retinol. Retinol merupakan bahan turunan dari vitamin A.

Meskipun vitamin A berperan penting dalam tumbuh kembang janin, tetapi beberapa penelitian telah menghubungkan asupan vitamin A berlebihan dengan malformasi kepala, jantung, otak dan sumsum tulang belakang bayi.

"Jumlah retinol yang diserap melalui kulit mungkin minimal dan aman, tetapi kami tidak ingin mengambil risiko itu," kata Dr. Munk.

"Jika mereka menggunakan retinol untuk produk anti-penuaan, saya memberitahu pasien untuk berhenti menggunakannya sampai bayi lahir," terangnya.

3. Sabun Muka Khusus Jerawat

amankah mencuci muka dengan baking soda 3.jpg

Fluktuasi hormon yang terjadi selama kehamilan dapat menyebabkan jerawat.

Biasanya, mengatasi jerawat bisa dengan menggunakan sabun muka yang mengandung benzoyl peroxide dan salicylic acid. Namun, sebaiknya hindari memakai sabun muka ini selama hamil.

"Jika dipakai dalam jumlah besar secara oral, bahan-bahan ini dapat memiliki konsekuensi negatif," kata Dr. Munk.

"Saya secara pribadi meresepkan benzoyl peroxide untuk pasien, tetapi penting dipakai dalam jumlah yang tepat, dan area yang tidak terlalu besar, untuk menghindari penyerapan lebih banyak," jelasnya.

Baca Juga: 6 Bahan Skincare yang Ampuh Hilangkan Jerawat

4. Krim Pemutih dan Pencerah Kulit

skincare saat hamil-4.jpg

Menurut NHS, produk pemutih kulit dengan hidrokuinon dan/atau kortikosteroid yang tidak diresepkan dokter dilarang di Inggris. Ini karena bisa menyebabkan efek samping serius jika tidak digunakan dengan benar.

"Produk pemutih dan pencerah dengan hidrokuinon aman digunakan selama kehamilan dan tidak akan membahayakan janin," kata Dr. Tiina Meder, dermatologis dan pendiri Meder Beauty Science, mengutip Irish News.

Namun, dia merekomendasikan menghindari penggunaan bahan ini karena alasan lain.

"Kulit bisa menjadi lebih sensitif selama kehamilan, dan dapat meningkatkan risiko efek samping dan komplikasi dari produk skincare ini," jelasnya.

Itu dia Moms, 4 produk skincare yang sebaiknya dihindari selama kehamilan untuk melindungi janin dari risiko berbahaya.

Artikel Terkait