PARENTING
7 September 2019

4 Resep Anti-mati Gaya jadi Ibu Rumah Tangga

Memiliki banyak kegiatan di luar rumah boleh, asalkan tetap ingat dengan tanggung jawab kita
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Oleh Devia Yuni Fitriani (29 th), Ibu dari Elshanum Qurrotaayunin Basmah (28 bln), member WAG Orami Toddler 7

'Mati gaya' dalam hal ini adalah merasa tidak bisa berbuat banyak selain mengurus dan merawat anak. Itulah yang sempat terlintas dibenak saya sesaat akan melahirkan. Rasa bersemangat menjadi ibu baru, seketika berubah bercampur aduk ketika lelah melanda.

Bahkan yang saya rasakan, walau itu hanya membeli popok sekali pakai ke sebuah minimarket kecil sudah merupakan hal yang menyenangkan.

Sebelum hamil saya bekerja disebuah perusahaan manufacturing. Lalu memutuskan keluar dengan mempertimbangkan bahwa saya ingin fokus pada kehamilan dan merawat anak.

Kebiasaan yang 'tidak bisa diam' dari zaman gadis membuat saya mencari berbagai kegiatan di luar bahkan sesaat setelah resign. Saya bekerja part time di sebuah Wedding Organizer (WO) di Bandung, lalu menjadi relawan alumni di sebuah yayasan kanker, sampai saya ikut komunitas menggendong di Kota Bandung.

Baca Juga: Mendampingi Anak Epilepsi dan Delay Tumbuh Kembang

Butuh Kegiatan untuk Menyalurkan Energi dan Pikiran

Betul, saya tipe orang yang harus keluar rumah sesekali atau sibuk demi menyalurkan energi dan pikiran saya. Jadi bisa dibilang kalau diam di rumah tuh membuat saya mati gaya.

Makanya saya mencari kegiatan yang ringan dan dapat membuat saya sibuk. Tidak berarti saya manyarankan untuk meninggalkan kewajiban ya, tidak sama sekali.

Justru saya ingin ibu-ibu muda di luar sana, untuk terus produktif tanpa menanggalkan profesi mulia sebagai seorang ibu dan istri. Kita tetap bisa produktif, tetap bisa bermanfaat, dan energi kita yang tersalurkan bisa dijadikan sebagai stress healing bagi seorang ibu.

Saya akui, dengan mencari kegiatan di luar, diri saya menjadi seimbang, seperti yin dan yang. Semua seimbang dan ikut menjaga kewarasan saya.

Sampai saat ini saya menyibukan diri dengan menjadi guru pendamping khusus di salah satu PAUD Kota Bandung, salah satu pengurus komunitas menggendong bayi di Kota Bandung, dan membuka usaha camilan rumahan.

Ada beberapa saran saya jika Moms ingin memilih kegiatan di luar rumah:

Baca Juga: Minat Beli Rumah Subsidi? Pelajari Kelebihan dan Kekurangannya!

1. Komunikasi

20190814_113522.jpg

Komunikasikan hal ini dengan pasangan dan keluarga, tentang rencana untuk mencari kegiatan di luar rumah. Jelaskan komunitas apa yang diikuti atau jika menjadi panitia, panitia acara apa, dan sebagainya secara detil.

2. Ukur Diri

momspiration

Maksudnya jangan karena ingin mempunyai kegiatan di luar rumah, Moms malah melupakan kewajiban utama menjadi seorang ibu dan istri.

Tentunya cari juga kegiatan yang tidak terlalu menyita waktu banyak dan kurang fleksibel. Carilah kegiatan yang 'mommy friendly' dan yang tidak menguras energi terlalu banyak, mengingat prioritas kita adalah keluarga.

Baca Juga: Serunya Drama Hamil Kembar saat Si Sulung Masih Batita

3. Manfaatkan Smartphone

momspiration

Katanya smartphone for smart people. Hal ini bisa menggambarkan seharusnya fungsi terbaik dari smartphone. Ibu-ibu muda bisa mengetahui jadwal seminar berbayar sampai yang gratis dari smartphone, bahkan mencari komunitas yang cocok dengan kehidupan para ibu pun bisa dicari.

Misalnya komunitas menggendong, komunitas zero waste, komunitas mompreuneur, komunitas kajian muslimah, literasi, dan banyak lagi. Semua bisa dicari infonya dalam genggaman kita.

So, what a wonderful life! Atau bisa juga digunakan untuk mencari resep makanan, lalu coba praktikan dan dijual, selain menambah kemampuan,juga menambah pundi-pundi tabungan.

4. Jangan pernah merasa malu

momspiration

Menjadi seorang ibu sekali lagi tidak menghalangi kita untuk meningkatkan skill. Justru hal ini ditambahkan pada kita saat mengikuti sebuah komunitas. Karena percayalah di luar sana banyak ibu-ibu yang senasib sepenanggungan.

Tetap jadikan kegiatan di luar rumah menjadi pemacu agar diri kita berkembang menjadi lebih baik lagi.

Baca Juga: Kebahagiaan Ibu PH Survivor dalam Merawat Dua Anak yang Terlahir Prematur

Demikian sharing saya agar ibu-ibu muda di luar sana, dapat terus produktif walau sudah bergelar seorang ibu. Bukan sebuah halangan tapi justru kesempatan lebih besar menanti untuk meningkatkan kemampuan diri, sebagai ibu, istri bahkan sebagai perempuan seutuhnya.

Karena menjadi pribadi ibu dan istri yang memiliki positive vibes berawal dari pribadi perempuan yang terus menyibukan diri dengan kegiatan yang positif untuk dirinya dan orang lain.

Artikel Terkait