KEHAMILAN
26 September 2019

4 Rekomendasi Vaksin Sebelum Merencanakan Kehamilan

Beberapa jenis vaksin dapat membahayakan calon bayi jika diberikan di tengah program kehamilan.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Vaksin sebelum hamil dan pada saat kehamilan memainkan peran penting dalam melindungi kesehatan Moms juga bayi. Kekebalan tubuh Moms merupakan garis pertahanan pertama bayi terhadap beberapa penyakit serius tertentu.

“Wanita hamil membuat banyak antibodi dan mereka meneruskan antibodi ini ke bayi saat beberapa bulan terakhir kehamilan,” ungkap kepala divisi penyakit menular pediatrik di Stony Brook Children's Hospital, Dr Sharon Nachman, MD, seperti dikutip dari parents.com.

Saat Moms melakukan vaksin, maka antibodi juga semakin meningkat. Ada beberapa vaksin yang bisa dilakukan saat kehamilan, namun ada juga vaksin sebelum hamil yang perlu dilakukan, agar Moms dan bayi terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya.

Berikut ini beberapa perlindungan vaksin sebelum hamil yang perlu Moms lakukan sebelum menjalani program hamil.

1. Measles, Mumps and Rubella (MMR)

1 Measles, Mumps and Rubella (MMR).jpg

Foto: metro.co.uk

Dikutip dari thebump.com, terinfeksi campak (measles) saat hamil dapat mengakibatkan keguguran, persalinan prematur, berat badan lahir rendah, kematian bayi dan Moms.

Sementara rubella yang diidap saat kehamilan dapat mengakibatkan sindrom rubella bawaan atau Congenital Rubella Syndrome (CRS) yang dapat menyebabkan cacat lahir, keguguran, berat lahir rendah, hingga kematian.

Infeksi gondok (mumps) selama kehamilan juga akan membuat gejala lebih parah dan tidak nyaman pada wanita hamil. Untuk itu, sangat penting memastikan Moms kebal akan ketiga infeksi ini dengan melakukan vaksi MMR.

“Waktu terbaik mendapatkan vaksin MMR setidaknya minimum 28 hari sebelum pembuahan,” ungkap Chief Medical Officer di Extend Fertility, New York City, Joshua U. Klein, MD, seperti dikutip dari thebump.com.

Baca Juga : Sebelum Liburan ke Luar Negeri, Jangan Lupa Lakukan 7 Vaksinasi Ini

2. Varicella (Chicken Pox)

2 Varicella (Chicken Pox).jpg

Foto: independent.co.uk

Jika Moms pernah mendapatkan cacar air, maka tidak perlu lagi mendapatkan vaksin ini, karena tubuh telah membangun kekebalan.

Namun jika Moms belum pernah mengalami cacar air, maka ada baiknya melakukan vaksin sebelum hamil.

Mengidap cacar air saat kehamilan rentan menyebabkan cacat lahir pada janin, seperti: hypoplasia hingga microcephaly. Sama seperti MMR, maka varicella merupakan vaksin sebelum hamil yang sebaiknya didapatkan 28 hari sebelum pembuahan.

3. Hepatitis B

3 Hepatitis B.jpg

Foto: dnaindia.com

Dokter dapat melakukan test darah untuk mengecek kekebalan tubuh Moms dan memutuskan perlu tidaknya vaksin sebelum hamil ini.

Hepatitis merupakan peradangan pada hati dan Moms dapat menularkannya pada bayi melalui persalinan normal atau operasi caesar.

“Jika bayi terinfeksi hepatitis B, maka bayi 90% akan mengembangkan infeksi kronis seumur hidup,” ungkap Dokter kandungan dan co-host The Doctors, Nita Landry, MD, seperti dikutip dari thebump.com.

Hepatitis B juga dapat menyebabkan kerusakan hati dan kanker hati, untuk itu pastikan lakukan vaksin sebelum hamil.

4. HPV

4 HPV.jpg

Foto: islandecho.co.uk

Human Papillomavirus (HPV) bertanggung jawab untuk sebagian besar kanker serviks dan genital.

Saat ini, dua dosis vaksin HPV direkomendasikan untuk anak usia 11 sampai 12 (meskipun dapat diberikan kepada anak usia 9 tahun). Dosis ketiga mungkin diperlukan jika anak tidak divaksinasi sampai mereka lebih tua.

Hal ini juga dianjurkan untuk orang dewasa muda wanita sampai usia 26 tahun dan sampai usia 21 untuk pria yang belum divaksinasi saat masih kecil.

Orang dewasa usia 27-45 tahun dapat berkonsultasi dengan Dokter jika belum menerima vaksin hingga usia ini.

Baca Juga : Berapa Biaya Vaksin HPV untuk Mencegah Kanker Serviks dan Kapan Harus Dilakukan?

Vaksin HPV tidak dianjurkan untuk dilakukan saat kehamilan dan harus ditunda hingga bayi lahir. Namun tidak perlu khawatir jika Moms telah mendapatkan vaksin HPV sebelum mengetahui bahwa sedang hamil.

Karena dikutip dari whattoexpect.com, sebuah studi menunjukkan tidak ada bukti konklusif yang menyebutkan bahwa pemberian vaksin HPV saat kehamilan dapat membahayakan bayi.

Namun ada baiknya menunda pemberian dosis selanjutnya hingga Moms melahirkan dan pastikan memberi tahu Dokter jika kehamilan Moms sudah dapat dipastikan.

Itulah beberapa vaksin sebelum hamil yang dapat dilakukan untuk memberi perlindungan bagi Moms dan juga bayi.

(GS/CAR)

Artikel Terkait